King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Merahasiakannya



Belum sempat Zoya menarik pistol dan menghunuskan kepada lawan nya dari belakang ternyata ada yang telah menembak mereka, membuat Zoya kaget dan langsung menatap kebelakang.


Tatapan Zoya jatuh pada sosok lelaki yang gagah tampan dan sangat mempesona diwaktu yang bersamaan, lelaki dengan gagahnya memegang pistol dan membunuh semua yg telah mengganggu wanita tersebut.


Beberapa dari mereka selamat dan langsung lari tergopoh-gopoh meninggalkan tempat tersebut, dokter tersebut langsung berlari memeluk lelaki tersebut dan disambut dengan hangat olehnya.


"Kau tidak apa-apa? Atau ada yang terluka?" Tanya lelaki tersebut pada dokter yang sempat ditolong oleh Zoya.


"Tidak apa-apa kak, sebab wanita itu datang menolongku!"


"Oh iya makasih banyak ya, kalau gak ada dirimu mungkin saja aku sudah menjadi tawanan mereka!" Ujar dokter tersebut.


"Oke, gak masalah," ujar Zoya dan tersenyum.


Khansa yang melihat Zoya aman-aman saja langsung berlari dan mengecek seluruh badan Zoya dengan memutar tubuh Zoya agar bisa diperiksa nya sedangkan Zoya yang tubuh nya sedang di putar sangat pasrah dengan sikap berlebihan Khansa.


"Kau gak apa-apa kan? Aman kan?" Tanya Khansa panik.


"Aman, yang gak aman kita ketinggalan pesawat Khansa!" Ketus Zoya.


"Kita bisa jadwal ulang penerbangan kan?" Tanya Khansa.


"Koper kita disana, gimana?"


"Oh iya, bagaimana ini!" Ujar Khansa frustasi.


"Hmm, makasih sudah menolong adik ku, by the way nama ku Erlan namamu siapa?" Tanya Erlan pada Zoya.


"Zoya, dan ini sahabat ku Khansa!" Ujar Zoya.


"Apa kau tidak apa-apa dokter?" Tanya Zoya pada dokter tersebut.


"Baik saja, kau sungguh hebat aku kagum padamu dan terimakasih banyak dan perkenalkan namaku Geisha!" Ujar dokter dengan ramah.


"Biasa saja, sudah tugas sesama manusia saling menolong. Kalau begitu kami pamit, jaga dirimu baik-baik dokter!" Ujar Zoya.


"Eh tunggu, kalian mau pergi kemana?" Tanya Erlan.


"Kami rencana mau ke negara P cuma ketinggalan pesawat jadinya mau check in ulang!" Ujar Zoya.


"Kalau begitu pergilah dengan kami sebagai ucapan terimakasih, berhubung kami juga ingin kembali ke negara P, menggunakan pesawat pribadi!" Tawar Erlan pada mereka.


"Oh gitu ya, kami setuju kak!" Ujar Khansa semangat.


"Baiklah kalau begitu, mari Zoya dan kau nama nya siapa?" Tanya Geisha.


"Khansa,"


"Oke, mari Zoya dan Khansa!" Ajak Geisha.


Flashback end


"Nah saat kami telah sampai bandara negara P, baru disitu kami mendengar kabar kalau pesawat yang sebelum nya telah jatuh, kami mau langsung mengabari dirimu hanya saja sinyal disini kurang bagus karena cuaca buruk!" Ujar Zoya.


"Hmm, syukurlah kalian selamat. Tapi Zo Max sangat terpukul sebab kejadian itu dia seperti orang gila yang kehilangan arah mencarimu!" Ujar Fayza.


"Apa itu benar?" Tanya Zoya dengan wajah muram.


Fayza mengangguk, Zoya menatap Khansa dan Khansa langsung menggelengkan kepala tanda tidak setuju kalau Zoya kembali memikirkan lelaki itu.


"Yaudah kalau gitu, kau istirahat ya Fayza kami tutup dulu, Babay Fayza cengeng!" Ejek Khansa dengan tertawa.


Video call terputus.


"Dasar ya Khansa main matikan aja, syukurlah mereka selamat akhirnya aku bisa tidur nyenyak, hoaammm!"


Fayza langsung tertidur dengan sangat pulas.


...----------------...


Max pergi ke apartemen Zoya dan mengeluarkan koper milik nya dan menyusun kembali semuanya seperti semula saat Zoya masih berada disini, hingga satu jam lebih telah Max habiskan hanya untuk menyusun semuanya.


Setelah semua tersusun Max langsung merebahkan dirinya di atas ranjang menatap langit kamar dengan tatapan kosong.


"Sorry Zo, kembali dan aku akan menjadi lebih baik untukmu!"


"Kenapa dua wanita berarti dalam hidupku semuanya pergi ninggalin gitu aja? Pertama ibu dan sekarang kau!" ujar Max dengan kesal.


"Kau harus selamat!" Ujar Max memaksa keadaan.


...----------------...


Di markas Mexmar negara X.


📞


"Informasi apa yang kau peroleh?" Tanya Saguna pada Haider.


"Guna, posisi terakhir Zoya berada di negara P pada pukul 17.00, kecelakaan pesawat sekitar pukul 10.00 pagi. Sudah dapat dipastikan kalau Zoya tidak berada dalam kecelakaan pesawat itu, bahkan riwayat nya memakai pesawat yang tidak diketahui pemiliknya, aku akan coba lagi mencari dimana keberadaan Zoya saat telah menemukan titik terang dirinya berada!"


"Oke, kerja yang bagus!" Ujar Saguna mematikan sambungan telephon nya.


Saguna melirik kesana dan kesini namun tidak terlihat keberadaan Max, lalu dirinya langsung menghubungi Max tetapi tidak ada jawaban sampai dua puluh kali.


Saguna teringat akan Fayza dan memberitahukan berita ini agar Fayza tidak menderita lagi.


Drrttt...drrrttt


📞


"Halo!"


"Apa kau sudah mengetahui keberadaan sahabat mu?" Tanya Saguna datar.


Kenapa dia tiba-tiba bertanya hal itu, apa dia sudah tahu kalau Zoya dan Khansa tidak berada dalam pesawat itu, batin Fayza meracau.


"Kau dengar aku atau tidak?" Ketus Saguna.


"De...dengar! Aku gak tau soal mereka," jawab Fayza berbohong.


"Kenapa kau gugup? Baguslah kalau kau sudah tau kalau mereka baik-baik saja!" Ujar Saguna dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


"VOLKER!" Teriak Saguna.


"Iya Guna!" Jawab Volker yang sedang melamun di depan nya.


"Beritahukan pada semuanya untuk mengemas barang, besok pagi kita berangkat!" Perintah Saguna.


"Baik, dilaksanakan!" Jawab Volker.


Semua nya langsung mengemas barang tanpa menyisakan satupun barang di markas ini, setelah semua selesai mereka tertidur tetapi tidak dengan Saguna, dia tidak ingin memberitahukan terlebih dahulu kepada Max soal itu karena sebagai pelajaran untuk nya.


"Kalau tidak dengan begini kau tidak akan mengerti perasaan mu sendiri, Max!" Ujar Saguna dengan seringai.


"Ternyata kau sangat konyol saat jatuh cinta, kalau begitu aku tidak akan jatuh cinta dan menjadi konyol seperti dirimu!" Ujar nya lagi dengan menggeleng.


Saguna mulai memejamkan mata nya.


"Nyonya besar sekarang pengganti dirimu sedang kami usahakan, semoga kami tidak mengecewakan dirimu disana," ujar Saguna tersenyum saat mata terpejam dan langsung terlelap.


Di apartemen Max terbangun dan melihat kondisinya yang sangat mengenaskan, dan langsung keluar saat tengah malam untuk kembali ke markas.


Max ingin segera mengetahui keberadaan Zoya melalui Haider makanya dirinya langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke markas.


Setibanya Max di markas langsung memasukinya dan melihat markasnya yang bewarna hijau mint mengingat nya pada Zoya bagaimana dia menghukum Zoya karena lancang mengubah markas miliknya, lalu tanpa sengaja tatapan nya jatuh pada tulisan yang jelas terpampang di atas bingkai foto, Max jangan lupa tersenyum dan langsung saja dirinya mengulas senyuman saat membaca itu.


Max langsung menuju kamar nya dan mengubungi Haider namun tidak ada jawaban saat sudah beberapa kali di hubungi membuatnya kembali terlelap di atas kasur milik nya.


...----------------...


Di pagi sekali semuanya pada sibuk dengan barang masing-masing dan meletakkan nya di bagasi mobil dan membawanya ke bandara untuk melakukan penerbangan menggunakan pesawat pribadi milik Mexmar.


Bersambung ...


Hai guys semoga suka ya, kalau ada saran yang membangun boleh di tulis di komentar🙏


mohon dukungannya ya semua 🙏🥰


love you all


.....


Dan ini author mau ngerekomendasikan novel yang juga menarik, silahkan mampir jika suka🥰🌹