King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Hal Terindah



Setelah lampu menyala Zoya di buat terkejut tetapi hati nya gembira karena indah nya tempat itu, saat Zoya kembali berjalan dan tanpa sadar menginjak sebuah tombol lagi dan keluar tulisan di depan nya Will you marry me, Zoya.


Dan seketika itu nafas Zoya hampir berhenti karena terkejut dengan tulisan itu, Zoya mencari keberadaan seseorang yang telah membuat ini di sekitar namun tidak terlihat.


"Apa ada orang disini? Ini maksudnya apa?" Teriak Zoya.


Teriakkan Zoya kembali membuat seluruh ruangan berubah warna menjadi hangat dan mengeluarkan kembali tulisan I LOVE YOU, ZOYA.


Zoya sungguh terharu, tetapi batin nya tidak percaya dengan kejadian ini.


Apa ini ulah Max? Tetapi mana mungkin lelaki seperti dia bisa seromantis ini! Apa ada yang menyukaiku secara diam-diam?, Batin Zoya.


Zoya kembali melangkah agar mengetahui kejutan apa lagi yang terpampang di depan.


Saat kaki nya melangkah dan seketika itu lelaki keluar dari tempat persembunyiannya dengan gagah nya menghampiri Zoya dengan senyuman terbaiknya.


Langkah Zoya terhenti dan terpaku dengan pemandangan indah di depan nya, hingga tiba Max di depan nya Zoya masih terdiam dengan wajah tidak percaya.


"Will you marry me, Zoya?" Tanya Max dengan gagah dan juga lembut.


"Apa aku mimpi?" Tanya Zoya tidak percaya.


Max melenguh dan mengeluarkan cincin lain untuk dipakaikan di tangan Zoya.


"Apa kau ingin menjadi kekasihku?" Tanya Max sekali lagi.


"Apa kau mencintaiku, Max?"


Max mengangguk lalu memegang kedua tangan Zoya, "Maafkan sikapku yang kurang baik dari awal kita bertemu, dan aku sekarang baru menyadari kalau aku mencintaimu, dan aku mau kau menjadi istriku setelah kembali dari negara ini!"


"Maafkan sikapku yang tidak bisa romantis seperti yang kau inginkan, tetapi aku mencintaimu aku ingin Sekarang dan seterusnya kau terus menemani aku sampai akhir perjuangan hidup ini, apa kau sanggup?"


"Dan kali ini aku gak akan memaksakan kehendak ku padamu lagi, kau boleh memilih ku atau ti.."


"Aku mau, Max!" Ujar Zoya memotong pembicaraan Max.


Max langsung berbinar dan menatap Zoya sangat dalam dan kembali Zoya mengangguk kan kepalanya pertanda setuju.


Max tersenyum lalu memakai kan cincin itu di jari Zoya dengan sangat lembut, tidak seperti pertama kali nya dengan kasar dan memaksa.


Zoya terus tersenyum walau sebenarnya dia menahan sekali agar senyuman itu tidak muncul dan berusaha biasa aja tetapi sungguh tidak bisa, Zoya terpesona dengan perlakuan lelaki di depan nya.


Setelah memasangkan cincin itu Max langsung membawa Zoya ke dalam pelukannya dan dengan senang hati Zoya membalas pelukan Max.


Setelah itu Max melepaskan pelukan nya dan menarik tengkuk leher Zoya lalu langsung melumatt nya dengan sangat lembut, Zoya sangat terpaku akan kelembutan Max hari ini dan dia pun langsung membalas melumatt. Hingga terjadi lah saling melahap dalam waktu yang cukup lama.


Di luar ada Erlan, Khansa dan juga Geisha yang sangat terbawa perasaan dengan adegan di depan mereka.


"Gak nyangka ya, Max bisa seromantis itu! Kayak nya lucu juga punya pasangan yang kayak gitu!" Ujar Khansa dengan memegang pipi nya melihat mereka gemas.


Erlan menatap Khansa dengan tatapan yang tidak dapat di artikan, "Asal kau tahu dia bisa romantis begitu berkat aku, jadi terimakasih lah padaku!"


Mereka berdua langsung melirik ke Erlan, "Serius?" Tanya mereka sontak berdua.


"Ya iyalah, gak lihat nih pipi ku biru habis dihajar nya karena gak mau ngajarin dia cara agar bisa romantis!"


Sontak mereka berdua tertawa terbahak-bahak karena kekonyolan mereka berdua.


"Jadi dia sangat berjuang ya?" Tabga Geisha.


"Jelas, itu kata-kata nya juga ada yang dia ubah, karena terlalu geli dengan perkataan yang ku kasih tau ke dia! Emang dasar Mafia bucin tapi bingung karena sebelumnya gak pernah interaksi sama wanita!"


"Tapi aku salut deh sama Max, aku yakin kalau dia emang benar mencintai Zoya, dan aku harap Zoya tidak akan merutuki masa lalu nya dan Max bisa membawa Zoya ke kehidupan yang lebih cerah lagi!" Ujar Khansa tersenyum haru.


"Iya Khansa, aku juga melihat nya seperti itu! Dia berusaha banget buang sifat egois, kasar, dan dingin nya di depan zoya demi bisa membuatnya bahagia!" Ujar Geisha.


"Geisha, kau kan seorang dokter dan umur mu juga sudah pantas untuk memiliki kekasih, kenapa kau juga tidak menikah?" Tanya Khansa blak-blakan.


"Dan kita seumuran, kenapa kau juga belum menikah?" Ketus Geisha


"Karena aku belum menemukan lelaki impianku," jawab nya polos.


"Yaudah, tuh sama kakak ku aja lagian dia juga jomblo!" Ujar Geisha asal.


"Gak ah, dia seorang Casanova!" Bisik Khansa lalu mereka berdua tertawa.


Yang di ceritakan hanya menatap mereka berdua dengan tatapan tajam lalu kembali menatap ke arah Zoya dan Max dengan tatapan sendu.


Aku menyukaimu Zoya sejak kita pertama bertemu, tetapi Max lebih berarti bagiku dan aku tidak ingin dia kembali terpuruk mengingat masa kecil nya dan semoga kau juga bisa membawa Max ke dalam kehidupan yang lebih cerah, batin Erlan dengan tersenyum nanar.


"Kalau gitu, aku pulang duluan!" Ujar Erlan dan langsung meninggalkan mereka berdua.


Mereka langsung menatap kepergian Erlan dengan tidak wajar.


"Kak, kenapa terlalu cepat?"


"Banyak pekerjaan!" Jawab nya tanpa menoleh.


Sedangkan di dalam Max dan Zoya masih saling melakukan perlahapan dengan panas, lalu Zoya melepaskan nya dan menatap Max dengan sangat dalam.


"Aku siap jadi wanitamu, aku siap selalu berada di sampingmu untuk keadaan apapun!" Ujar nya dengan tersenyum.


"Terimakasih," jawab Max.


"Untuk apa?"


"Karena gak benar-benar pergi meninggalkan ku!" Jawab nya lagi.


Zoya hanya tersenyum.


Drrttt...drrrtttt...drrrtt


Ponsel Max berbunyi ada video call dari Saguna.


Dia melenguh dan tidak ingin menjawab nya tetapi Zoya menahan nya dan mengambil ponsel tersebut lalu mengangkat nya.


Terlihat Saguna yang sedang tertawa.


"Hai, Zoya! Selamat atas lamaranmu dan selamat datang menjadi nona muda!" Ujar Saguna.


"Hai nona muda Mexmar, jika kau datang kesini akan ku ajarkan ilmu bela diri yang belum kau kuasain sebagai hadiah pernikahan kalian nanti!" Ujar Volker.


Zoya hanya tertawa sedangkan Max hanya menatap dengan tatapan datar.


"Hai, nak!" Sapa Brees.


Zoya hanya menatap bingung kepada yang menyapa nya barusan dan menatap Max untuk memberi tahu siapa pria yang sudah berusia lanjut tersebut.


"Itu Ayah,"


"Hai, paman," sapa Zoya.


"Kenapa paman? Panggil aku ayah, karena kau akan menjadi putriku! Selamat bergabung di Mexmar jalur pernikahan!" Ujar Brees dan semuanya tertawa.


"Kenapa kalian tertawa?" Tanya Brees.


"Gak ada, tuan besar!" Jawab mereka semua dengan menahan tawa nya.


Zoya hanya tersenyum melihat mereka.


"Iya, Ayah!" Jawab Zoya dan melirik ke Max yang juga sedang menatap nya.


"Seminggu lagi akan kita adakan acara pernikahan mu dengan Max, jadi bersiap-siaplah!"


"Seminggu lagi?" Tanya Zoya kaget.


"Iya, kenapa apa kau tidak suka menikah denganku?" Tanya Max dengan ketus.


"Bukan, apakah itu tidak terlalu cepat, Max?"


"Itu sudah paling lama!"


"Yaudah ya Zoya, kami bisa penyakitan liat kebucinan dan kemesraan kalian berdua nanti! Selamat berbahagia," ujar Saguna dan mematikan video call nya.


Max merebut ponsel itu dan menarik tangan Zoya untuk duduk di kursi dan menarik kursi untuk Zoya, dan dia duduk di depannya.


"Ini semua adalah makanan kesukaan mu kan?" Tanya Max.


Zoya mengangguk, "Kenapa kau bisa tau?"


Zoya langsung mengerti, "Ini pasti rencana Khansa ya?"


"Ini rencana ku, hanya saja dia adalah tim sukses ku!"


"Tapi apapun itu, makasih ya!"


"Makasih buat apa?" Tanya Max.


"Karena kau berhasil membuat ku bahagia hari ini!" Ujar Zoya tersenyum.


Max hanya tersenyum dan mendekat ke Zoya mengelus pipi nya, "Kau sangat cantik sekali!"


Bersambung ...


Semoga suka dengan part ini ❤️


jangan lupa dukungannya yaa, berupa like, komentar, vote, dan juga hadiah ❤️


salam sayang semuanya ❤️


hai guys ini author mau rekomendasi kan novel yang juga menarik