
Sesampainya dirumah sakit Max langsung keluar mobil dan berjalan sedikit cepat membuka pintu untuk Zoya lalu menggenggam tangan nya untuk segera memasuki rumah sakit.
Zoya merasa deg-degan karena ini baru pertama kalinya dia menemui keluarga Mexmar, Max melirik ke samping dan tersenyum hangat ke arah Zoya lalu berhenti menatap lekat manik mata milik Zoya, Zoya yang ditatap seperti itu merasa salah tingkah dan langsung mengalihkan pandangannya.
"Max, kenapa berhenti?" Tanya Zoya.
"Apa kau gugup?" Tanya Max memprediksi.
"Enggak!"
"Yaudah panggil aku dengan sebutan Sayang dimanapun berada! Apa kau ingat sayang?" Tanya Max dengan menaikkan satu alisnya.
"Max, kita dirumah sakit jangan bercanda ya!"
"Kenapa sih? Kan kita sudah resmi!"
"Hmm, iya sayang!" Jawab Zoya pasrah.
Max tersenyum lalu mengecup kening Zoya dan kembali menggandengnya menuju ruangan IGD. Zoya yang diperlakukan seperti itu langsung membelalakkan mata nya dan melihat sekeliling berharap tidak ada yang melihat mereka berdua, ternyata salah semua tatapan mengarah pada mereka namun Max hanya cuek sedangkan Zoya sudah malu dan menundukkan wajah nya.
Sesampainya di depan ruang IGD, terlihat ada Saguna, Volker dan yang lainnya. Bahkan juga ada Brees ayah kandung Max.
Brees tersenyum ke arah Zoya dan menaikkan tangannya lalu melambai ke Zoya agar Zoya segera mendekat kepadanya, Zoya yang melihat nya langsung segera mendekat dan duduk disamping Brees, lalu menyalim tangannya.
"Zoya, karena sekarang kau sudah resmi menjadi nona muda keluarga Mexmar! Maka kau harus bisa membiasakan diri dengan keadaan yang seperti ini dikeluarga kita, dan maafkan di acara kalian ayah gak bisa datang!" Ujar Brees lembut namun tetap saja aura nya sangat membuat Zoya bergidik ngeri.
"Iya ayah, Zoya pasti akan bisa membiasakan diri!" Jawab Zoya seadanya karena dia bingung harus menjawab apa lagi.
"Setelah dari sini, baru kita buat acara menyambut dirimu ya!"
"Menyambut diriku?" Tanya Zoya tidak mengerti.
Max tersenyum dan mendekat merangkul pundak Zoya, "Setiap ada keluarga baru di Mexmar pasti akan diadakan penyambutan, terlebih lagi nona muda Mexmar! Bukan begitu, Ayah?"
Brees tersenyum dan mengangguk, sedangkan yang lain juga ikut tersenyum namun langsung menunduk kembali menghargai Omar yang sedang berjuang untuk hidup nya.
"Max, kenapa mereka semua menunduk?"
"Itu salah satu tanda mereka menghormati paman Omar,"
"Paman Omar yang sedang berada di dalam?" Tanya Zoya lagi.
"Iya, dia ayah Saguna!"
Zoya mengangguk mengerti dan ikut menunduk kan kepalanya lalu berdoa agar nyawa Omar dapat terselamatkan. Saat mereka sedang membisu datang seorang wanita dengan menangis histeris memaksa agar dokter membuka pintu ruang IGD. Zoya kaget dan langsung mendekat.
"Bu, jangan menangis lagi mending kita berdoa untuk keselamatan paman Omar," ujar Zoya karena tidak mengetahui siapa wanita tersebut.
Namun karena wanita berusia lanjut tersebut menangis histeris meneriaki Omar sudah dapat dipastikan kalau ia adalah orang terdekat Omar.
"Dia sudah tua, tetapi tidak bisa menjaga dirinya! Dia selalu berujung disini, aku tahu aku bukan wanita yang selalu mendukung keinginan nya karena dia selalu menaruhkan nyawanya sendiri! Aku seorang istri yang tidak berguna," ujar wanita tersebut dengan histeris.
Saguna yang melihatnya langsung mendekat dan memeluk ibu nya, membawa nya kedalam dekapan terhangat Saguna, sebenarnya dahulu Saguna tidak ingin bergabung disini karena permintaan ibu nya, ibu nya tidak ingin kalau Saguna mengalami nasib yang sama dengan kakek dan ayah nya saat ini, namun Saguna tidak bisa membohongi hatinya, dia sungguh tertarik masuk kedalam dunia yang penuh dengan tantangan hingga tidak membuat dirinya dan hidupnya penuh dengan kebosanan.
"Guna, bilang sama ayah mu, agar tidak terus membahayakan dirinya!"
"Ayah kuat buk, bukannya ini sudah yang ke delapan kali nya dan ayah berhasil selamat? Guna janji sama Ibu ini terakhir kalinya ayah terancam nyawanya, guna akan lindungi ayah di masa depan!" Ujar Saguna menenangkan ibu nya.
"Ika, ini keteledoran diriku! Maafkan aku telah memisahkan kau dengan Lesya dan juga dengan suamimu!" Ujar Brees.
"Tuan besar, aku akan mengikhlaskan kepergian Lesya kalau kau bisa membunuh pelakunya! Dan untuk Omar aku yakin dia bisa selamat!" Ujarnya menunduk.
Suasana haru dipenuhi di depan ruangan, semua menganggap Omar sebagai ayah kedua mereka di keluarga Mexmar karena selain kejam dan tegas, Omar adalah panutan untuk mereka. Musuh selalu mengincar nyawa Omar dan Brees tapi lagi dan lagi hanya Omar yang terus bertarung mempertahankan nyawanya disebuah ruangan.
Di jauh sana terlihat seorang wanita berseragam SMA sedang menatap keruangan dengan air mata yang sudah penuh membanjiri wajahnya, ia adalah Elena adik dari Saguna. Ia tidak ingin mendekat karena pasti akan menambah suasana tidak terkontrol disana.
"Ayah, kau harus kuat dan selamat kalau ayah sayang sama Elena!" Ujar nya dengan terisak dan sesekali mengusap air matanya.
"Apa kedepannya aku terus begini? Selalu merasa akan kehilangan dua lelaki di hidupku? Ayah dan kak Saguna? Kenapa kalian memilih gabung di dunia itu dan menyerahkan nyawa kalian?"
"Aku mau belajar ilmu bela diri, dan ikut gabung agar aku bisa selalu bersama kalian!" Ujar Elena sambil mengusap air matanya dan berlari menuju mereka.
Saat dirinya sampai langsung menjadi pusat perhatian mereka semua, Elena menatap tajam ke arah Brees.
"Paman kalau kau sayang padaku, ijin kan aku bergabung bersama kalian!" Ujar Elena terang-terangan.
Semua yang mendengar terkejut begitupun dengan ibu nya.
"Enggak!" Jawab Saguna tegas.
"Kenapa kau ingin bergabung?" Tanya Brees.
"Karena aku ingin tau seasik apa dunia kalian, sampai ayah dan kak Saguna memilih kalian!" Jawabnya lagi.
Saguna yang mendengar nya langsung melepas pelukan pada ibunya dan mendekat ke Elena, menatap nya tajam.
"Apa kau sedang bermimpi? Ini bukan ekstrakulikuler di sekolah mu yang dengan gampangnya kau bicara seperti itu!" Tegas Saguna.
"Kak, kakak itu wanita tapi dia bisa ilmu bela diri sampai mengalahkan berbagai Negara, Elena juga pasti bisa kak! Elena bosan harus selalu merasakan ini saat salah satu dari kalian terluka, aku tau kakak sebelum gabung disini kakak terluka parah! Elena tau semua kak, dan ini keputusan final!" Ujar Elena dengan tegas juga.
"Aku tidak bisa menjawabnya Elena, lebih baik kau bicarakan dengan ibumu!" Jawab Brees.
"Bu, apa boleh dia bergabung tetapi selalu dibawah pengawasan ku?" Tanya Zoya karena melihat keseriusan seorang Elena.
"Apa nona muda bisa melindungi nya?" Tanya Ika.
Zoya mengangguk dan tersenyum, lalu ibu itu pasrah karena mau bagaimanapun kehidupan mereka selalu berputar di Mexmar.
Zoya menarik tanga Elena agar mengikutinya.
"Ikut aku!" Ujar Zoya pelan membawa Elena keluar dari rumah sakit.
bersambung ...
semoga suka dengan part ini ya🙏
di part sebelumnya saat Saguna pernah menolak untuk bergabung dan alasan nya ada di part ini, Elena ialah adik kandung Saguna yang nantinya akan menjadi rekan Zoya di Mexmar. Dan juga Fayza dan Verin nantinya akan gabung di Mexmar, mau tau kapan? ikutin ajaa ya. jangan lupa ya Verin adalah cucu sensei Hisao.
ikuti terus ya kisah mereka🙏 semoga tidak bosan.
jangan lupa dukungannya semuanya🙏
love you❤️