King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Siapa Max Sebenarnya?



Zoya terus berjalan hingga sampai di markas Max lalu berjalan pelan-pelan menyeludup masuk ke dalam saat situasi aman terkendali saat ingin berjalan lebih dalam lagi terdengar suara mobil dari luar baru saja tiba membuat Zoya panik dan berpikir keras dimana dirinya bersembunyi.


Zoya tidak menemukan satu pun tempat untuk bersembunyi disini karena masih lorong untuk masuk keruang utama, sedangkan di luar Saguna telah keluar dari dalam mobil dan bergegas masuk ke markas lalu mengunci pintu dengan rapat.


Terpaksa Zoya berlari cepat seperti kilat dan memasuki kamar yang tadi menjadi tempat dia di kunci oleh Max, Saguna melihat pergerakan cepat yang tiba saja menghilang membuat nya mengerutkan kening dan mencoba mencari apa yang dilihat nya tadi, pandangan Saguna menjadi liar mencari sesuatu yang mencurigakan namun tidak ia temukan.


Saguna tidak ingin membuang waktu lagi dan segera menuju ruang rapat utama, Zoya yang berada di dalam kamar merasa lega dan menghembuskan nafas nya dengan aman.


"Huffftt!! Hampir saja," ujar Zoya mengelus dada nya.


Ceklekk...suara pintu terbuka membuat Zoya membelalakkan mata nya dan kembali membuat diri nya hampir terkena serangan jantung, Max memasuki kamar itu yang ternyata adalah kamar pribadi Max.


Langsung Zoya bersembunyi di balik sofa yang ada dikamar itu sambil mengintip dan memantau keadaan, Max membuka baju nya yang memperlihatkan roti kotak-kotak milik nya dan kegagahan diri nya saat tidak mengenakan pakaian membuat Zoya kembali melototkan mata nya dan langsung menutup menggunakan kedua tangan nya.


Aduh, kenapa pakai acara buka baju sih! Apa dia gak malu dilihat sama orang lain, membuat mata ku ternodai saja, batin Zoya protes.


"Karena wanita sialan itu markas jadi berubah total begini! Warna hijau? Warna yang paling tidak kusukai, aku hanya menyukai warna merah darah milik lawan!" Ujar Max di depan lemari saat mencari baju yang akan dia kenakan.


Zoya meneguk salivanya gemetar.


Warna darah milik lawan?, Batin Zoya dengan kembali menatap Max diam-diam.


Kali ini aku yakin kalau dia beneran iblis psycopat yang emang diciptakan menjadi


pembuat masalah di bumi, maka nya bentukan dan sifat nya sangat tidak manusiawi, umpat Zoya dalam batin.


Max memakai baju khusus pasukan inti Mexmar untuk menyelamatkan Lien beserta topi yang membuatnya semakin terlihat sangat tampan dan begitu gagah, bahkan Zoya yang melihatnya saja terpana.


Max berjalan menuju laci yang terletak sebelah ranjang dan mengambil pistol andalan nya dan memasukkan di kantong celana khusus tempat pistol berada. Zoya tentu syok melihat Max memegang pistol itu dan pikiran Zoya sudah traveling sampai berbagai negara.


Max langsung keluar dan menuju ruangan rapat yang telah menunggu dirinya, di dalam ruangan telah terlihat Saguna duduk di kursi utama sebelah kursi Max membuat dirinya menyeringai melihat Saguna.


"Ternyata kau sangat menantikan kejadian ini, Guna?" Tanya Max.


"Apa begitu cara mu menyambut sahabat terbaikmu ini?" Tanya Saguna.


"Stop! Jangan membuatku mendepakmu dari sini," sungut Max


Semua telah berkumpul dengan pakaian yang sama dengan Max, semua telah menyiapkan semua keperluan dan alat yang harus dibawa sedangkan disisi lain Zoya menguping dari luar perkataan mereka dengan bersusah payah.


"Oke, langsung kita bagi tugas! Sesuai rencana yang dibuat Saguna, Volker memimpin tim lain nya, Amar umpan dan melabui penjaga depan seperti kemarin dengan berdagang buah, Sedangkan aku dan Saguna akan masuk saat penjaga tidak waspada!" Perintah Max dengan tersulut emosi kembali.


"Dan juga tugas Volker dengan tim datang saat darurat 1 berbunyi! Biar aku dan Max yang masuk ke dalam terlebih dahulu, jangan sampai gegabah hingga membuat Lien semakin terancam! Apa kalian mengerti?" Tanya Saguna.


"Mengerti!" Sahut semua dengan tegas.


Sebenarnya mereka membicarakan siapa? Dan apa yang ingin mereka lakuin! Aku harus mengikuti mereka kemanapun, batin Zoya.


"Lien sudah pasti akan mati disana karena kita telah sadis membunuh pasukan mereka beserta Zeyn kemarin! Kalau kita salah taktik saja maka nyawa Lien tidak akan selamat, kalau ada yang melakukan kecerobohan sedikit saja maka kalian lah yang akan mati di tangan Mexmar!" Ancam Max.


"Siap tuan muda!" Semua kompak menjawab.


"Sekarang kita berangkat! Volker dan yang lain menunggu dari jarak jauh, sedangkan aku dan Saguna akan masuk dari atap gedung pengintaian kemarin!" Ujar Max.


"Sekarang sudah pukul 8 malam, mari kita mulai sekarang!" Perintah Saguna.


"Siap Saguna!"


Semua bangkit dan langsung bergegas keluar dipimpin oleh Max dan Saguna. Zoya langsung bersembunyi kembali saat mengetahui mereka akan keluar, setelah mereka pergi semua pintu terkunci dari luar, membuat Zoya harus memutar ide untuk bisa keluar dari tempat itu.


Terlihat ada sebuah jendela kecil yang kemungkinan akan muat untuk dirinya, langsung Zoya buka dan memasuki tubuhnya ternyata ini bukan luar tetapi masih berada di dalam markas Mexmar yang sengaja di desain agar tidak ada penyusup.


Ternyata ada sebuah jendela lagi lalu Zoya mengintip keluar dan benar saja ini adalah pintu keluar nya membuat Zoya harus memanjat lagi dan keluar dari situ. Terlihat Max dan Saguna sudah berangkat duluan menggunakan mobil yang ternyata sudah banyak terparkir disitu, bahkan Zoya tidak mengetahui nya sama sekali.


"Apa sebenernya Max orang terpandang banget sampai harta nya begitu banyak?"


Saat Volker memberi arahan pada tim nya Zoya langsung menyusup masuk ke dalam bagasi mobil, dan tanpa waktu lama mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


"Aduh kapan sih mereka sampai nya, sesak aku di dalam ini!"


Setelah beberapa saat mobil terhenti dan semua penumpang nya telah turun dan mencari posisi masing-masing hingga membuat Zoya lega dan keluar dengan pelan-pelan.


Mengintip situasi yang terlihat mereka semua berdiri di balik tembok dan ada yang di dekat warung yang jaraknya lumayan jauh dari gedung besar tersebut.


"Tempat apa ini?" Tanya Zoya lalu mencari atap yang di bilang Max tempat pengintaian.


Setalah memutar namun tidak menemukan Max sama sekali, akhir nya Zoya memutuskan untuk masuk dengan memanjat tembok yang menjulang tinggi tersebut.


Max dari kejauhan sedang mengintai menggunakan teropong dan mata nya membulat saat melihat Zoya wanita yang menjadi budak nya sedang memanjat tembok Gerxas.


"Sialan! Kenapa wanita itu berada disana? Dan apa yang mau di lakukan nya?" Ujar Max dengan emosi dan khawatir.


"Wanita siapa?" Tanya Saguna lalu menarik teropong milik Max.


Saguna memperhatikan ternyata benar ada wanita yang berusaha memanjat tembok tinggi itu.


"Apa itu wanita yang dekat denganmu Max? Ternyata selera mu wanita tangguh, pantas saja!" Ujar Saguna tertawa.


"Bukan waktu becanda! Dia bisa ikut tewas jika kita tidak mulai sekarang juga!" Ujar Max.


"Perhatiannya! Sejak kapan kau memikirkan nyawa seseorang terlebih lagi itu wanita dan bukan dari keluarga Mexmar?" Tanya Saguna menggoda.


"Cih...sialan kau Saguna! Sini tali nya!"


Max langsung merebut tali lalu mengikat ke tubuh nya dan turun menggunakan jendela gedung sebagai pijakan, tali yang khusus di rancang untuk digunakan saat waktu seperti ini.


Sedangkan Max masih tertawa lalu menyusul turun mengikuti Max.


bersambung ...


hai guys mohon dukungannya buat karya ini


Jangan lupa


like


komentar


vote


gift


bintang 5


dan favorit biar tidak ketinggalan update terbaru authorrrr.


Terimakasih semua I love you all.


nih author mau ngerekomendasikan novel yang juga menarik, silahkan mampir