
Zoya sangat kesal dan langsung memasuki apartemen nya dan berhadapan dengan Khansa yang mengerutkan kening nya karena melihat Zoya sangat kesal dan juga melirik kebelakang yang ternyata ada Max mengikuti nya.
"Zoya!" Panggil Max.
Zoya menoleh dengan tatapan tajam nya dan langsung berbalik memasuki kamarnya.
"Eh Zoya tunggu!" Ujar Max.
Khansa langsung menghalangi tubuh Max agar tidak mengikuti Zoya yang sudah kesal itu dan dugaan Khansa pelaku nya adalah lelaki di depan nya.
"Apa yang kau lakukan lagi si, tuan Max?"
"Aku mau bicara sama Zoya, minggir!"
"No, mau aku usir kau dari sini?"
"Kau apakan dia lagi?" Tanya Khansa kembali.
"Aku...oh iya kau kan cewek jadi bantuin aku," pintah Max.
"Bantuin apa?" Tanya Khansa bingung.
"Tadi gue pasang cincin untuk melamar nya dengan paksa karena Casanova itu sudah mengusik Zoya!"
"Apaaaa?" Teriak Khansa tidak percaya.
Max menutup kedua telinga nya dan menatap tajam Khansa, "Pelankan suaramu!"
"Maksudnya kau melamar Zoya di taman pinggir jalan itu?"
Max mengangguk.
"Wahh gila dirimu yaa! Haha kau lelaki atau bukan sih?"
"Iya lelaki lah, apa kau perlu bukti?"
"Woi buset, aku aduin kau sama Zoya ya biar dia makin benci samamu!" Ancam Khansa.
Max hanya melengos pergi duduk di sofa dan kesal karena di ragukan keperkasaan nya.
"Oke, gini ya kenapa dia sangat kesal tadi itu karena kau melakukan kesalahan fatal! Jangan kau kira karena Zoya pandai bela diri dan bisa menghajar mu kau perlakukan dia dengan seperti itu, setiap wanita itu pasti mau banget di perlakukan romantis sama orang yang dia sayang, dan bertepatan dia sayang nya sama dirimu jadi kau harus berusaha gimana buat hati dia bahagia dan perlakukan dia dengan baik dan juga stop menyebut nya sebagai budakmu! Walau aku sebenernya tidak terlalu setuju kau sama Zoya, tapi setelah aku pikirkan kembali hanya kau yang pantas mendampingi dan menjaga dia!" Ujar Khansa panjang lebar.
"Terus aku harus lakuin apa? Aku gak tau cara seperti itu!" Ketus Max.
"Oke kau sewa sebuah restoran mewah dan biar aku yang mengatur semuanya!"
"Buat apa?"
"Ya buat tempat kau melamar Zoya lah, dan kau harus mengikuti apa yang aku katakan kalau kau mau rencana ini berhasil,"
"Seorang Max gak pernah tunduk pada siapapun!" Ketusnya.
Khansa menarik nafas nya dengan dalam dan mengeluarkan nya dengan sangat pasrah lalu menatap lelaki tidak jelas itu dengan tatapan tajam.
"Kalau gitu jangan minta bantuan samaku!" Ketus Khansa dan meninggalkan Max sendiri.
Max yang kalang kabut langsung membuka suaranya.
"Stop, oke oke aku dengarin perkataan mu semua nya!"
Khansa kembali menghadap ke arah Max, dan langsung mengambil benda pipih di kantongnya lalu segera mencari tempat yang romantis dan bagus di kota ini.
"Ha, ini dia!" Ujar Khansa gembira karena ketemu dengan restoran dengan suasana romantis.
Max hanya melihat nya dengan tatapan datar dan menunggu hasil pencarian dari Khansa.
"Ini alamat nya sekitar 7Km dari tempat ini, dan kau bisa langsung kesana untuk menyewa nya satu malam full!" Ujar Khansa.
"Setelah kau menyewa nya nanti aku yang bicara dengan manager nya tentang dekorasi yang tepat," lanjutnya lagi.
"Disitu bukan nya tertera langsung nama dan nomor yang bisa dihubungi, kenapa harus kesana?"
"Apa kau mau disini terus? Dan Zoya mengetahui rencana ini?"
"Oh gitu!" Ujar nya polos dan langsung keluar dari apartemen menuju lokasi yang di tentukan.
Max memasang kacamata hitam nya yang sangat berpengaruh dalam menambah pesona seorang Max, Max langsung menjalankan mobil nya ke arah restoran itu.
Restoran.
Max memasuki nya dan memandang sekitar dengan datar, ternyata tanpa dia sadari tatapan pengunjung mengarah ke padanya. Max acuh dan langsung mendekat ke salah satu pegawai.
"Panggilkan manager mu, aku ingin bertemu dengannya!" Perintah Max.
"Maaf tuan, manager kami sedang sibuk. Apa ada yang bisa dibantu?"
"Apa kau ingin aku menghancurkan restoran ini?" Tanya Max dingin yang sangat menusuk.
Pegawai itu ketakutan dan langsung pamit pergi menemui manager nya.
Tokk...tokkk...tokkk
"Permisi Pak, apa saya boleh masuk?"
"Silahkan!"
"Maaf Pak, diluar ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak!"
"Apa gak kau bilang aku sedang sibuk?"
"Sudah Pak, tetapi dia mengancam akan menghancurkan restoran ini!"
"Sialan, mana orang nya?" Tanya manager dan langsung keluar.
"Biar saya tunjukin, Pak!"
"Nah itu orang nya,Pak,"
"Hai, apa ada yang kubantu?"
Max langsung menoleh dan membuka kacamata nya.
"King Mafia Mata Merah?" Ucapnya spontan dan langsung menundukkan wajah nya.
"Apa kau mengenalku?" Tanya Max.
"Ya, anda sangat terkenal di dunia bisnis tuan!"
"Oh kalau gitu aku mau beli restoran ini,"
"Ma...maksud anda apa tuan?"
"Aku akan membeli restoran ini, dan segera urus surat-surat nya dan buat menjadi atas nama Aneska Zoya Zetana!"
"Setelah itu kosongkan tempat ini dari pengunjung, dan nanti ada yang mengubungi kalian untuk membantu mendekor ruangan ini!" Ujar Max.
"Ta...tapi tuan.."
"Sekarang, aku gak mau dengar pengecualian disini, segera lakukan atau kau akan mendapatkan masalah!"
"Ba...baik tuan!"
Max segera memakai kacamata nya dan langsung pergi dari tempat itu.
Setelah menghubungi Khansa dia menyerahkan semuanya pada Khansa. Khansa langsung datang ketempat itu saat sudah tidak ada pengunjung dan membantu untuk membuat suasana restoran itu menjadi lebih menawan dan terkesan romantis hanya disisakan satu meja dan dua kursi dengan hiasan yang sangat elegan dan memukau.
Setelah semua selesai Khansa mengembangkan senyuman nya dan kembali ke apartemen setelah mendapat kan gaun indah dari Max untuk menghias Zoya.
Apartemen.
"Hai, Zoya!"
"Khansa, kau darimana aja sih?"
"Oh aku dari belanja sesuatu, lihat nih!" Khansa memperlihatkan sebuah gaun.
"Itu untuk apa?"
"Intinya sekarang kau harus make up yang cantik, dan pakai gaun ini! Karena kita akan berkunjung ke sesuatu tempat yang pasti gak akan kau lupakan,"
"Jangan aneh-aneh ya!"
"Enggak, udah sanaaa," ujar Khansa mendorong tubuh Zoya.
"Tapi tunggu, Max kemana? Kenapa gak ada kelihatan dari tadi?"
"Dia sudah pergi, ntah kapan balik lagi!"
"Ha, pergi kemana?" Tanya Zoya kaget.
"Balik ke negara Y kali, soalnya dia disini sudah kau cuekin terus!"
"Jangan bercanda dong,"
"Yaudah siap-siap dulu sana, aku juga bakal siap-siap!" Ujar Khansa dan meninggalkan Zoya lalu memasuki kamar nya.
"Aneh banget si tuh anak,"
Zoya langsung bersiap siap tetapi kenapa dia harus memakai gaun seperti ini? Zoya telah make up tipis-tipis dan berhasil menambah kecantikan nya.
Setelah pukul 07.00 malam zoya langsung keluar kamar yang sedari tadi di ketuk terus oleh Khansa, Zoya keluar dengan anggun dan seketika saja Khansa kagum sambil menutup mulut nya.
"Zoya, kau cantik banget!"
"Zoya kau sangat berbeda, kau sangat cocok seperti ini!"
"Biasa aja kali, dan kau kenapa hanya memakai gaun biasa saja sedangkan aku kau suruh pakai gaun ini?" Tanya nya protes.
"Ya gak apa-apa, karena aku lihat kau sangat cocok memakai gaun ini! Yaudah ayo kita sekarang berangkat!"
Zoya mengangguk dan mereka langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
"Kita kemana? Jauh lagi? Apa disana ada orang selain kita?"
"Adalah, disana ramai ada Geisha juga!"
"Ohh, emang acara apa?"
"Acara yang paling kau tunggu," ujar Khansa dengan tersenyum.
Sampailah mereka di depan sebuah restoran yang mewah namun terlihat sangat sepi.
"Zoya, aduh aku lupa ketinggalan tas ku di apartemen! Gimana kalau masuk duluan nanti aku susul, oke?"
"Kebiasaan banget sih, yaudah deh!"
Zoya langsung masuk dan membuka pintu namun yang terlihat hanya lampu kelap-kelip yang sangat indah yang membuat ruangan terlihat sangat menarik.
"Tetapi kenapa gelap?"
Zoya melangkah dan kaki nya tepat memijak sebuah tombol yang membuat lampu semua menyala dan memperlihatkan sebuah meja dengan hiasan di tengah ruangan.
Bersambung ...
Maaf kalau tidak sesuai ekspektasi reader, dan semoga aja suka ❤️
jangan lupa dukungan nya yaaa 🥰
salam sayang semuanya ❤️