
Tokk!!
Tokk!!
Saguna langsung bangkit melihat siapa yang mengetuk pintunya dengan keras, Saguna mengerutkan keningnya saat melihat Max kesal dan menatap nya tajam.
"Aku, kenapa?" Tanya Saguna takut ada kesalahan.
"Ajarin aku cara buat jus!" Perintah Max.
"Jus?" Tanya Saguna bingung.
"Iya, cepatan jangan banyak tanya!"
"Opss, stop! Tunggu dulu, kenapa harus minta ajarinku, minta buatin aja sama pembantu!"
"Nggak bisa, Zoya pengen aku yang buat jus nya katanya king kecil yang minta," jelas nya kesal.
Saguna langsung tertawa terbahak-bahak melihat teman nya menjadi korban istrinya sendiri, Max semakin merasa kesal dan menarik belakang baju Saguna membawa nya ke dapur.
Sesampainya di dapur, Saguna menghempaskan tangan Max dari baju nya lalu menatap nya kesal sambil merapikan bajunya.
"Apa dulu ini?" Tanya Max bingung.
Saguna pun tidak mengerti langsung berfikir keras. Di depan tersedia mangga yang belum di kupas kulitnya, gula, garam dan juga susu.
"Garam untuk apa? Singkirkan ini!" ujar Saguna menyingkirkan garam.
"Mangga nya gimana?" Tanya Max.
"Apa semua sebesar ini langsung di giling?" Tanya Max lagi.
Saguna melirik ke Max, "Digiling?"
"Iya, biar dia jadi air kan digiling!"
"King Mafia tapi bego, bikin jus mana bisa digiling!"
"Jadi di apakan?" Tanya Max kesal.
"Ya aku mana tau!" Sungut Saguna.
"Ya kau lebih bego!" Ketus Max.
Max berfikir lalu melihat ke depan terdapat Haider dan Amar sedang berebut sebuah ponsel.
"Haider, liatkan tutorial itu tadi di YouTube!" ujar Amar.
"Ponsel kau mana?"
"Dikamar, pelit kali si kau!" Ketus Amar.
Brakkk!
"Ha, aku tau!" Teriak Max menggebrak meja.
Saguna yang daritadi melamun terkejut dan memegang dada nya karena hampir saja terlepas.
"Tau apa?"
"Ponsel kau mana?" Tanya Max.
"Untuk apa?"
"Udah sini, ponselku ketinggalan di kamar!"
Saguna pasrah memberikan ponselnya kepada Max, Max langsung melihat tutorial cara membuat jus mangga di YouTube.
"Oh kayak gini, gampang sih!" Ujar Max meremehkan.
Saguna merebut ponsel nya kembali lalu menaikkan alisnya melihat Max membuat jus itu dengan gembira lain hal nya dengan tadi yang sangat kesal, lalu meninggalkan nya karena menurut Saguna Max tidak membutuhkan bantuan nya lagi.
Saguna kembali memasuki kamar nya, memperhatikan ponselnya bimbang antara ingin menelepon Fayza atau tidak, di sisi lain dia khawatir tetapi di sisi lain dis gengsi mau menelepon Fayza.
Drrrttt!
Wajah Saguna langsung sumringah tetapi sekejap langsung berubah mengerut kembali karena terlihat nama Erlan Casanova yang tertera disitu.
"Hmm!" dehem Saguna kesal.
"Apa kalian udah sampai?"
"Sudah, kenapa?"
"Nggak, cuma mastikan aja! Yaudah bye!"
Telepon pun terputus, Saguna mengerutkan alisnya melihat tingkah Erlan yang tidak jelas itu.
Lalu Saguna kembali melihat ponsel nya.
Arrrghhh!
Drrrtttt! Saguna menghubungi Fayza.
"Halo,"
"Sudah sampai?" Tanya Saguna ragu.
"Sudah, kenapa tanya? Bukannya kau tadi tak ingin mengantarkan ku? Apa kau rindu padaku?" Cerocos Fayza dengan percaya diri.
"Iya!" Jawab Saguna pelan.
"Ha apa?" Tanya Fayza karena suara Saguna tidak terlalu jelas.
"Enggak ada, besok kau ada acara?" Tanya Saguna.
"Fitting baju pengantin!" Jawab Fayza pasrah.
"Ha, apa?" Teriak Saguna.
"Bisa biasa aja nggak sih?" Ketus Fayza.
"Sakit tau perutku!"
"Kenapa perut yang sakit?" Tanya Saguna bingung.
"Nggak ada, lupain!"
"Yaudah kalau nggak ada yang mau dibicarakan lagi!" Lanjut Fayza.
"Besok kau harus pergi samaku!" Perintah Saguna tidak terima Fayza ingin menikah dengan pria lain.
"Ehh-"
Sambungan terputus, belum saja Fayza selesai berbicara Saguna langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Huffftt!"
Saguna berbaring di atas ranjang nya.
Di dapur Max masih bergulat dengan seluruh peralatan dapur, hingga para anggota Mexmar yang lewat melihat tuan muda nya berada di dapur merasa khawatir dan ingin membantu tetapi di larang oleh Max.
"Huftt! Akhirnya selesai juga!" Ujar Max dan beranjak dari dapur menuju kamar nya.
Dilihat sekeliling ternyata istrinya sedang tertidur pulas membuatnya bersandar di dinding merasa pusing dan juga kesal.
Max berjalan dan meletakan jus itu di meja, lalu duduk di sofa dengan menyilang kedua tangannya di depan dada melihat lurus ke arah istri nya.
"Enak banget ya nyuruh suaminya buat jus, dia asik tidur disini!"
Huffttt! Max membaringkan tubuhnya di atas sofa lalu langsung tertidur juga.
bersambung ...