
"Kelasnya juga akan kita lewati dodol" Ucap Kennet mendorong kepala Theo.
"Oh iya, gue lupa" Ucap Theo tertawa.
Melody dan Yuki tersenyum melihat tingkah Theo dan Kennet yang terus berulah satu sama lain.
"Gue duluan ya" Ucap Melody saat berada di depan kelasnya.
"Ok sayang. Belajar yang rajin ya" Ucap Theo.
"Harusnya itu kata kata buat lo Yo" Ucap Kennet.
"Sirik ya lo" Ucap Theo.
Pandangan Ikbal kini tertuju pada Key yang tengah tersenyum dengan ponsel yang ia pegang. Ingin rasanya untuk menghampiri Key. Namun gengsinya yang besar membuatnya enggan untuk menemui Key.
"Kalau mau menemui Key, temui saja. Key pasti akan mengerti kok kalau kamu menjelaskannya sama dia" Ucap Yuki.
Dengan ucapan Yuki barusan, Theo dan Kennet menoleh ke Yuki lalu beralih ke Ikbal.
"Gue ke kelas dulu" Ucap Ikbal berjalan menuju ke kelasnya.
"Dasar gengsian" Ucap Theo.
"Sudah jangan di ledekin terus, kasihan tau. Mending kalian bantu Ikbal agar baikan sama Key. Dia pasti sangat merindukan sikap manja Key padanya" Jelas Yuki.
"Betul juga sih. Tapi percuma juga kalau orangnya sendiri gengsian." Ucap Kennet.
"Sudah lah gak usah bahas ini dulu. Kita ke kelas saja dulu, nanti saat istirahat kita bicarakan" Ucap Theo yang di jawab anggukan kepala oleh Yuki. Mereka bertiga pun berjalan kembali kelasnya sendiri.
Jam istirahat, Key memilih untuk ke perpustakaan. Saat ia keluar dari kelas, dia melihat Ikbal yang bersandar di pembatas gedung tepat di depan kelas Key. Key membuang muka lalu melenggang pergi tanpa bertegur sapa dengan Ikbal.
"Mau sampai kapan lo mendiami gue seperti ini?" Ucap Ikbal. Key menghentikan langkah namun tidak menoleh pada Ikbal. Ikbal berjalan menghampiri Key.
"Sorry, gue sudah kelewatan semalam" Ucap Ikbal.
"Enggak kok. Yang lo bilang memang benar. Gue hanya pembual besar tanpa ada hasil sama sekali. Itu kan yang lo maksud semalam" Ucap Key.
"Gue hanya gak mau lo sombong Key. Lo memandang rendah lawan yang tidak pernah lo ketahui sebelumnya. Dan gue gak suka sikap lo yang seperti itu" Jelas Ikbal.
"Apa perduli lo? Lo gak ada hak untuk mengomentari sikap gue" Ucap Key.
"Key, gue sayang sama lo makanya gue bicara seperti ini sama lo. Kalau gue gak perduli sama lo, gue gak akan ikut campur dengan apapun yang berhubungan sama lo" Ucap Ikbal marah.
"Gue memang salah karena sudah merendahkan lo semalam. Tapi lo harus instrospeksi diri Key. Apa kesalahan yang lo lakukan hingga lo bisa di kalahkan sama Jason" Ucap Ikbal.
Ikbal melenggang pergi meninggalkan Key yang masih berdiri mematung di tempatnya tadi. Key mencerna semua kata kata yang di ucapkan Ikbal barusan. Dia memang salah semalam karena sudah memandang rendah Jason. Dia juga mengakui jika semalam dia memang bersikap sombong.
"Ikbal" Teriak Key.
Ikbal menghentikan langkahnya. Dia menghela nafas karena dia pikri Key akan marah dengannya. Dia berbalik dan terkejut saat Key berlari kencang kearahnya. Ikbal tersenyum dan menerima Key yang melompat ke arah dirinya.
"Maafin gue" Ucap Key memeluk leher Ikbal erat.
"Gue juga minta maaf karena telah menyakiti hati lo" Ucap Ikbal.
Luna uang berada di kelasnya melihat semuanya. Dia tersenyum lega karena kedua orang yang berharga dalam hidupnya kini sudah kembali berbaikan.
"Wajar jika di persahabatan kalian memiliki sandungan kecil. Tapi gue harap sandungan itu gak akan meretakkan persahabatan kalian selamanya." Batin Luna tulus.
Beberapa bulan telah berlalu. Kehidupan Key serta teman temannya damai tanpa ada kendala. Apa lagi mereka yang telah melaksanakan ujian akhir tentu saja membutuhkan ketenangan ekstra.
Karena setelah ujian, kini angkatan Key sudah tidak ada tanggung jawab untuk belajar di sekolah lagi. Sambil menunggu hasil ujian selesai, anggota Death Davil memilih untuk sering sering berkumpul di markas mereka.
Seperti hari ini. Key yang bosan sendirian di apartemen memilih untuk datang ke markas menggunakan mobil Rian. Akhir akhir ini Rian sering ke perusahaan papahnya. Dia bahkan sering lembur karena pekerjaannya yang menumpuk. Jadilah Key sering di rumah sendirian dan tentu saja itu sangat membosankan.
Din din din
Salah satu anggota Death Devil membukakan pintu gerbang saat mobil yang mereka kenali berhenti di depan pintu gerbang.
"Yoi" Jawabnya singkat.
Key turun dari mobilnya.
"Ada snak di mobil, ambil gih bagi bagi sama yang lain" Ucap Key.
"Wiiih, cakep lo Key. Sering sering lah bawa jajan" Ucap salah satu temannya.
"Iya entar kalau duit gue kelebihan" Jawab Key bergurau. Dia membawa satu kantong snak masuk ke dalam markas untuk ketiga sahabatnya.
Namun saat masuk ke ruang tengah markas, dia terkejut melihat ketiga sahabatnya yang terkapar di beberapa tempat dan botol botol minuman keras berserakan di mana mana.
"Mereka habis mabuk semalam" Guman Key.
Key menaruh kantong snaknya di atas sofa lalu berjalan menuju ke kamar mandi. Dia mengambil air di ember kecil lalu membawanya kembali ke ruang tengah dan....
Byuuur
Seketika Ikbal, Theo dan Kennet terbangun gelagapan karena siraman air dari Key.
"Woy, mau mati lo" Bentak Ikbal marah.
"Berani lo bunuh gue" Ucap Key tak kalah bernada tinggi dari Ikbal.
Ikbal yang baru sadar dan melihat Key pun seketika terdiam. Dia duduk di sofa untuk menetralkan dirinya.
"Lo kejam banget sih Key. Bangunin pelan pelan bisa kali gak usah main siram saja" Ucap Theo.
"Masih mending gue bangunin lo semua pakai air. Kalau sampau Luna yang datang lebih dulu, sudah gue pastikan lo semua akan di bangunkan sama golok" Ucap Key.
Mendengar ucapan Key, ketiganya sampai susah menelan ludahnya masing masing.
"Mandi sama lo semua. Bau alkohol di mana mana. Jika Luan habis kalian semua" Ucap Key.
Ketiganya langsung berlari ke lantai atas. Mereka segera membersihkan diri karena talut jika sewaktu waktu Luna akan datang.
Melihat ketakutan ketiganya, membuat Key tersenyum sambil menggelangkan kepalanya. Dia mulai membersihkan ruang tengah. Membuang botol dan sampah sampah yang berserakan agar ruangan itu kembali bersih.
Setelah ruang tengah kembali rapi, Key mendaratkan dirinya di atas sofa dan mulai bermain ponsel. Kini Ikbal yang kebih dulu kembali ke ruang tengah menghampiri Key.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏