King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Hamil?



"Fayza, akhirnya kau sadar juga," ujar Zoya dengan mata yang berkaca-kaca.


Namun Fayza menatap semua dengan tatapan datar lalu melihat sekeliling ruangan hanya terlihat Zoya dan Geisha.


"Zoya," panggil Fayza dengan suara kurang jelas.


"Iya,"


Zoya mendekat, saat Fayza ingin bertanya tentang Saguna, namun pintu terbuka dan memperlihatkan Saguna dengan mata berbinar lalu mendekat memeluk Fayza.


Deg!


Fayza terpaku bahkan tidak dapat berkata apapun.


"Terimakasih sudah berjuang," ujar Saguna.


Lalu Saguna melepas pelukannya menatap Fayza tersenyum yang baru Fayza melihat nya hari ini. Bahkan Fayza untuk berkata saja tidak mampu.


Geisha melihat mereka berdua seperti merasakan sakit, ntah kenapa Geisha merasakan perasaan itu karena sebenarnya Geisha menyukai Saguna, karena dari masa kecil mereka saling menyukai. Dan perasan itu tetap ada sampai sekarang namun Geisha berusaha melupakan Saguna.


"Kau harus sehat, karena aku ada kejutan untukmu," ujar Saguna.


"Kejutan?" Tanya Fayza.


"Benar,"


"Aaaahhh Fayza, akhirnya kau masih hidup! Dan aku tidak bingung bilang ke bonyok mu," ujar Khansa mendekat dan memeluk Fayza.


Zoya yang mendengar omongan Khansa langsung menoyornya, "Fayza masih butuh istirahat, keluar!"


"Zoya, sabar dong!" ketus Khansa.


Fayza hanya tersenyum, dia belum memiliki tenaga apapun untuk berkata banyak atau bahkan membalas omongan Khansa.


"Fayza, kau harus sehat!" paksa Khansa.


"Kenapa? Biar lihat sepasang kekasih baru?" tanya fayza.


"Ha? Siapa?" tanya Khansa.


"Kau sama Erlan," jawab Fayza datar.


Khansa membalalakan matanya, "Bahkan arwahmu selalu bergentayangan dekat ku ya?"


Zoya kesal langsung menggeret Khansa dengan menarik kerah bajunya agar keluar dari ruangan itu, "Fayza butuh istirahat!"


"Zoyaa, aku belum siap bicara sama Fayza!"


"Dia bisa stres bicara samamu terus,"


Saguna hanya menggeleng melihat mereka berdua, sedangkan Fayza tertawa kecil.


"Kau istirahat ya, kau baru juga sadar! Jadi kau perlu tenaga untuk bergabung dengan teman konyol mu!" perintah Saguna.


Fayza mengangguk dan juga masih tidak percaya dengan apa yang dilihat nya saat ini. Setelah kepergian Saguna, Geisha mendekat.


"Fayza, kau harus banyak istirahat dan jangan banyak pikiran! Sebentar lagi kau akan di pindahkan keruangan lain," ujar Geisha.


"Makasih banyak, Geisha!" jawab Fayza dengan tersenyum.


Geisha mengangguk lalu pamit keluar dan meninggalkan Fayza sendiri diruangannya.


"Kak," panggil Geisha.


"Iya," jawab Erlan mendekat.


"Karena Fayza sudah sadar, tugas Geisha sudah selesai nanti digantikan dengan dokter yang lain!"


"Jadi kau mau pulang?" Tanya Erlan.


Geisha mengangguk.


"Yaudah, kakak antar ya!"


"Hati-hati ya, Geisha!" ujar semuanya.


Anggota Gerxas juga akan kembali ke negara Y mengatur strategi perang selanjutnya, karena sebentar lagi mereka akan menyerang Gerxas habis-habisan. Tinggallah Zoya, Khansa, Erlan, Max, dan Saguna.


"Max, apa sebaiknya kau dengan Zoya dan juga Khansa kembali ke negara Y duluan?" tanya Saguna.


"Nggak!" Jawab Zoya dan Khansa bersamaan.


"Lebih baik kalian saja yang kembali, biar aku dan Zoya yang menjaga Fayza!" ujar Khansa.


Erlan yang mendengar nya langsung menoyor kepala Khansa, "Gaya banget, kau anak kecil!"


"Apaansih, nggak sopan banget! Jauh-jauh, buat mood orang rusak aja," ketus Khansa.


"Terserah ku," jawab Erlan datar.


Khansa memutar bola matanya malas.


"Kami mau pulang jika Fayza juga udah bisa pulang kembali ke negara Y," jawab Zoya.


"Yaudah terserah kalian," jawab Saguna.


"Sayang, lapar!" ujar Zoya.


"Yaudah kita cari restoran sekitar sini,"


"Aku maunya kamu yang masak!" rengek Zoya.


Khansa mengerutkan keningnya melihat tingkah Zoya seperti itu, karena nggak biasanya.


"Kamu bercanda?" tanya Max.


"Enggak, aku serius!"


Zoya merasa kembali mual, lalu langsung berlari ke kamar mandi dengan cepat, Max yang melihat nya langsung mengejar Zoya takut istrinya kenapa-kenapa.


"Zoya hamil?" tanya Khansa.


Saguna dan Erlan yang mendengar nya terkejut dan saling menatap.


"Emang orang hami begitu ya?" Tanya Saguna.


"Kalau aku perhatikan sih iya, kalau benaran akhirnya aku bakal jadi ounty!" ujar Khansa dengan gembira.


"Pasti kalau Fayza tau dia bakalan senang nih," ujarnya lagi dan ingin masuk ke dalam.


Lalu tangannya di tarik oleh Erlan, "Fayza harus istirahat, lagian belum tentu juga Zoya hamil."


"Iya sih, yaudah periksa aja! Karena kita masih di rumah sakit," usul Khansa.


Erlan dan Saguna mengangguk menyutujuinya omongan Khansa.


"Sayang, kau kenapa?" Tanya Max.


"Nggak tau, rasanya mual banget!"


"Kamu bauk banget, awas ih!" usir Zoya.


Max mencium tubuh nya, nggak ada bauk sama sekali.


"Nggak bauk sayang, wangi ha!"


Huekk!


"Sanaaa!" usir Zoya lagi.


Akhirnya Max menurut dan menjauh dari Zoya dengan wajah kesal.


Bersambung ....


hai guys terimakasih untuk yang sudah mendukung karya ini ya🥰 kalian semua hebat 💪 love you all❤️