King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
aku mencintaimu!



"Aku mencintaimu, aku mencintaimu! Kau salah paham, mereka semua salah paham, aku hanya mencintaimu!"


"Jadi yang kau ungkapkan dirumah sakit itu apa kepada Geisha?"


"Apa aku ada bilang kalau aku mencintai nya? Aku hanya bertanya tentang perasaan nya, karena aku sudah menganggapnya seperti adik sendiri dan tidak ingin dia masih berharap kepadaku, aku belum selesai bicara tetapi dia tidak mau mendengarkan nya dan kau datang membuat kesalahpahaman itu semakin menjadi," jelas Saguna.


"Terus kenapa kau tidak ingin terus terang padaku?"


"Karena aku masih berfikir, aku tidak ingin jika nanti aku terbaring kembali di rumah sakit dan nggak bisa sadar, kau akan merasakan lebih sakit, tapi sekarang aku akan menjaga diriku untuk tetap bersamamu,"


Saguna mengeluarkan sebuah cincin dan memberikannya kepada fayza, "Menikahlah denganku,"


Fayza terkejut dan berusaha menetralisir hatinya, kata iya dan tidak untuk saat ini adalah suatu hal yang sulit untuk di ucapkan.


Fayza menggeleng lalu menatap Saguna, Fayza melihat manik mata saguja jelas disana tergambar rasa kecewa dan penyesalan.


"Aku nggak bisa pakai sendiri, bisa pakaika?" Fayza tersenyum hangat.


Saguna yang mendengarnya langsung memasangkan cincin itu dengan kata berbinar, lalu menatap Fayza dan membawanya kembali kepelukannya.


Di kediaman Fayza Ares lelaki yang akan dijodohkan oleh Fayza mengamuk dan tidak terima dengan perlakuan mereka semua begitupun dengan kedua orang tua Ares harga diri mereka seakan di injak-injak disini.


"Kalian bermain-main dengan kami?" Ares bertanya dengan tersulut emosi.


"Bawa kembali Fayza kesini, atau perusahaan kalian akan kuhancurkan saat ini juga, dan kalian akan hidup seperti gelandangan!"


"Silahkan kalau bisa, kami sudah tidak tertarik dengan kerjasama kita!" Ujar papa Fayza.


Fayza yang baru hadir, tersenyum senang mendengar papa nya bicara seperti itu, dan tidak memaksanya lagi untuk mengikuti kemauan papa nya.


"Bukan hanya perusahaan itu aset keluarga kami, silahkan kalian hancurkan, putri kami lebih berharga dari apapun!"


"Ternyata benar, kau adalah bajingan yang haus akan kenikmatan, nggak akan kubiarkan kau menyentuh putriku!"


Saguna mendekat menarik kerah Ares, "Kau bilang apa kepada mertuaku?"


Ares sudah pucat pasi kesusahan meneguk salivanya, "Aku bilang akan mensejahterakan perusahaan nya."


"Bagus." Saguna melepas kerah baju itu dan menepuk pelan pundak Ares.


Ares mengangguk karena merasa tenang, bughh! Saguna memukul keras wajah Ares hingga ia terkapar pingsan.


Zoya dan yang lainnya hanya menahan tawanya, tetapi Fayza menghentikan Saguna agar tidak berbuat lebih lagi karena itu bisa membahayakan dirinya.


"Sudah!"


Saguna melirik ke Fayza dengan tersenyum lalu kembali membawanya kedalam pelukannya, semua sorak gembira begitupun dengan kedua orang tua Fayza.


Pertunangan tetap berlanjut tetapi dengan orang yang berbeda, semua disitu tertawa bahagia.


Malam hari dikediaman Zoya dia sangat kesepian, walaupun sebenernya Saguna, Verin, Haider, Amar beserta yang lainnya berada disini tetap saja kehadiran Max adalah hal yang paling ia nantikan.


Setelah membersihkan dirinya Zoya menuju tempat Max dirawat, dengan telaten ia membersihkan tubuh suaminya, begitulah setiap harinya, dia tidak ingin suster atau siapapun menyentuh tubuh lelakinya, dia hanya ingin dirinya yang merawatnya sendiri.


"Mas, kapan kamu mau melihat aku dan anak kita?"


"Sudah dua bulan lamanya kamu berada disini, dan anak kita ternyata kembar, semoga dia lelaki dan perempuan, satunya mirip aku dan satunya lagi mirip kamu, jadinya kita adil, bukan?" Zoya bercerita dengan gembira seakan yang di ajak berbicara mendengarnya.


"Aw,"


bersambung...


Jangan lupa untuk beri dukungan terus untuk author yaa biar makin semangat, like nya jangan lupa, komentar juga dong huhu biar author semangat karena baca komentar readers disini ❤️