King Mafia Vs Bad Girl

King Mafia Vs Bad Girl
Melamarmu



Saguna terus menatap Geisha lalu menggenggam tangannya.


"Geisha, kenapa kau berada disini?"


"Ha- karena ini pekerjaanku!"


"Apa kau mengkhawatirkan ku?"


"Tentu, semua orang mengkhawatirkan dirimu dan yang lainnya."


"Masih adakah namaku dihatimu?"


"Kenapa kau bertanya hal seperti ini, Fayza nanti mendengarnya! Jangan pernah lukai perasaan nya lagi." Geisha berusaha fokus memeriksa keadaan Saguna.


"Fayza aku mengaguminya, tetapi perasaanku-!"


"Berhentilah bicara banyak, kau harus istirahat dan minum obat agar kau segera pulih, aku akan memberitahukan sama mereka kabar baik ini," Geisha terpaksa tersenyum dan meninggalkan Saguna.


"Fayza!" Geisha membelalakkan matanya lalu melirik ke arah Saguna.


Saguna juga terkejut lalu melihat ke arah pintu, Fayza melirik Saguna dengab tatapan nanar beserta kecewa tetapi dia harus tersenyum karena senang akhirnya Saguna sadar.


"Kau mendengar nya?" tanya Geisha hati-hati.


Fayza mengangguk lalu tersenyum, "Jangan terkejut, aku nggak apa-apa, sedikit sakit."


Lalu Fayza masuk kedalam menemui Saguna. Geish menatap punggung Fayza lalu pergi meninggalkan mereka.


"Fayza!" Lirih Saguna.


"Akhirnya kamu sadar juga, aku senang banget!" Ujar Fayza tersenyum getir.


"Aku-"


"Jangan banyak bicara dulu, kamu belum pulih total." Fayza mendekat mengelus puncak kepala Saguna lalu pergi meninggalkan nya.


"Halo, Ma!"


"Kamu dimana, sayang?"


"Aku dirumah sakit, menjenguk teman, Ma!" Ujar Fayza.


"Nanti malam kerumah ya Sayang, lelaki yang ingin dijodohkan denganmu akan datang malam ini,"


Sambungan telephon pun terputus, Fayza melirik ruangan Saguna kecewa lalu pergi meninggalkan nya dan menuju ke tempat Zoya berada.


"Fayza, gimana? Saguna beneran sudah sadar?" Tanya Zoya antusias.


Fayza mengangguk.


"Terus kenapa kau sedih?" Tanya Khansa.


"Nggak ada, aku harus pulang karena mama tadi habis telephon!"


"Yaudah, hati-hati ya!" Ujar mereka.


Fayza melenggang pergi dan masuk kedalam taksi yang ia pesan malalui aplikasi online. Tangis tumpah begitu saja, Fayza berusaha kuat tapi nyatanya tidak bisa.


Lalu sekarang Geisha bilang kalau dia dan Saguna tidak saling mencintai? Dan akan menikah dengan pria lain? Drama apa lagi ini, Fayza sungguh bingung.


Sedangkan di perjalanan Saguna merasa sangat khawatir takut terlambat untuk datang ketempat itu, lalu Saguna menerima foto lelaki yang akan dijodohkan oleh Fayza dari Haider atas perintahnya dan berusaha menemui lelaki tersebut terlebih dahulu.


Saguna terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memikirkan keselamatan nya lagi, yang dipikirannya hanya Fayza dan Fayza.


Di depan terpampang lampu merah menghambat perjalanan Saguna, Saguna berdecak kesal memukul stir lalu berharap lampu hijau segera menyala. Waktu beberapa detik itu membuat Saguna seperti menunggu berjam-jam lamanya.


"Ayolah, kalian harus berpihak padaku!"


"Saguna bodoh, terlalu banyak berfikir!"


Lampu hijau menyala, Saguna langsung melenggang pergi dengan kecepatan tinggi lagi.


Sedangkan di ruangan Fayza tidak tau harus berbuat apa? Menurut Fayza buat apa menunggu Saguna kembali? Dia tidak mungkin akan datang dan menghentikan ini semua, karena perasaan nya hanyalah untuk Geisha.


"Biarlah kami menjalani kehidupan masing-masing," jelas Fayza.


"Terimakasih sudah mau datang di acaraku," ujar Fayza.


Verin datang dengan ngos-ngosan, membuat semuanya mengerutkan kening.


"Verin, kau kenapa ngos-ngosan gitu? Dikejar-kejar koperasi?" Celetos Khansa.


"Ada apa, Verin?" Tanya Zoya.


"Kak, kak Saguna-" ucapannya terputus karena nafas nya yang belum teratur.