King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Kehadiran Zoya



Setelah tidak menemukan apapun akhirnya Zoya segera memakai jaket dan kacamata hitam kesukaannya lalu mengambil kunci yang tergantung ternyata begitu banyak kunci, sekitar empat kunci mobil. Zoya bingung lalu memilih salah satu yang mencuri perhatian nya.


Berlari menuju garasi mobil dan menghidupkan alarm yang ada dikunci untuk mengetahui mobil mana yang akan di bawa nya, ternyata Lamborghini Bewarna putih.


Zoya langsung memasuki nya dan melajukan mobil itu hingga membuat seluruh pasang mata menatap diri nya, Zoya hanya acuh karena dirinya tidak mengenal siapapun di negara ini kecuali sensei dan Verin.


Di depan lampu akan berganti merah membuat nya menyeringai lalu menyalip mobil di depan nya dan melajukan mobil nya lebih cepat hingga lolos dari lampu merah yang akan membuat nya kesal menunggu.


Tanpa butuh waktu lama Zoya telah sampai di tempat yang dikirim oleh Max hingga membuat seluruh anak buah Max terpana melihat kedatangan Zoya yang baru saja keluar dari mobil, Sedangkan Volker yang telah mengetahui siapa wanita itu hanya tersenyum membayangkan apa yang terjadi pada tuan muda nya dengan wanita itu.


Zoya berjalan mendekat ke lelaki yang bertubuh tegap dan lebih besar dari dirinya.


Kenapa lelaki disini memiliki tubuh yang sama semua, apa mereka sebenarnya pegulat tinju, batin Zoya.


"Hai! Apa aku bisa bertemu dengan lelaki payah disini?" Tanya Zoya.


Volker yang mendengar nya lantas tertawa dan semua tatapan menuju pada nya.


"Apa yang kau maksud dengan lelaki payah, nona?" Tanya Amar.


"Kenapa kau bisa sampai sini? Apa kau tidak takut datang sendiri kesini nona?"


"Kenapa aku harus takut? Karena tubuh kalian lebih besar dariku gitu?" Tanya Zoya meremehkan.


"Hei! Mana teman payah mu itu, tolong panggilkan buat apa dia menyuruhku kesini! Aku gak punya waktu lama," ujar Zoya kepada Volker.


"Oh kau mengenalku, nona!" Tanya Volker dengan masih tertawa.


"Tuan muda... Eh maksudnya lelaki yang kau cari berada di dalam silahkan masuk nona!" Perintah Volker.


"Baiklah!" Zoya langsung masuk dan menatap tajam para lelaki itu.


"Hei, kenapa kau terus tertawa Volker? Dia siapa, kenapa berani kesini dan menyebut tuan muda lelaki payah?" Tanya Amar.


"Dia wanita yang akan menjadi nona muda kita di Mexmar!" Bisik Volker.


Semua yang mendengar nya langsung terkejut dan membalikan tubuh mereka menatap punggung Zoya yang telah masuk jauh kedalam dengan tatapan tidak percaya.


"Apa kau yakin, Volker?" Tanya yang lain.


"Tentu! Kalau untuk waktu nya aku belum tahu karena mereka masih saling membenci!" Ujar Volker dengan tenang.


"Tapi pantas saja selama ini tuan muda tidak mengenal cinta dan mengenal wanita! Ternyata tipe nya yang sama keras dengan nya, kalau benar saja dia menjadi nona muda kita bukankah mereka akan saling bekerjasama menindas kita terus menerus?" Tanya Amar dengan frustasi.


Volker hanya tertawa lalu bangkit berdiri.


"Yang pantas sama tuan muda hanya dia Amar! Kita berdoa saja semoga mereka segera saling mencintai!" Ujar Volker dan segera masuk ke dalam.


"Bener sih! Aura wanita itu sangat berbeda, aku saja yang baru menemuinya tidak berani berkutik atau mengusirnya dari sini!" Ujar yang lain nya.


...----------------...


Di dalam markas Max.


Zoya mencari kesana kesini keberadaan lelaki payah dan menyebalkan itu namun tidak menemui nya.


"Tempat apa ini? Kosong gini dan mengerikan! Bagaimana mereka bisa bertahan di tempat seperti ini! Aku sepertinya harus merombak tempat ini agar terlihat hidup!" Ujar Zoya dengan ide cemerlang nya itu.


"Ngapain kau berdiri disitu? Apa kau mau aku memberi kau hukuman agar kau menurut kepadaku?" Tanya Max yang berdiri tidak jauh dari nya.


"Eh, lelaki menyebalkan ada apa kau menyuruhku datang kesini?"


"Apa lelaki menyebalkan? Apa kau belum pernah jatuh dari lantai 10?" Tanya Max.


Zoya meneguk saliva nya dengan gemetar, "Lalu aku harus memanggilmu apa?"


"Tuan tampan!" Ujar max datar dan langsung duduk di sofa yang tidak jauh dari tempat nya berdiri.


"Kenapa? Mau protes dan jatuh dari lantai 10?" Tanya Max.


"Atau aku pasangkan kau kalung anjingg biar kau menurut kepadaku?" Tanya Max.


"Baiklah, tuan tampan!" Ujar Zoya dengan emosi yang sudah menggumpal di hati nya.


"Tugas mu melayaniku! Dan membuat tenang suasana hatiku kalau kau melakukan kesalahan maka kau harus membayarnya dengan hukuman yang kuberikan! Dan jangan banyak bertanya atau berbicara yang tidak penting!"


"Apa kau tuli? Kenapa tidak menjawab pembicaraanku?" Tanya Max dengan menatap tajam Zoya.


"Bukankah, tuan tampan sendiri yang bilang jangan banyak berbicara yang tidak penting!" Ujar Zoya dengan menekankan perkataannya.


"Kauu! Sudahlah lakuin sekarang." Perintah Max.


"Apa yang harus kulakukan?"


"Pijati tubuhku!"


"Ha, kenapa aku?"


"Masih ingin bertanya?" Tanya Max dengan tajam.


Zoya dengan kesal berjalan mendekat kepada Max dan memijat nya dengan kuat.


"Lakukan dengan benar kalau kau tidak ingin ku buang!"


Zoya langsung memijat nya dengan pelan-pelan hingga membuat tangan nya sangat pegal, ia melakukannya telah sekitar 60 menit lalu melirik ke arah Max yang ternyata telah tertidur dan menjauhkan diri nya dari Max.


Zoya menatap kembali ruangan ini dan seluruh rumah ini, datanglah Volker dari arah belakang mendekat kepada Zoya.


"Apa ada yang kau perlukan, nona?"


"Apa kau bisa membantuku, untuk mendekor ulang ruangan yang menyeramkan ini?"


"Untuk apa kau repot-repot mendekornya?"


"Emang tidak boleh?" Tanya Zoya.


"Boleh aja, kalau buat nona muda apa yang tidak boleh!"


"Panggil aku Zoya aja!"


"Kau tulis saja apa yang ingin kau beli! Biar mereka yang membeli nya nona muda!" Ujar Volker menunjuk lelaki yang berada di depan tadi.


"Oke, terimakasih ya!" Ujar Zoya lalu menuliskan semua yang dia butuhkan dan memberikan nya kepada Volker.


"Kau tunggu sebentar ya nona!"


Volker langsung bergegas kedepan dan menyuruh mereka membeli nya untuk Zoya.


Zoya merasa senang karena sebentar lagi ini tidak akan menjadi tempat yang menyeramkan lagi.


"Emang ya lelaki ini semua gak ada yang mengenal seni sedikitpun!" Ujar Zoya lalu mendekat ke sebuah photo yang terpajang.


"Oh pria ini bernama Max! Ini pasti ayah dan ibu nya, cantik banget ibu nya pasti baik hati tidak seperti anak nya yang menyebalkan!" Ujar Zoya lalu duduk di kursi dan meletakkan kepala nya di meja berhadapan oleh Max.


Lalu Zoya mengambil ponsel nya dan meriksa WhatsApp ternyata tidak ada satupun pesan dari sahabatnya, mereka bertiga memiliki impian masing-masing yang berbeda, saat ini Khansa telah menjadi perancang busana terkenal di negara Y sedangkan Fayza ikut membangun usaha ayah nya dan bekerja Sebagai direktur di perusahaan ayah nya yang berputar di bidang industri. Sedangkan Zoya selalu berkeliaran di negara orang untuk mencari kesenangan nya sendiri dan menambah pengalaman, Zoya sangat bosan jika harus bekerja seperti sahabat nya dia memiliki impian tersendiri. Walaupun saat ini impian nya malah dirusak oleh kehadiran Max yang selalu menyusahkan nya.


Bersambung...


Hai guys author minta dukungannya yaa buat karya kedua authorrrr.


author ucapkan beribu terimakasih kepada yang sudah ikut mendukung karya ini! dukungan bisa berupa like,komentar,vote,hadiah, bintang 5. intinya mohon dukungannya yaa semua!


love you all