King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Sensei Hisao



Setelah kebakaran tersebut, semua anggota Mexmar berangkat kembali ke negara Y, namun Max dan Zoya menetap di negara X karena memiliki urusan yang belum selesai. Zoya memberitahukan semua informasi dari sensei yang baru saja Max dengar nama nya.


Max menyetir mobil nya, melaju dengan kecepatan lumayan tinggi Verin dibelakang hanya sibuk dengan ponselnya. Max menatap Zoya dengan dalam lalu menggenggam salah satu tangan kecil istrinya, Zoya yang diperlakukan seperti itu langsung menoleh ke arah Max.


"Ada apa, Max?" Tanya Zoya.


Verin yang mendengar nya langsung membelalakkan mata nya saat Max mengggenggam tangan Zoya membuatnya merasa terancam berada di dalam mobil bersama pasutri yang baru saja menikah.


"Kau tidak apa-apa kan?" Tanya Max seperti terpancar tatapan menyesal di mata Max.


"Aku gak apa-apa, maafkan aku sudah gegabah hampir mengancam nyawaku!" Ujar Zoya.


Max menggeleng lalu menatap ke depan fokus ke jalan, "No, aku yang salah! Aku yang minta maaf, aku gak akan membuatmu didalam masalah seperti tadi lagi!"


"Kita bicarakan nanti aja ya, kasian ada anak kecil disini lagi nguping!" Ujar Zoya melirik ke arah Verin.


Yang dilirik langsung menutup wajahnya dengan ponselnya, Max hanya tersenyum sedangkan Zoya tertawa menjaili Verin.


Beberapa menit kemudian, sampailah mereka disebuah rumah yang cukup sederhana namun penuh dengan aura yang kuat, bahkan Max dapat merasakan nya. Max melirik ke sekitar melihat apa saja yang ada di tempat ini, dan berusaha mencari tahu siapa sensei yang dikatakan oleh istrinya itu.


Zoya yang melihat Max termenung disitu langsung mengajaknya masuk.


"Ayo, ada apa sampai segitunya ngelihat tempat ini?" Tanya Zoya.


"Seperti tidak asing bagiku, dimana sensei yang kau katakan, sayang?" Tanya Max.


"Didalam, ayo!" Ajak Zoya.


Verin langsung melangkahkan kaki nya mendahului mereka berdua karena biar dirinya yang mencari keberadaan kakek agar segera menemui sepasang kekasih itu.


"Kakek, Verin masih hidup!" Teriak Verin masuk kedalam.


Kakek yang mendengar cucu nya berkata seperti itu hanya tertawa, karena sebelum mereka berangkat kakek manakuti Verin bahwa dia akan pulang dengan nama saja kalau bertindak gegabah.


Kakek Hisao keluar dari persembunyiannya menghampiri cucu yang selalu membuatnya ingin menghukumnya dengan tingkah konyol nya itu.


"Masih hidup rupanya!" Ujar kakek polos dan duduk di kursi.


Verin yang masih berdiri mendengar kakeknya bicara seperti itu hanya memutar bola matanya malas, karena emang selalu begitulah kelakuan kakeknya. Kasih sayangnya kepada Verin ia tunjukkan dengan hal yang berbeda dari kakek lainnya.


"Kek, itu ada kak Max dan kak Zoya!" Ujar Verin.


"Suruh mereka masuk!" Ujar kakek.


Verin keluar dan melihat ternyata mereka masih berdiri ditempat yang tadi mengobrol tidak tentu arah, hingga membuat Verin berteriak.


"Kak Zoya, dipanggil Kakek!" Teriak Verin.


Sensei Hisao emang sudah bergabung di Mexmar sejak lama, namun dia hanya memberikan seputar informasi berharga tidak ingin ikut dalam perperangan kecuali peperangan sesungguhnya nanti saat Mexmar menghancurkan Gerxas. Itulah yang disebut bantuan emas. Max hanya melihat lelaki tua itu di sebuah foto yang tercetak dan tidak sangka kalau ternyata dia adalah kakek dari Verin.


Sensei kembali menatap Max dengan menyeringai dan menaikkan satu alisnya, "Apa kau telah mengenalku?"


Max membungkuk memberikan penghormatan kepada lelaki tua itu, lalu kembali berdiri dan duduk disebelah sensei saat telah dipersilahkan.


"Kau sangat mirip dengan Brees, pantas saja istrimu tidak beda jauh dari ibumu! Dulu ibumu satu perguruan juga dengan kami, dia adalah wanita satu-satunya yang berhasil menaklukkan hati seorang Brees! Namun Gerxas sialan itu yang juga satu perguruan diam-diam menyukai ibumu dan membuat siasat bertahun-tahun lamanya untuk menghancurkan Mexmar yang telah didirikan oleh pendiri sebelumnya,"


"Pendiri sebelumnya?" Tanya Max.


"Ya, Mexmar di serahkan oleh ayahmu karena dia sangat hebat dalam hal itu, tidak ada yang mampu menandinginya! Pendiri sebelumnya tidak memiliki putra atau bahkan istri, sehingga dia tidak memiliki keturunan untuk meneruskan Mexmar, hingga akhirnya dia mengangkat ayah mu menjadi putra angkat nya dan menyerahkan segala aset Mexmar kepada ayahmu saat, pendiri sebelumnya telah wafat!"


"Ayah tidak pernah bercerita tentang itu kepadaku,"


"Iya, karena semua informasi harus berasal dariku disaat waktu yang tepat! Aku memilih kembali ke negaraku dan menjadi bantuan emas bagi Mexmar untuk mencari segala informasi apapun yang menguntungkan bagi Mexmar, karena aku tidak tertarik untuk melakukan perperangan!" Ujar sensei terhenti dan meminum kopi nya.


"Lalu, siapa nama lelaki itu?" Tanya Max penasaran.


"Dia adalah Xavier Mexmar, lelaki dengan sebutan Mata hitam, dia pernah memprediksi di kehidupan selanjutnya akan terlahir seorang Mata Merah, dan itu adalah kau! Maka dari itu Gerxas saat kelahiran mu menyerang habis-habisan Mexmar untuk melenyapkan kau, namun ayahmu berhasil menyembunyikan dirimu hingga Gerxas tidak bisa menemukanmu!" Jelas sensei yang membuat semua mata yang mendengarnya membalalak karena terkejut akan hal yang baru mereka dengar.


"Sialan, tetapi kenapa ayah tidak menceritakan seperti itu kepada kami?" Tanya Max lagi.


"Karena semua informasi ada di aku, kau belum terlambat untuk datang kesini! Kalau kau lebih cepat saja datang kesini mungkin kau akan mengetahui nya lebih dulu, bukankah ayahmu telah memberi sebuah kode dengan memberikan fotoku dan memberitahukan diriku adalah bantuan emas! Kenapa kau tidak datang kepadaku?" Tanya sensei dengan seringaian.


"Maaf, sensei! Aku ijin bertanya, kenapa semua informasi hanya harus berasal dari dirimu?" Tanya Zoya.


"Karena itu adalah tugas yang diberikan oleh Xavier selama masa hidupnya! Karena aku menolak bergabung untuk ikut di dalam pertempuran, maka dari itu aku harus mencari informasi apapun yang dapat menguntungkan Mexmar! Dan memberitahukannya kepada Brees, namun sekarang karena Brees telah semakin tua maka informasi apapun akan ku beritahukan kepadamu! Dan nantinya yang akan menggantikan posisiku adalah Verin!" Ujar sensei.


Verin yang mendengar nya langsung menatap kakeknya dengan tatapan tajam karena sebelumnya dirinya tidak diberitahu tentang hal seperti itu.


"Jadi, informasi apa saja yang bisa sensei berikan padaku?" Tanya Max.


"Apa saja yang ingin kau ketahui!"


"Tentang Xavier aku akan kembali di hari lain, untuk sekarang aku ingin mengetahui putra Gerxas berada!" Ujar Max.


"Putra Gerxas," ujar sensei mengeluarkan seringainya.


Bersambung ....


hai guys author telah kembali 😁


maaf ya baru bisa up setelah dua hari gak up. tenang saja hari ini author akan triple up, jadi ditunggu yaaa, makasih banyak banyak buat semua nya yang sudah mendukung dan memberikan semangat untuk author, makasih doa-doa baiknya yaaa🙏


love you all❤️