King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Verin Kabur



Apartemen Zoya.


Ditengah malam begini Zoya masih disibukkan dengan aktivitasnya di dapur, dia sangat menyukai memasak dan terlebih lagi memasak adalah cara paling ampuh untuk dirinya merilekskan pikiran dan mengembalikan mood yang telah hilang.


Zoya sibuk mencampurkan semua bahan menjadikan sebuah adonan kue setelah selesai ia masukkan ke dalam oven pemanggang kue setelah itu menyeduh air panas untuk memasak mie instan favoritnya.


Setelah selesai Zoya menyantap mie nya sambil menonton acara kesukaannya di handphone.


"Waah, oppa ganteng banget sih!"


"Mau dong satu kayak dia!"


"Aaaaaahhhh!" Jeritnya karena melihat adegan romantis di drama kesukaannya.


"Soft banget sih sama cewek jadi mau punya begitu satu!"


Begitulah kehebohan yang diciptakan Zoya sendiri di tengah malam, tanpa melihat waktu. Sekitar empat puluh menit telah berlalu kue yang dipanggangnya juga sudah matang sempurna.


"Ehmmmmm, wanginya!"


Zoya memotong nya menjadi beberapa bagian lalu memakannya untuk menemani nonton drama itu.


Zoya bukan suka tidur larut malam hanya saja saat ingin tidur pikirannya kembali kacau mengingat lelaki yang membuat hari nya semakin berantakan. Dengan itu Zoya memutuskan untuk memasak agar menghilangkan lelaki itu dari pikiran suci nya itu.


Drrrttt...drrtttt...drrrttt


"Siapa sih tengah malam begini ganggu aja udah tau lagi seru nontonnya!" Ujarnya kesal lalu melihat siapa yang menelephon.


"Verin?" Tanyanya bingung karena waktu di tempatnya dengan Verin pasti sama kalau Khansa atau Fayza mungkin bisa dimaklumi karena disana sudah pagi.


Zoya langsung mengangkat telephonnya.


📞


"Halo!"


"Kak Zoya, apa aku bisa menginap di tempatmu satu malam ini aja!" Rengek Verin.


"Hei, ini sudah tengah malam! Emangnya kau dimana, Verin?"


"Aku di depan apartemen kak Zoya!"


Zoya sontak menuju kepintu dan membukanya ternyata benar Verin telah berada di depan membuatnya terkejut.


Sambungan terputus.


"Ini udah larut malam Verin, kenapa kau berkeliaran begini?"


"Kak masuk dulu ya! Verin kedinginan!"


Zoya mengajaknya masuk lalu menutup kembali pintu.


"Jelasin!" Perintah Zoya.


"Tadi Verin keluar diam-diam kak tanpa sepengetahuan kakek, Verin pengen lihat artis idola Verin dari negara B tetapi kakek malah ngelarang! Lagian nih ya kak Zoya mereka gak terlalu jauh dari kota kita tetapi kakek berlebihan jadinya Verin kabur aja! Setelah 2 hari baru pulang!" Ujar Verin.


"Kau tau gimana sensei bukan? Bisa habis kau kalau sensei mengetahuinya saat kau pulang nanti!"


"Jadi gimana dong kak Zoya! Verin udah 20 tahun masa iya masih dilarang juga lagian kalau untuk jaga diri Verin bisa kok, sedangkan kak Zoya yang hebat aja bisa Verin kalahkan kemarin," ujarnya dengan sedikit sombong.


"Menang sekali terus sombong yaa?"


"Hahah bukan begitu kak Zoya kan itu pencapaian juga bagi Verin!"


"Yaudah kau tidurlah disini, besok berangkat melihatnya samaku dan nanti aku yang bilang ke sensei baik-baik!"


"Serius kak Zoya? Demi apa? Ahh baik kali kak Zoya!" Ujarnya dan langsung menghambur memeluk Zoya.


"Karena Verin sudah aku anggap sebagai adik sendiri, jadinya berbanggalah kau sekarang!" Ujar Zoya dengan sombong lalu berjalan kedapur.


"Yok, kesini ada makanan aku baru membuatnya!"


"Haha makanan apa itu kak Zoya?" Ujarnya dan mengikuti langkah Zoya


"Nih cobain!" Tawar Zoya.


Verin mengambil lalu memasukkan nya kedalam mulut, "Hmmm, enak banget! Kau pintar banget masak nya kak,"


"Eh Verin suka juga drama ini, ternyata kita satu frekuensi ya kak!"


"Cepatlah makan! Biar kita tidur udah jam dua pagi nih!"


"Oke kak!"


Setelah mereka selesai di dapur langsung beralih ke kamar milik Zoya.


"Disini ada dua kamar, kau bisa pakai kamar sebelah situ!"


"Bisakah aku tidur sama kak Zoya aja?" Rengek Verin.


"Dasar ya, bilangnya aja kuat tapi disuruh tidur sendiri ogah!"


"Yaudah ayok masuk!"


Setelah selesai dengan ritual sebelum tidur akhirnya mereka merebahkan diri di atas ranjang dan langsung terlelap tanpa suara lagi.


......................


Ke esokan paginya...


📞


"Pagi, Zoya!"


"Ada yang ingin saya bicarakan denganmu, sensei!"


"Apakah itu tentang Verin?"


"Benar, dia saat ini berada di apartemen saya! Apakah sensei mengijinkan jika dia saya ajak melihat artis kesukaannya?"


"Silahkan, karena dia juga tetap membangkang jika tidak diperbolehkan! Hati-hati lah kalian berdua!" Ujar sensei.


"Siap, terimakasih sensei!"


Sambungan terputus.


"Hmmm, kak Zoya udah bangun? Jam berapa ini?" Tanya Verin dengan mengucek-ngucek matanya.


Zoya menoleh, "Hmm sudah ku ijinkan pada sensei!"


Zoya bangkit ingin membersihkan dirinya meninggalkan Verin yang masih belum sepenuhnya sadar.


"Serius kak Zoya? Demi apa? Aaaaaa kak Zoya love you!" Ujarnya dan menghambur memeluk Zoya.


Zoya kaget dan melepas pelukannya, "Lihatlah anak gadis tidur air liur kemana-mana!" Menyindir.


"Masa sih?" Tanya Verin langsung berlari ke cermin.


"Gak ada kok, sialan dikerjain!" Ketus Verin.


"Kak zoyaaaaaaaaaa!" Teriak Verin.


Zoya dikamar mandi hanya tertawa melihat kelakuan Verin.


Hingga akhirnya Zoya telah selesai mandi dan keluar sambil mengeringkan rambut nya menggunakan handuk.


"Acaranya jam berapa di mulai, Rin?"


"Jam sepuluh kak, ini udah jam delapan! Emang keburu sampai sana?"


"Tenang aja! Mandilah," perintah Zoya.


"Oke!"


Waktu telah menunjukkan pukul 09.00 pagi mereka telah siap dan ingin berangkat ke kota sebelah yang seharusnya menempuh waktu 2 jam.


"Kau sudah punya tiket nya?"


"Oh iyaa! Verin lupa kak, tiketnya belum di pesan karena sibuk kabur kemarin jadi lupa kan!" Keluh Verin.


"Gimana kak?"


"Hmmm, yaudah kita berangkat aja!" Ajak Zoya.


"Kalau kak Zoya yang bicara Verin mah yakin!" Ujarnya senang.


Akhirnya mereka berangkat dan Zoya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga waktu yang seharusnya menempuh dua jam hanya ditempuhnya satu jam hingga tepat pukul 10.00 mereka sampai di kota yang menjadi tujuan mereka.


"Kak Zoya, lain kali ajak Verin tour yaa! Seru banget sama kak Zoya tau!" Ujar Verin.


"Oke siap!" Ujar Zoya dengan tersenyum manis.


Mereka memakirkan mobil tepat di pinggiran jalan gedung yang menjadi tempat artis itu melangsungkan acaranya.


"Jadi kita gimana masuknya, kak?" Tanya Verin.


"Kita gak masuk, disini aja!" Jawabnya datar.


"Apaa? Maksud kak Zoya kita lihatnya dari sini gitu?"


Zoya hanya menganggukan kepalanya membuat Verin frustasi.


"Itu mobil artis idolamu bukan?"


Verin ikut memperhatikan nya dan ternyata benar artis idolanya keluar dari mobil itu disambut oleh tikar merah membuatnya sangat antusias di dalam mobil.


"Aaaaa benar kak Zoya! Aaa pengen Deket terus peluk!"


"Ya ampun ganteng banget! Dari jauh aja ganteng bagaimana kalau dekat bisa lepas jantung Verin mungkin kak Zo!"


Zoya hanya melirikan matanya ke Verin sambil menggeleng melihat kehebohan Verin.


"Kak, masa kita disini aja? Kita masuk aja yok, kalau perlu kita hajar tuh penjaga nya biar bolehin kita masuk!" Usul Verin.


Zoya kaget dan memandang Verin dengan lekat, "Kau yakin?"


"Yakin kak, ayolah apalagi ada kak Zo di depan Verin!"


"Hei, kenapa di depan?"


"Iya kalau di belakang nanti kak Zo ketinggalan!" Ujarnya dengan cengengesan.


"Tunggu, biar kupikirkan dulu caranya!"


Zoya tampak berfikir keras memperhatikan gedung di depannya, memikirkan bagaimana mereka bisa masuk tanpa mendapatkan masalah sama sekali.