King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Berlatih Perasaan



Setelah mengebut dijalanan akhirnya Zoya telah sampai di markas Max, Zoya langsung keluar mobil dan melepas kacamata nya, lagi dan lagi para anak buah Mexmar masih terpana dengan pesona yang dikeluarkan oleh Zoya.


"Hai nona muda, apa ingin bertemu dengan tuan muda?"


"Berhenti sebut aku nona muda, panggil aku Zoya!" Perintah Zoya dengan tersenyum dan segera masuk ke dalam.


"Volker, aku seperti melihat nyonya besar ada di tubuh Zoya!" Ujar Amar.


"Itulah yang aku rasakan pertama kali melihat wanita itu! Aku kagum pada nya seperti aku kagum pada nyonya besar, namun nama nyonya besar hanya menjadi kenangan sekarang!" Ujar Volker menunduk.


"Semoga generasi nyonya besar diteruskan oleh nya dan bernasib baik,"


semua masih asik membicarakan Zoya dengan kagum, sedangkan Zoya yang telah masuk ke dalam tidak mendengar nya dan bertatapan dengan Lien lelaki yang telah ia selamat kan.


"Terimakasih untuk pertolongan mu nona muda!" Ujar Lien membungkuk memberi hormat.


"Hei, tidak perlu seperti itu!" Ujar Zoya menyeimbangkan dengan Lien.


Zoya merasa tidak pantas karena Lien sangat lebih tua dari diri nya, tidak sepantasnya melakukan seperti itu.


"Aku hanya berharap nona muda sabar menghadapi tuan muda karena sebenarnya dia menyukai dirimu!" Ujar Lien dan pamit undur diri.


Lagi dan lagi perkataan itu ia dengar dari anggota Max, Zoya tidak percaya karena sebenarnya Zoya hanya budak bagi Max.


"Kalau dia menyukai ku tentu dia tidak akan melukai ku dengan menamparku bukan?" Tanya nya pada diri sendiri dengan lesuh.


Zoya langsung berjalan menuju ruang utama yang sudah ada Max dan Saguna duduk disitu, Zoya pun menghampirinya.


"Pagi, bos tampan," Sapa Zoya.


"Ternyata kau masih ingat perkataan ku, baguslah karena waktu belum lewat dari 7 menit jadi kau ku perbolehkan berlatih denganku!" Ujar Max dan meninggalkan tempat itu.


"Hei, semangat nona muda, aku mendukungmu!" Ujar Saguna dengan lucu.


"Terimakasih," jawab Zoya dan langsung mengikuti Max dari belakang.


Kenapa semua penghuni markas ini kecuali Max memanggilku dengan sebutan nona muda, kenapa gak panggil aku Zoya aja, apa emang ada peraturan nya seperti itu? Batin Zoya kebingungan.


Sampailah mereka di sebuah lapangan yang tidak terlalu besar.


"Langsung aja, aku gak punya banyak waktu!" Ujar Max datar sambil menyelidiki pipi Zoya yang bekas ia tampar kemarin dan ternyata masih ada bekas nya sedikit walau tidak terlalu jelas membuat diri nya melemah.


Zoya langsung mengeluarkan jurus nya yang di ajarkan sensei menendang dada dengan kuat dan kembali menendang kaki Max hingga Max tersungkur jatuh, membuat Zoya kaget.


Ternyata sangat mudah mengalahkan nya, kalau begitu aku gak perlu berlatih dengan nya kalau begini, batin Zoya meremehkan.


Max langsung menatap Zoya dengan tajam dan melayangkan pukulan tepat di wajah Zoya dan berhasil di tahan Zoya walau harus mundur beberapa langkah dan memukul keras lengan Max ke atas lalu memukul wajah Max dengan sangat kuat hingga membuat Max meringis.


"Ternyata berlatih hanya alasan mu agar bisa menghajar ku bukan?" Tanya Max.


"Tentu tidak, aku benar ingin berlatih dengan mu!"


Max langsung menghilangkan pikiran nya tentang pipi Zoya dan kembali fokus melatih Zoya agar dia bisa semakin kuat lalu bisa melindungi diri nya di manapun dia berada.


Zoya kembali menyerang namun tangan nya dapat di tahan oleh Max lalu di tarik kedepan agar Zoya mendekat dan memutar badan nya lalu tangan Max menyilang keleher Zoya seperti mencekik dengan posisi Zoya membelakangi Max.


"Kalau kau kalah besok, maka kau harus siap aku buang ke benua lain!" Bisik Max.


Zoya langsung memegang tangan Max menggunakan tangan satu nya lagi dan kembali memutar tubuhnya bersamaan denfan memutar tangan Max lalu meninju kembali wajah Max namun berhasil di tangkap oleh Max.


"Kalau kau merusak wajahku, maka hidup mu juga akan tidak aman!"


Zoya hanya menatap Max tajam dengan kedua tangan Zoya yang berhasil di tahan oleh Max, tiba saja turun hujan deras membasahi mereka berdua namun tatapan itu tidak beralih sedikitpun.


Max langsung melepas tangan nya dan menutupi kepala Zoya menggunakan tangan nya, sedangkan Zoya hanya memperhatikan dan terus menatap Max namun dengan tatapan hangat.


Max ikut menatap Zoya tetapi dengan tatapan yang sangat sulit di artikan, seolah dari pancaran mata nya mengatakan maafkan aku Zoya.


"Latihan nya cukup, ayo masuk!" Ajak Max sambil menuntun Zoya dengan posisi masih menahan hujan dengan tangan nya agar tidak jatuh tepat di kepala Zoya.


"Kenapa kau perhatian pada budakmu?" Tanya Zoya menusuk.


"Kenapa kau sangat tidak tahu diri, di baikin malah ngelunjak! Masuk dan ganti bajumu menggunakan bajuku di dalam kamar, CEPAT!" perintah Max.


Zoya tidak menanggapinya dan masuk ke dalam sedangkan Volker yang melihat Zoya dengan baju yang basah langsung menawarkan untuk pergi ke ruang penghangat yang ada di dekat kamar Max.


Zoya langsung mengangguki nya dan menuju ke dalam kamar Max, melihat di lemari apa yang harus ia pakai, namun semua hanya pakaian pria.


"Aku harus pakai apa? Kenapa dia memaksaku memakai pakaian nya! Gak mungkin aku keluar dilihat semua orang memakai pakaian Max, mau di letak dimana wajahku?" Protes Zoya.


"Mending aku pulang aja!"


Zoya langsung berlari ingin keluar kamar namun tertabrak tubuh tegap dan kekar milik Max yang menatap nya tajam.


"Mau kemana?"


"Mau pulang, kau gak punya baju perempuan gimana aku mau memakainya?" Tanya Zoya.


"Ikut sini!" Ajak Max dan menarik tangan Zoya untuk masuk ke dalam kamar mandi , dan mengambilkan baju kaos milik nya yang berukuran besar agar bisa dipakai nya.


"Nah, cepetan ganti!" Perintah Max.


"Kau keluar lah, bagaimana kita satu kamar dalam keadaan seperti ini," protes Zoya.


"Aku nunggu di sini, cepatan ganti atau...!" Ucapan Max terpotong karena Zoya telah masuk ke kamar mandi dan menguncinya.


"Cih, dia mikir apa?" Sungut Max.


Setelah beberapa saat Zoya telah keluar dan juga melihat Max yang telah berganti baju, Max menatap Zoya dari atas ke bawah membuat Zoya bergidik ngeri.


"Hei, jangan tatap aku begitu ya," protes Zoya.


Zoya memakai kaos milik Max yang ditubuh nya menutupi sampai separuh paha nya, Max langsung menuju lemari dan mengambil jas nya agar menutupi tubuh Zoya agar tidak terlalu menantang.


Max mendekat dan memakai kan jas itu ketubuh Zoya membuat Zoya terpana akan perlakuan lelaki di depannya, lalu langsung menuntut Zoya keluar kamar, semua pasang mata menuju pada mereka berdua.


Zoya sangat malu dan geli sendiri rasa nya ingin melepas tangan Max dari bahu nya karena dia bisa jalan sendiri tanpa di tuntun tetapi jika Zoya melakukan nya pasti lelaki itu akan marah lagi padanya.


"Nona muda selamat ya!" Ujar Volker dengan tertawa.


"Dijaga tuh Max nya Zoya, bucin akut sama dirimu!" Teriak Saguna tertawa.


Max langsung menatap tajam mereka semua hingga terdiam, dan menatap Zoya dengan tatapan itu juga membuat Zoya mengerutkan keningnya.


"Kenapa? Aku salah apa?"


"Jangan lihatin mereka!"


"Hmm, oke."


Sampai di dalam mobil Max langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang, seketika saja Max menyukai suasana seperti ini terlebih lagi ada wanita itu di samping nya membuat senyuman terukir tipis di wajah Max.


Bersambung ....


hai guys jangan lupa dukungannya yaa berupa like, komentar, vote, bintang 5, gift dan juga favorit biar gak ketinggalan episode terbaru.


terimakasih semua love you❤️❤️🥰