
"Galak banget sih lo" Ucap Vito.
"Itu karena lo belum pernah merasakan apa yang gue rasakan Vit. Jadi lebih baik lo diam saja atau gue akan habisi lo saat ini juga" Ucap Rian dingin dengan kembali menatap ke arah pintu ruangan.
Tak lama Dara dan Noval baru kembali. Mereka heran dengan wajah Vito yang cemberut dan wajah Rian yang sejak tadi tidak berubah sih.
"Ada apa ini?" Tanya Noval. Namun tidak ada dari ketiga orang itu menjawab ucapan Noval.
"Vito, kamu kenapa?" Tanya Dara.
"Nggak papa mah" Jawab Vito singkat.
Baru Noval akan kembali berbicara, pintu ruang bersalin terbuka. Ruan segera bangkit dan hampir saja dia terjatuh jika Vito tidak memeganginya.
"Lo boleh khawatir tapi jangan gegabah" Ucap Vito.
"Makasih" Ucap Rian singkat.
Rian pun segera menghampiri Dokter.
"Bagaimana keadaan istri saya Dok?" Tanya Rian.
"Selamat pak anak anda sudah lahir dan jenis kelaminnya laki laki. Untuk ibunya, maaf pasien mengalami koma karena pendarahan yang sangat banyak. Kami sudah memberikan darah pada istri anda. Mohon doanya agar istri anda bisa segera melewati masa kritisnya" Jelas Dokter.
Bruck
Rian jatuh terduduk di lantai rumah sakit mendengarpenjelasan Dokter. Basanya gemetar, kedua kakinya yang gemetar.
Dara dan Jesika segera menghampiri Rian. Sedangkan Noval berbicara dengan Dokter.
"Rian jangan sedih nak, kamu harus kuat demi Key dan anak kamu" Ucap Dara.
"Iya Yan, mungkin Key hanya butuh istirahat sebentar" Ucap Jesika.
"Gimana....gimana jika dia pergi mah? Gimana kalau dia meninggalkan aku seperti Juli. Mah, aku takut mah. Aku.... aku..."
Duack
Vito memukul wajah Rian dengan keras. Dara dan Jesika seketika menatapnya dengan tatapn tajam.
"Jangan lo pikir Key lemah. Lo itu suaminya, harusnya lo tau sekuat apa istir lo sendiri. Dia sudah berjuang demi melahirkan anak lo. Dan lo di sini malah cuma bisa menangis dan berfikir yang nggak masuk akal." Ucap Vito marah.
"Buang pikiran jelek lo itu baj****n. Bangun dan temani istri lo agar dia tau bahwa ada orang yang selalu menunggunya. Walau keadaan dia kritis juga tetap ada lo di hati dan pikirannya. Jika sudah tidak memikirkan lo mungkin dia sudah meninggal sekarang. Dia masih bertahan karena lo bang***t" Ucap Vito mencengkram kerah kemeja Rian.
"Vito, jaga ucapan kamu" Tegur Noval
"Arght, sialan lo Rian. Gue benci sikap menye menye lo ini" Ucap Vito mengusap rambutnya kasar.
Dara kembali memeluk bahu Rian. Dia tersenyum pada Rian dengan tulus.
"Benar kata Vito nak, kamu tidak boleh terpuruk seperti ini. Kamu harus bangkit dan tetap semangat demi kesembuhan Key." Ucap Dara.
"Kata Dokter, kamu juga boleh melihat putramu. Dan untuk Key akan di pindahkan ke ruangan" Ucap Noval.
"Kita lihat putra kamu dulu ya" Ucap Dara.
"Iya mah" Jawab Rian mengangguk.
Saat sampai di ruangan khusus bayi, Rian tersenyum lebar saat melihat bayi mungilnya yang tengah tertidur.
"Itu anak Rian mah" Ucap Rian mengusap kaca pembatas.
"Iya, mukanya persis seperti kamu" Jawab Dara.
"Wah, kecil sekali ya, lucu. Jadi gemes deh pingin gigit pipinya" Ucap Jesika yang berdiri di samping Rian.
"Makanya kalau di ajakin nikah itu mau. Lo bisa punya tuh bocil kalau nikah sama gue" Ucap Vito.
"Iya tapi nanti saja. Aku masih mau kerja dulu" Ucap Jesika.
"Sampai kapan gue harus nunggu?" Tanya Vito malas.
"Tahun depan" Jawab Jesika.
"Lo serius kan?" Tanya Vito semangat.
"Tuh mah, mamah dengarkan kan" Ucap Vito.
"Iya. Sudah jangan bicarakan itu dulu. Lihat tuh keponakan kamu bergerak" Ucap Dara yang juga tampak bahagia.
"Hai putra papah, ini papah nak" Ucap Rian.
"Selamat datang keponakan om Vito" Ucap Vito.
Di ruang perawatan Key.
Rian masuk dengan pakaian khusus. Dia perlahan berjalan masuk ke dalam ruangan itu. Dia kembali menangis saat melihat Key yang terbaring lemah di ranjang dengan beberapa alat rumah sakit yang menempel pada tubuhnya.
Rian meraih tangan Key dan mencium punggung tangan Key.
"Segera bangun sayang. Tadi gue sudah bertemu sama anak kita. Dia sangat tampan seperti gue" Ucap Rian tersenyum.
"Cepat lah bangun Key, dia merindukan lo Key, dia membutuhkan lo Key. Gue juga butuh lo Key. Gue mohon segera bangun Key" Pinta Rian kembali menangis.
🥀🥀🥀
Satu minggu telah berlalu, namun Key belum juga terbangun dari komanya. Melody dan Theo sudah datang kemarin ke rumah sakit. Theo dan Melody langsung pulang dari luar negeri saat mereka mendengar bahwa Key masuk rumah sakit dan keadaanya kritis. Dan kali ini ada Kennet dan Yuki serta Ikbal dan Luna yang ada di rumah sakit..
Bahkan Luna yang melihat keadaan Key pun sampai menangis. Walaupun mereka ikut senang dengan kelahiran putra kecil Key dan Rian. Tapi melihat keadaan Key yang sudah 1 minggu belum sadarkan diri membuat mereka sedih.
Setelah satu persatu dari mereka masuk ke dalam ruangan Key, mereka berkumpul di ruang tunggu bersama Rian.
"Lo yang sabar ya bang, Key bukan wanita lemah kok. Gue yakin dia akan segera bangun" Ucap Ikbal.
"Makasih ya Bal" Ucap Rian tersenyum.
"Anak lo lucu bang, namanya siapa?" Tanya Kennet
"Dulu Key sudah pernah menyiapkan nama buat anak kita. Tapi gue mau tunggu sampai di sadar dulu baru memberitahukan namanya" Jawab Rian.
Luna dan Yuki saling pandang. Mereka takut jika Key masih lama bangun dan Rian tetap menunggu Key, jadi anak mereka belum juga menerima namanya.
"Jangan berfikir yang aneh aneh. Kita harus yakin kalau Key akan segera bangun" Bisik Ikbal pada telinga Luna.
"Iya" Jawab Luna tersenyum.
Mereka berempat menemani Rian sampai malam. Walaupun hanya kumpul kumpul di ruangan tunggu namun hal itu membantu Rian eedikit melupakan ketakutannya.
Prank
Semua mata tertuju pada kamar perawatan Key. Rian bangkit dan segera masuk ke dalam ruangan. Dia melihat Key yang sudah bangun dan menjatuhkan gelas kaca yang ada di meja samping ranjangnya.
"Sayang lo sudah sadar" Ucap Rian menangis karena bahagia. Dia segera menekan tombol yang ada di atas ranjang tidur Key untuk memanggil Dokter.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏