King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Misi Dimulai!



Saat Brees menceritakan ulang kejadian itu semua yang mendengarnya sedih bercampur emosi, tidak terkecuali Zoya, dia sangat sensitif jika itu berhubungan dengan seorang ibu. Zoya menatap wajah Max yang ternyata ia sedang memakai kacamata nya membuat Zoya mengerutkan keningnya.


Kenapa dia memakai kacamata, diruangan seperti ini! Batin Zoya.


"Dari kejadian itu Gerxas membentuk Mafia besar di negara X dan menjadi Mafia yang paling disegani karena telah merampas harta Mexmar saat perperangan itu," jelas Brees kembali.


"Apakah dia seperti iblis?" Tanya Zoya.


"Lebih dari situ, sejak kejadian itu dia menyembunyikan putra nya dinegara lain, agar tidak dapat ditemukan oleh Mexmar!" Ujar Brees lagi.


"Jadi sampai sekarang belum ada satupun yang mengetahui wajah putra iblis itu?" Tanya Zoya.


Semua menggeleng, Zoya menarik nafasnya dalam dan mengeluarkan nya dengan kasar. Lalu menatap Brees dengan dalam.


"Ayah, aku cukup berduka mendengarnya! Dan aku akan membantu kalian menemukan Dega!" Ujar Zoya.


"Oke, kalau begitu! Sekarang tugas Saguna untuk memberikan taktik penangkapan Dega!" Usul Brees.


"Semua dengarkan! Ini rencana harus berhasil karena kita tidak memiliki waktu lagi untuk terus mengundur nya, Gerxas harus segera musnah, dan Dega adalah kunci utama! Setauku dia adalah anak buah yang cukup di segani di Gerxas saat masih aktif, sudah pasti dia memiliki informasi yang harusnya kita ketahui!" Jelas Saguna.


"Karena nona muda telah ikut andil dalam pencarian Dega, maka aku sarankan nona muda menjadi umpan agar Dega mau keluar," ujar Saguna.


Max yang mendengar nya tidak setuju dan menggebrak meja menatap Saguna tajam, "Apa kau waras mengorbankan seorang wanita terlebih lagi dia adalah istriku, apa kau pakai otakmu untuk berfikir?"


Zoya segera mendekat ke Max dan menenangkannya, "Max, kita dengar dulu sampai selesai ya! Lagian aku tidak masalah dengan usulnya!"


"Enggak!" Jawab Max tegas.


"Maaf tuan muda, dengarkan dulu! Nona muda tidak sepenuhnya menjadi umpan, karena kita memasang keamanan pada tubuh nona muda dan juga kita bakal ada disekitar dengan penyamaran masing-masing! Tetapi kita harus buat scandal kalau kau dengan nona muda telah berpisah dengan itu Dega tidak mencurigai kita, dan berhasil memancingnya keluar dari persembunyiannya!" Ujar Saguna.


"Apa kau mau mati sekarang juga, ha?" Sungut Max.


"Sayang, yang dikatakan Saguna ada benarnya! Kalau kita tidak membuat scandal itu Dega pasti akan curiga dan kita gak berhasil membuatnya keluar, dia orang yang cukup pintar!" Jelas Zoya.


"Kenapa kau sangat setuju dengan usulnya? Apa kau benar ingin berpisah denganku?" Tanya Max kesal.


Semua yang melihatnya ketakutan karena Max benar-benar kesal, ntah kenapa kehadiran Zoya semakin membuatnya sensitif yang berlebihan.


Zoya menghembuskan nafasnya pasrah, "Kalau kau mau dengarkan usulmu sendiri, yaudah aku keluar aja!"


Zoya bangkit dan ingin keluar namun Max segera menahan tangannya dan berlaku lembut berbeda dengan tadi, sedangkan semua yang melihat nya bergidik ngeri dan sangat tidak percaya dengan ancaman begitu saja Max ketakutan dan luluh oleh Zoya.


Semua menatap Zoya dengan tatapan salut, dan ada Amar dibelakang yang bertepuk tangan namun tidak mengeluarkan bunyi karena kagum akan keberhasilan seorang Zoya menaklukkan sepenuhnya hati Max.


"Kalau begitu, diam dan terima apapun usul Saguna selagi itu masuk akal!" Ketus Zoya.


"Oke-oke!" Jawab Max menatap Saguna kesal.


Sedangkan yang ditatap memutar bola matanya malas, karena sekarang sahabat nya itu sangat bucin, bahkan ditempat ini saja dia tidak bisa meninggalkan sifat bucinnya itu. Zoya membuat jari jempol dan telunjuk menyatu berbentuk huruf O pertanda aman terkendali, semua yang melihat nya hanya menahan tawa.


"Apa nona muda setuju?" Tanya Saguna.


"Apapun itu aku setuju!" Jawab Zoya tegas.


"Baiklah, karena nona muda setuju! Aku serahkan kembali ke tuan besar untuk tindak selanjutnya!"


Semua rapat berjalan dengan lancar dan tanpa butuh waktu lama lagi semua telah keluar dan memakai seragam nya masing-masing dengan cepat seperti kilat. Sedangkan Zoya dan Max sedang berada di dalam kamar dan memakaikan pakaian untuk Max, dan untuk dirinya sendiri dia memakainya sendiri tidak ingin dipakaikan oleh Max.


Karena semua menatapnya, Zoya melepas topi nya hingga rambutnya terlepas dan menggerai begitu saja, semua menatap kagum namun Max langsung menatap mereka semua dengan tatapan singa ngamuk.


"Tahan mata kalian, kalau masih ingin digunakan!" Ancam Max.


Semua yang mendengarnya langsung menunduk.


"Oke, pasukan A,B,C sudah standby disana! Kalian semua bagi dua kelompok dan langsung masuk ke helikopter!" Perintah Max.


"Laksanakan, tuan muda!"


Saat semua sudah berpencar, Max kembali memakaikan topi Zoya dengan menyanggul rambut Zoya walaupun bentuk nya sangat tidak karuan namun Zoya menghargai nya dan tersenyum hangat ke arah suaminya, Max kembali membalas senyuman nya.


"Disana jangan gegabah, kalau tidak mendengar intruksi apapun dari ku, jangan coba berbuat nekat! Apa kau dengar, Sayang?" Tanya Max.


Zoya lagi dan lagi dibuat tersenyum dan mengangguk kan kepalanya, "Dengar,"


"Yaudah, ayo!" Ajak Max.


Max menggenggam tangan Zoya dan mengajaknya untuk segera pergi, saat mereka telah berlalu gantian Saguna yang pergi mengikuti dari belakang dengan raut wajah yang sangat menderita karena melihat kebucinan mereka berdua.


"Haduhh, cobaanmu Saguna!" Ujarnya mengelus dada dan ikut berlari mengejar mereka.


Ternyata di belakang masih ada Haider yang melihat wajah frustasi Saguna dengan tertawa, lalu ia menatap kesamping dan tersenyum hangat.


"Ayo, sayang!" Ujar Haider menggenggam angin.


Meniru perlakuan tuan muda nya itu lalu ikut berlari mengejar ketertinggalan nya.


"Haider, buruan!" Teriak Amar.


"Meluncurr," jawab Haider dengan berlari lebih kencang.


Dan ternyata helikopter sudah ingin terbang, membuat Haider panik dan terus berlari sudah seperti mengalahkan pelari nomor satu dunia.


"Woi...woi tunggulah!"


"Nih, tangkap talinya!" Ujar Amar memberikan tali sambil tertawa.


Lalu Haider menangkapnya dan memanjat tali itu hingga akhirnya masuk kedalam.


"Wah, tega bapak sama ku ya, nanti saya cari info tentang putri bapak, untuk saya nikahin!" Ujar Haider sembarang.


Amar yang mendengar nya langsung menggetok kepala Haider, "Putri bapak itu udah samaku!"


Haider mengelus kepalanya, "Gak mungkin!"


Semua yang didalam tertawa, namun Saguna langsung membuka suara.


"Hentikan bercanda saatnya fokus! Sekali lagi aku dengar kata bercanda, siap-siap aja di dorong keluar!" Ancam Saguna.


Semua yang mendengarnya langsung terdiam dan menatap fokus kedepan. Mereka tidak sadar kalau di dalam helikopter yang ditumpangi mereka ada Saguna di dalamnya, mereka sangka saguna berada di helikopter yang sama dengan tuan muda ternyata salah. Tentu saja Saguna tidak ingin satu helikopter dengan pasangan bucin tersebut.


Bersambung ...


semoga suka dengan part ini, jangan lupa dukungannya yaa berupa like, vote, komentar, gift dan juga bintang 5 biar author makin semangat terus💪💪❤️ love you all