King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Visual



1. Max Agha Mexmar



2. Aneska Zoya Zetana



3. Saguna



4. Khansa



5. Fayza



5. Verin



Karena pada minta visual nih jadi author kasih nih visual nya, kalau menurut author ini yang cocok sesuai karakter masing-masing. kalau reader punya pendapat sendiri dan bayangan visual sendiri boleh aja, dan maaf kalau misalnya visualnya gak sesuai ekspektasi para reader.


...----------------...


Zoya sangat kesal sebab bertemu dengan manusia aneh itu lagi membuat mood nya kembali hancur dan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang agar dia bisa berlama-lama di jalan menikmati suasana indah negara X yang akan bisa mengembalikan sedikit moodnya itu.


Tibalah Zoya di apartemennya dan memparkir kan kendaraannya setelah itu keluar ingin memasuki apartemen nya agar bisa mandi dan menenangkan diri, tetapi diri nya terkejut hingga memundurkan langkahnya karena melihat manusia aneh itu lagi sudah berada tepat di depan pintu apartemen nya. Suasana yang nyaman diciptakan olehnya telah lenyap begitu saja ketika melihat lelaki itu.


"Kau?" Teriak Zoya sambil menunjuk Max.


"Kenapa kau bisa sampai sini terus apa yang kau lakukan disini?"


"Mau numpang tidur! Aku gak punya rumah, cepetan dibuka!" Perintah Max.


"Apa kau sudah gila? Ini rumahku silahkan cari sendiri rumahmu! Dan jangan macam-macam ya!" Ketus Zoya.


"Haha, aku cuma mau bertamu emang tidak boleh?"


"Enggak!"


"Pergilah dari sini!"


"Kenapa kau begitu sadis! Tidak ada kah pertanggung jawabanmu karena telah menghajar ku?"


"Kenapa kau sangat menyebalkan sekali!"


"Cepetan buka!" Perintah Max.


"Sialan! Kenapa sih hidupku harus seburuk ini! Mimpi apa aku semalam!" Ujarnya dan membuka pintu.


Max langsung masuk dan duduk di sofa sedangkan Zoya masih berdiri di depan pintu menatap tajam lelaki tidak tahu diri itu.


"Ada yang ingin aku bicarakan penting samamu! Anggap aja ini sebagai hadiah untukmu!" Ujar max dengan datar.


"Hadiah? Apa maksudmu! Yang ada kau membawa bencana setiap datang kesini!"


"Kau mau ingin aku segera pergi atau tidur disini?"


Zoya pasrah karena dia menginginkan lelaki itu segera pergi dari apartemennya dan sedikit mendekat agar mengetahui apa yang ingin dia bicarakan.


"Cepatan bilang dan segeralah pergi!"


"Apa kau ingin mengikuti perlombaan yang di adakan oleh negara ini?"


Zoya membalalakan matanya terkejut, "Bagaimana kau bisa tau?"


"Itu gak penting bagiku menjawab pertanyaan mu! Iya atau tidak?"


"Iya!"


"Jadi sekarang kau harus lebih berusaha mengambil hatiku agar bersimpati padamu kalau tidak jalanmu akan aku persulit!" Ujar max dengan seringainya.


"Maksudmu apa? Lelaki tidak bermoral sepertimu berani berbicara seperti itu!"


"Terserah kau mau mengatai diriku apa, intinya semua keputusan ada padamu!" Ujarnya dan langsung memakai kacamata dan berlalu pergi meninggalkan apartemen Zoya.


Pandangan Zoya mengikuti kemana arah lelaki itu hingga menghilang.


"Maksudnya apa?"


"Kenapa aku harus mengambil hatinya! Apa dia kira aku dokter bedah! Sialan ya kenapa aku harus bertemu dia sampai membuat kesialan terus di hidupku!" Ujar Zoya frustasi dan langsung menutup pintunya.


...----------------...


"Jangan bermain dengan pisau kalau tidak mau terluka!" Ujarnya dengan seringai dan menyetir terus mobilnya dengan ketingkatan tinggi.


Earpiece berbunyi.


"Halo tuan muda! Ijin melapor semua aman terkendali Lien juga telah keluar dengan aman!"


"Kumpul di markas, aku akan segera kesana!" Perintah Max.


"Siap tuan muda!"


Max langsung tancap gas dan sejenak melupakan emosinya terhadap wanita itu dan fokus sama keluarga Gerxas yang telah menghancurkan kehidupannya di masa lalu.


Markas sementara perkumpulan Max dan timnya.


"Amar apa info yang kau dapatkan?"


"Saudara Gex tuan muda! Dia telah keluar dari Gerxas sebab saudaranya tidak mendapatkan keadilan karena telah dikirim menjadi umpan untuk kita, dan kemungkinan saudara Gex itu memiliki informasi yang akan membantu kita!"


"Gex? Oh jadi pria yang menyerang kita kemarin bernama Gex?"


"Iya tuan muda!"


"Volker, segera hubungi Saguna minta dia cari biodata lengkap dan riwayat hidup saudara Gex itu, secepatnya!"


"Baik tuan muda!" Ujar Gex dan langsung menjauh mengubungi Saguna.


"Kalau kau Lien, info apa yang kau dapat?" Tanya Max.


"Sejauh ini belum ada yang bisa dikorek lebih dalam tuan muda! Dan sebisanya saya akan segera mencari tau!" Ujar Lien.


"Gak masalah, teruslah bekerja dengan baik!"


"Volker, apa sudah kau hubungi Saguna?"


"Sudah tuan, dia langsung segera mencarinya, setelah ketemu akan dikirimkannya kepada tuan muda melalui email!"


"Oke, mungkin sampai disini dulu kalian beristirahat lah agar memiliki tenaga lebih untuk besok! Karena bisa jadi esok memerlukan tenaga lebih ekstra lagi!" Perintah Max.


"Siap tuan muda!" Jawab mereka semua dan langsung pergi ke kamar masing-masing.


Sedangkan Max masih menetap dan ingatannya kembali menuju pada gadis konyol itu, Max sangat geram sekali kalau dia lelaki mungkin saja sudah habis ditangan Max namun karena dia wanita Max harus memakai cara licik untuk menindasnya agar tidak lancang kepadanya.


"Kita tunggu besok, Zo!" Ujarnya dengan seringai.


Max langsung bangkit menuju kamarnya dan membuka laptop untuk melihat sudahkah Saguna mengirim informasi itu atau belum.


Saat membuka email ternyata belum ada email dari Saguna membuatnya harus menunggu lagi dengan suntuk.


Drrrttt...drrrttt...drrttt


📞


"Max, riwayat dan biodatanya telah ditutupi oleh sistem yang susah di hack! Aku hanya mendapatkan info namanya saja yaitu Dega sepupu dari Gex! Aku punya teman di universitas negara X seorang hacker terbaik dunia hanya saja dia orang yang susah di ajak negoisasi, aku akan mencoba mengajaknya untuk bergabung di keluarga inti Max, apa kau setuju?"


"Apa kau percaya padanya?"


"Tidak terlalu hanya saja kita saat ini membutuhkan dirinya! Di keluarga Mexmar belum ada seorang hacker terbaik bukan?"


"Usulkan dia ke paman Omar agar dapat pengujian untuk lolos di Mexmar! Jika dia lolos uji dari paman Omar maka dia berhak masuk menjadi bagian Mexmar!"


"Kalau begitu baiklah! Bukankah disana sudah tengah malam? Kenapa kau belum tidur apa kau sedang memikirkan seorang wanita?"


"Heii! Jaga bicaramu kalau gak mau terkapar lagi!"


"Haha, sudah kuduga! Jika aku sudah sembuh tolong perkenalkan dia padaku! Agar bisa ku lihat cocok atau gak sama pria licik sepertimu!"


"Cihh, sialan!" Umpat Max


Sambungan terputus.


Max mematikan sambungannya secara sepihak karena kesal menjadi bulan-bulanan nya Saguna. Karena emang hanya Saguna yang paling mengerti dirinya.


"Emang ada seorang wanita tetapi bukan untuk dijadikan kekasih melainkan permainan ku!" Ujar nya dengan seringai.


"Tetapi bagaimana dia bisa tau? Kalau hanya tidur larut malam bukankah itu biasa bagi seorang Max? Ahh kau Volker lihat saja besok!" Ucapnya geram.


Max langsung merebahkan dirinya dan tidak butuh waktu lama akhirnya dirinya terlelap dengan nyenyak. Sedangkan di sisi lain seorang wanita terus merutuki diri Max tiada henti tetapi orang yang di rutuki malah asik tertidur tanpa beban.


...----------------...


Hai para kesayangan author mohon dukungannya yaa buat karya kedua authorrrr.


saya ucapkan beribu terimakasih kepada yang sudah ikut mendukung karya ini! dukungan bisa berupa like,komentar,vote,hadiah, bintang 5. intinya mohon dukungannya yaa semua!


dukungan kalian sangat berguna sekali bagi author🙏