King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Fayza, jangan pergi!



"Sialan," umpat Zayn.


Dibelakang salah satu anggota Gerxas melayangkan peluru ke arah Max dengan secepat kilat.


Dorr!


"Arghh!"


Peluru mengenai punggung Max, pergerakan Max terhenti dan memegang punggungnya hingga membuat tangannya penuh dengan darah, Saguna yang melihatnya langsung berlari mengarahkan pistol ke arah anggota Gerxas lalu melepaskan pelurunya.


Dorr!


"Arghh!" Desahnya lalu menembuskan nafas terakhirnya.


Saguna langsung merobek bajunya dan mengikat tubuh Max yang terkena peluru agar darah nya tidak terus mengalir. Luka tersebut tidak terasa apapun bagi Max saat ini, dia terus menatap tajam Zeyn yang sedang menertawakan dirinya.


Pembunuh bayaran Erlan telah tewas terkena ledakan boom yang ada di atas, namun Erlan berhasil menyelamatkan dirinya dengan melompat kebawah dan bergantung dengan tali yang sudah ia sediakan. Dan turun dengan lincahnya untuk bergabung dibawah.


Ternyata Mexmar dari anggota sudah kalah jumlah dan banyak yang sudah tewas, membuat Zeyn terus tertawa meledek mereka.


"Apa masih ingin terus melanjutkan nya?" tanya Zeyn tertawa.


"Sialan! Kita kekurangan anggota Max," ujar Saguna.


"Karena kalian sudah kekurangan orang, dan kami tidak akan membiarkan kalian lepas begitu saja, tapi kita bisa bernegosiasi dengan meninggalkan mata merah seorang diri disini, bagaimana?" tawar Zeyn.


"Badebah kau!" Sungut Max.


Dorr!


Dorr!


Dorr!


Tembakan bertubi-tubi terdengar bersautan diluar menewaskan anggota Gerxas sekitar 20 orang, membuat semuanya terkejut dan menatap keluar dan mencari tahu kelakuan siapa diluar.


"Nona muda!" Ucap semua anggota Mexmar.


Zoya masuk berjalan dengan santai dengan pistol di tangannya, dibelakangnya terdiri dari Verin dan juga Fayza. Selama di rumah Geisha, Fayza terus meminta agar segera bertemu dengan Saguna hingga Zoya kesal dan membuat ide untuk mengajarkan Zoya menggunakan pistol untuk keamanan dirinya. Verin baru saja tiba karena dikirim oleh sensei Hisao beserta anak murid nya lain sekitar 75 orang untuk membantu Max.


"Zoyaa," panggil Max dengan tidak percaya.


Zoya menoleh lalu melihat luka ditubuh Max membuatnya terhuyung ingin jatuh, lalu langsung menghampiri nya dan memeluk Max.


Max terkejut dengan perilaku Zoya yang tiba-tiba, Max melepas pelukannya dan menatap Zoya meminta penjelasan.


"Kenapa kau terluka? Apa kau tidak bisa sedikit berhati-hati?" Tanya Zoya dengan keras.


"Kenapa kau kesini? Ini bahaya! Kembali kerumah Erlan, dan berdiam diri disana," perintah Max.


"Enggak, aku ingin disini!" Ujar Zoya.


Zeyn yang melihat adegan percintaan di depannya merasa sangat kesal dan marah karena Zoya adalah wanita yang dia sukai semenjak kejadian saat konser beberapa bulan lalu.


"Haha, kenapa kau tidak memilihku Zoya? Kenapa kau memilih lelaki payah seperti nya?" Ledek Zeyn.


"Sialan," umpat Max.


Dorr!


Dorr!


Tembakan dari Gerxas mengarah ke arah anggota Max yang tidak fokus hingga membuat beberapa bertumbangan. Saguna yang melihat Fayza kebingungan dan gemetar langsung berlari mendekat dan melindunginya membawa Fayza kedalam pelukannya dan menutup telinga nya agar tidak mendengar suara tembakan yang terus bersautan. Saguna mengarahkan peluru ke arah lawan dan menembaknya dengan bengis, sedangkan Zoya dan Max menjadi satu kelompok untuk menghancuri Zeyn dan yang lainnya.


Dorr!


"Argghhhhhh!" Teriak Zeyn hingga jatuh terkapar dilantai.


Semua anggota Gerxas menatap Zeyn dan mereka semua kehilangan langsung energi mereka saat melihat Zeyn telah terkapar hampir tewas. Hingga Mexmar langsung menghajar habis-habisan Gerxas dan mengikat mereka jadi satu.


Semua anggota Mexmar dan yang lainnya berkumpul melihat anggota Gerxas yang sangat lemah telah dikalahkan.


"Will, bawa anggotamu kebawah untuk mencari harta Gerxas!" Perintah Max.


"Siap, tuan muda!"


"Tim B, semua ikut aku!" Perintah Will.


"Siap, ketua!" Jawab anggota B.


"Kita keluar!" Perintah Max.


Tanpa mereka perhatiin tenyata Zeyn masih bergerak mengambil pistol dan mengarahkannya kearah Saguna karena tubuh Saguna menghalangi nya untuk membunuh Max.


Fayza menoleh kebelakang hingga membelalakkan matanya melihat Saguna dalam bahaya lalu melepaskan genggaman tangan Saguna dan berlari kebelakang nya, Saguna yang melihat tingkah Fayza langsung ikut membalikan tubuhnya.


"Arghhhh!" Teriak Fayza kesakitan terkena peluru dari Zeyn.


Setelah melepaskan pelurunya Zeyn menjatuhkan pistol tersebut dan akhirnya tewas.


Mereka semua yang mendengar suara tembakan terkejut dan membalikan tubuhnya, semua terkejut dan histeris.


"Fayzaaaa!" Teriak Saguna merangkul tubuh Fayza yang telah bercecer darah dan terjatuh dilantai menatap Fayza gemetar.


"Fayzaaaaaaaaaaaa!" Teriak Zoya histeris langsung berlari mendekat.


Air mata menetes dari mata dingin Saguna, dan terus menggoyang kan tubuh Fayza agar tetap sadar.


"Fayzaa...sadarlah!"


"Fayza, sadarlah! Fayzaaaa kenapa kau lakukan ini?" Teriak histeris dari Zoya.


Fayza menutup matanya terkulai lemas.


"Fayzaaaaa!" Teriak Saguna terus menerus dan menjadi histeris.


Max langsung menyuruh mereka mengambil mobil dan membawa Fayza kerumah sakit agar bisa menyelamatkan nyawanya. Erlan langsung menghubungi Geisha yang profesinya adalah seorang dokter agar bersiap-siap untuk menangani Fayza.


Will berlari mengambil mobil.


Max mendekat ke Zoya dan memeluknya, tangisan Zoya terus pecah namun tidak ada yang dapat Max perbuat.


"Ini salahku, Max! Aku yang salah, aku nggak bisa maafin diriku sendiri kalau Fayza sampai kenapa-kenapa, Max!"


"Enggak sayang, dia akan baik-baik aja! Kamu tenang ya!"


Mobil telah datang, Saguna langsung bergegas menggendong tubuh Fayza dan membawanya masuk ke dalam begitupun Zoya dan Max. Mereka langsung menuju rumah sakit terdekat.


Bersambung ....


semoga suka dengan part ini yaa.


gimana keadaan Fayza?😭 apakah ini dari firasat buruk Zoya? apa ada yang mau kehilangan Fayza?😭


dukungannya jangan lupa ya guys, love you❤️