King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Pemakaman



Verin kembali memasukan ponselnya kedalam saku celananya, lalu melirik kebelakang melihat keberadaan Genta tetapi tidak mendapatkan dirinya.


Aku akan membalaskan dendam ini, sebesar apapun perasaanku padamu tetapi kau telah menghancurkan orang yang paling berarti dalam hidupku, mungkin nggak saat ini, tapi akan kupastikan kau akan menderita, Genta.


Verin menghapus air matanya lalu masuk kedalam rumah sakit mendekat ke kumpulannya.


"Kau darimana, Verin?" tanya Fayza.


"Keluar sebentar," jawab Verin.


"Jasad kakekmu telah dibawa kesini, dan akan dimakamkan bersama dengan pejuang lainnya untuk penghormatan terakhir kalinya," ujar Erlan.


Verin mengangguk dan tersenyum lalu ijin dan pergi keruangan Zoya.


Ceklek!


"Kau siapa?"


Verin menarik bahu lelaki tersebut hingga mengarah kepadanya, ternyata lelaki itu adalah Genta membuat Verin kehilangan kesabaran nya.


Bughh!


Mencengkram wajah Genta dengan kuat dengan tatapan tajam miliknya, Verin wanita yang ceria dan lucu itu sangat mengerikan saat ini.


Zoya memegang tangan Verin, Verin melirik ke Zoya, lalu Zoya memberikan syarat untuk melepaskan Genta tetapi dihiraukannya.


"Verin, lepaskan!" Ujar Zoya.


Zoya tidak memiliki tenaga saat ini, untuk bangkit saja susah dirasanya.


"Badebah ini pantas mendapatkannya, karena dia-"


"Aku sudah tau semua," ujar Zoya.


Verin menatap Zoya dengan menyelidik, lalu bergantian menatap Genta dan melepaskan tangannya.


"Maafkan aku, Verin!"


"Aku tau maaf aja nggak akan berarti, aku akan menyerahkan seluruh hidupku untuk mengabdi dan menjadi budak kalian!" ujar Genta.


"Apa kau berkata seperti itu kepada kakekku dulu? Hingga dia mempercayaimu sepenuhnya dan menyayangimu?" tanya Verin merendahkan.


"Verin, setelah semua membaik kita bicarakan semuanya, jangan gunakan tenagamu berlebihan untuk hal yang belum pasti kebenarannya, ya!" Ujar Zoya lembut.


Verin mengerutkan dahi nya melihat Zoya, "Maksud kakak apa?"


"Belum pasti kebenarannya, maksud kakak aku salah paham gitu? Aku tau hati kakak lembut tapi jangan mau dibodohin sama badebah itu!"


Genta melihat ke arah Zoya lalu, Zoya menganggukkan kepalanya menyuruh Genta keluar dahulu agar Verin tidak semakin emosi.


Verin mendekat atas perintah Zoya, namun dirinya masih sangat emosi saat ini dan berusaha meredamnya di depan Zoya.


"Bantu kakak untuk naik ke kursi roda ya, kakak mau lihat keadaan mereka,"


Verin langsung menyiapkan kursi roda dan membantu Zoya untuk duduk di atasnya. Setelah itu mendorongnya untuk mendekat ke ruangan mereka.


"Kak, kenapa nggak ada yang jagain kak Zoya di dalam?"


"Kalian tau lelaki tadi bisa saja melukainya! Dia lebih jahat dari iblis," ketus Verin terhadap mereka.


"Maksudmu lelaki tadi? emang dia siapa?" tanya Khansa.


"Dia penjahat, seharusnya kalian lebih hati-hati kalau aku tidak datang tadi kemungkinan kak Zoya bisa kenapa-kenapa!"


"Verin, hentikan!" perintah Zoya.


"Siapa lelaki tadi, Zoya? kau tidak apa-apa?" tanya Khansa khawatir.


"Nggak apa-apa!"


"Gimana keadaan mereka?"


Semua saling pandang, tidak tega dan juga tidak ingin Zoya kembali drop karena mendengar berita kematian itu, kehamilan nya akan terancam jika dia sampai drop kembali.


"Mereka baik-baik saja, kita terus berdoa untuk kesembuhan mereka ya," ujar Khansa berbohong.


Max dan Saguna sedang koma, bahkan dokter tidak tau kapan mereka akan sadar, dengan luka yang cukup parah. Tentu saja Zoya tidak boleh mengetahui hal itu untuk saat ini demi kebaikan dirinya.


Fayza mendekat dan memeluk Zoya.


"Mereka pasti baik-baik aja, jangan meragukan kekuatan mereka!" ujar Fayza.


"Sus, apa para jenazah sudah akan diberangkatkan?" tanya dokter.


"Sudah, dok!"


Zoya mendengar percakapan itu membuatnya khawatir dan menatap mereka dengan intens, yang ditatap semua gugup dan menunduk.


Bersambung ....


jangan lupa dukungannya terus ya gaes❤️