King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Tempur sesungguhnya



Brees yang awal mula nya tersenyum mendengar itu seketika meneteskan air mata nya dan menatap Zoya dan Max bergantian.


"Apa benar aku akan memiliki seorang cucu?" Tanya nya membutuhkan kepastian.


Zoya mengangguk, "Iya, dan kembalilah dengan selamat! Karena kalian bagian terpenting di dalam hidup kami berdua."


Brees mengangguk lalu mengusap air mata nya yang menetes dari mata sayu dan wajah yang sudah banyak memiliki lipatan namun tidak mengurangi kegagahan dari tubuh nya.


"Kau jaga diri baik-baik juga ya, Nak! Lindungi cucu ayah, dan ayah akan menyuruh mereka sangat memperketat keamanan mu disana!"


"Makasih, Yah!"


Lalu Max kembali membawa Zoya ke dalam mobil dan di belakang mereka sudah ada mobil yang berisikan tubuh Omar yang masih belum juga sadar dari koma nya, waktu terus berlalu hingga sudah dua bulan lama nya Omar masih betah membaringkan tubuh nya di atas ranjang pasien itu.


Seakan Omar ingin beristirahat sebentar dari kejam nya dunia gelap, di usia yang sudah tua seharusnya mereka membuat masa hidup mereka menjadi lebih baik tetapi malah justru terus melibatkan diri di kekerasan yang tercipta oleh sendirinya.


"Sayang, paman Omar belum menunjukkan kemajuan sedikitpun?" tanya Zoya.


Max menggeleng, "Istirahat nya terlalu nyenyak hingga lupa cara untuk bangun, aku hanya yakin suatu saat paman Omar pasti akan menemukan cara untuk bangun, dan melihat cucu nya!"


Zoya tersenyum menatap Max, dirinya merasa seakan kenangan ini harus diabadikan nya, Zoya seperti ingin menjadi orang yang egois untuk saat ini dan menahan agar Max tidak ikut di dalam perperangan tetapi Zoya tidak ingin mengecewakan siapapun dan hanya bisa berharap kalau Max akan kembali kepada nya dengan selamat.


Sesampainya di bandara, Zoya langsung memasuki pesawat pribadi milik Mexmar dan Zoya kembali menatap Max lalu melambaikan tangan nya.


Max tersenyum lalu saat pesawat telah mengudara Max kembali ke mobil nya dan membayangkan bagaimana hidup Zoya jika tanpa ada dirinya.


"Aku akan menjaga keselamatan mu Zoya, tenang saja!"


Max langsung melajukan nya dengan kecepatan tinggi, Max melihat ke atas ada pesawat yang di dalam nya terdapat istrinya lalu melambaikan tangan walau dia tahu itu mustahil untuk diketahui oleh Zoya.


Sesampainya di markas Max langsung memakai pakaian tempur nya dan membuat keamanan sebagus dan sangat rapi agar dirinya tetap aman untuk Zoya.


Tombol darurat mansion utama telah berbunyi membuat Max langsung berlari keluar mendekat begitupun dengan yang lainnya.


"Perhatian, info terkini Gerxas akan menyerang sekitar 3 jam lagi dari perkiraan yang matang, apa semua sudah selesai?" tanya Brees.


Mexmar memiliki beberapa atau bisa disebut ratusan ribu mata-mata untuk memberikan info seputar diri Gerxas.


"Dan berita buruk satu lagi, ternyata putra Gerxas ikut andil dalam peperangan kali ini, kalian tahu gimana kekuatan putra Gerxas?"


"Bukan nya putra Gerxas telah di amankan oleh paman Hisao?" tanya Max.


"Hampir, tetapi mereka berhasil lolos dan kita harus lebih berhati-hati! untuk kekuatan Gerxas telah kita ketahui kelemahan dan seberapa kekuatan mereka, tetapi jangan angga remeh putra nya, walau dia lumpuh tetapi kekuatan nya sangat luar biasa, dan mereka suka membekap anggota kita agar menang!"


bersambung ...