
“Perhatikan lelaki di luar mansion!” perintah max kepada anakbuah nya.
Mereka tidak mendekat hanya membiarkan saja sekalian memantau tingkahnya, setelah beberapa saat kemudian terdengar suara ledakan dasyat.
Bommm!
Seketika saja sistem darurat mansion utama berbunyi, lalu mereka langsung berpencar dan bersembunyi diluar gerxas telah menyerang habis-habisan dengan meledakkan kemanan mexmar menggunakan bom peledak.
Bom peledak lagi dan lagi terus saja terdengar hingga muncullah brees beserta yang lainnya.
Dorrrr!
Dorrrr!
Beberapa pasukan gerxas lenyap dalam sekejap di tangan max yang lihai memainkan pistol nya dari lantai dua dan pasukan gerxas tanpa aba-aba langsung menyerang dengn brutal, gerxas yang sudah terbilang tua sama hal nya denganbrees tetapi kekuatan mereka tidak pernah lenyapdimakan usia, manik mata yang bertemu menyorotkan kebencian yang mendalam.
Brees menarik pistolnya dan menghunuskan tepat dijantung gerxas tetapi gerxas mampu untuk menghindarinya.
“ternyata kau masih cukup berani untuk datang ketempat ini,” sungut brees.
“untuk mengenang kekasihku tentunya aku akan datang kesini,” ujar gerxas dengan tertawa.
“shiit, sialan kau!”
Bughh
Tendangan dan bogeman mentah terus mendarat di tubuh gerxas tetapi gerxas mampu membalas pukulan dari brees, hingga mereka berdua tanpa sadar telah babak belur.
Max dan yang lainnya terus salingmembunuh dengan mendaratkan bogem mentah. Pasukan gerxas ternyata lebih banyak dari yang diduga oleh max, tentu saja mereka kekurangan bantuan hingga menyuruh pasukan volker dan saguna untuk kembali.
Setelah beberapa saat pasukan mexmar telah habis semua, dengan tertawa gerxas meremehkan kekuatan mexmar.
Pasukan volker membutuuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke mansion tetapi saguna yang lebih dulu datang dengan ratusan pasukannya langsung menyerang gerxas habis-habisan.
Disaat bantuan mulai berdatangan max mempunyai waktu longgar untuk mencari keberadaan putra gerxas tetapi tidak menemukannya sama sekali, wajah yang sensei hisao ceritakan tidaklah terlihat di keramaian ini.
“rencana apa yang dilakukan oleh gerxas kali ini?”
Dorrr
Doorrr
Dooorr
Tembakan terus max luncurkan demi menjaga keseimbangan sambil menunggu kedatangan volker, pasukan yang lainnya juga lagi menuju kesini. Karena mereka tidak menyangka kalau gerxas hanya mempusatkan penyerangan mereka di mansion utama.
Firasat max sudah tidak enak sedari tadi.
Mansion yang sudah berlumuran dengan darah dan juga jasad yang berserakan membuat max kembali mengerutkan keningnya.
Saat mereka semua telah berkumpul di mansion utama, kelompok Will dan yang lainnya telah datang dengan segala bantuan.
Duarr, boom meledak begitu dahsyat hingga mengahancurkan separuh isi mansion milik Mexmar dan menewaskan beberapa anggota lainnya, Gerxas memiliki riwayat penyakit jantung hingga saat mendengar ledakan itu bagaikan senjata makan tuan,suara ledakan itu membuat nya sekarat dan Brees langsung menghunuskan pisaunya ke Gerxas hingga, Gerxas menghembuskan nafas terakhirnya.
Semua anggota Gerxas terdiam dan melihat tuan mereka telah wafat, Brees dengan dendam yang telah terbalaskan menyeringai.
"Kalau sudah tua dan penyakitan lebih baik berdiam dirilah kau dirumah!" Sungut Brees.
Dorrr!
Dorrr!
Dorr!
Peluru itu terus menyerang ke udara dari arah luar, semua yang melihatnya langsung menatap siapa pelakunya.
Ternyata ialah putra Gerxas bersama dengan Zoya yang berada di bawah ancamannya, Zoya hanya berusaha menenangkan diri dan mencari kesempatan untuk lepas.
Semua melototkan matanya melihat nona muda mereka berada di bawah putra Gerxas, Max yang melihatnya langsung turun dan ingin menghajar putra Gerxas tetapi tertahan karena putra Gerxas meletakkan pistol tersebut di kepala Zoya.