
Plack
Tamparan keras Rian terima dari mamah tirinya itu.
"Mah, apa yang kamu lakukan? Rian hanya tidak datang ke perusahaan untuk rapat. Kenapa mamah malah menamparnya?" Tanya Noval.
"Gimana mamah gak marah pah. Key hamil pah dan mamah yakin semua ini ulah Rian" Ucap Dara.
"Rian, apa benar yang di katakan mamah kamu?" Tanya Noval.
Lagi lagi Rian hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.
"Mamah memang menginginkan bayi kecil dari kamu Rian, tapi gak secepat ini juga. Apa lagi kalian belum menikah" Ucap Dara.
"Minggu depan kalian harus menikah. Papah gak mau jika Key di permalukan orang karena hamil duluan." Ucap Noval tegas.
"Mamah setuju. Untuk kalian berdua gak ada penawaran lagi. Kalian harus menikah dan semua acara akan mamah tangani sendiri." Ucap Dara.
"Untuk kamu Key, mulai besuk jangan pergi kuliah. Kamu bisa kuliah di rumah saja. Di usia kandungan kamu yang masih sangat muda ini, kamu harus ekstra hati hati" Ucap Dara.
"Iya mah" Jawab Key pasrah.
"Dan kamu Rian. Tanggung jawab kamu sudah bertambah, kamu harus lebih giat bekerja demi calon istri dan anak kamu. Mulai besuk fokus ke perusahaan papah." Ucap Noval.
Rian hanya bisa menganggukkan kepalanya karena dia tidak mungkin membantah ucapan papahnya saat ini.
Namun hal aneh tiba tiba saja berubah. Yang awalnya mereka tegang karena mengetahui kehamilan Key kini berubah hangat dan memperlakukan Key dengan penuh perhatian. Termasuk Noval yang biasanya bersikap dingin pada Key kini berubah perhatian dan penuh senyum.
"Kamu mau makan apa Key? Apapun yang kamu inginkan papah akan kabulkan" Ucap Noval.
"Ti...tidak pah, Key tidak menginginkan apa apa kok" Jawab Key yang merasa tidak nyaman.
"Minta saja sayang, papah kamu pasti akan mengabulkannya kok. Kamu tidak perlu takut karena ini juga demi calon cucu kami" Ucap Dara.
Key yang kebingungan dengan sikap kedua orang tua Rian, menoleh perlahan ke arah Rian agar Rian membantunua lepas dari perhatian berlebih dari kedua orang tua Rian. Namun Rian malah berpura pura membuang muka tidak menghiraukan wajah Key yang tertekan.
"Ayo kita jalan jalan, agar kamu tidak suntuk di rumah" Ucap Noval.
"Pah, Key butuh istirahat bukannya jalan jalan" Ucap Rian yang tidak tega melihat wajah tertekan Key.
"Tapi dia akan bosan kalau di rumah saja. Lagian kalau di stres akan berdampak buruk dengan calon bayi kalian" Ucap Noval.
"Pah, sejak pagi kita sudah di rumah sakit untuk mengantri pemeriksaan. Key butuh istirahat sekarang pah" Ucap Rian.
"Iya pah, jalan jalannya kita tunda saja dulu. Biarkan Key istirahat dulu" Ucap Dara.
"Tuh dengerin kalau mamah ngomong" Celetuk Rian.
"Hah, ya sudah. Key kamu naik saja ke kamar Rian untuk istirahat. Kamu harus menjaga kandungan kamu dengan baik" Ucap Noval.
"Pasti pah" Jawab Key.
"Sudah, yuk Yang" Ucap Rian menarik tangan Key menuju ke kamarnya.
"Jangan macam macam Yan, bayi kalian masih sangat rapuh" Teriak Noval.
"Iya pah, tadi sudah di jelaskan Dokter" Jawab Rian.
Saat sampai di kamar, Key langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur Rian.
"Kenapa?" Tanya Rian yang mnghampiri Key.
"Mamah sama papah bersikap aneh, gue jadi takut" Jawab Key.
"Itu karena mereka sedang bahagia menyambut calon bayi kita" Jelas Rian.
"Tapi rasanya aneh Yan" Ucap Key.
"Nikmati saja sayang, mungkin ini jalan dari Tuhan untuk kita berdua" Ucap Rian. Key akhirnya menganggukkan kepalanya pelan.
"Ya sudah, sekarang lo istirahat gih. Gue mau kerja" Ucap Rian.
"Lo mau ke kantor?" Tanya Key.
"Enggak, gue kerja dari rumah sambil menemani lo. Sudah sana tidur" Jawab Rian.
"Ok, bangunin gue ya nanti" Pinta Key.
Mungkin memang Key kelelahan, dia yang baru saja menutup mata kini sudah terlelap dengan nyenyak. Menurut penjelasan Dokter tadi juga ibu hamil akan sering mengantuk. Jadi wajar jika Key cepat sekali terlelap saat ini.
"Tidur yang nyenyak anak papah. Jangan membuat mamah kesulitan ya sayang. Kamu harus jadi anak yang baik agar mamah tidak kesulitan" Ucap Rian sambil mengusap perut rata Key.
"Papah kerja dulu ya sayang" Ucap Rian lagi. Kini dia mencium kening Key lalu beralih ke perut Key.
"Papah sayang kalian berdua" Ucap Rian dengan wajah yang bahagia.
Malam harinya, Key baru saja turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama dengan keluarga Rian.
"Wah ibu kita sudah bangun ternyata" Ucap Vito yang entah kapan sudah berada di rumah ini lagi.
"Apaan sih Vit, gak usah godain gue begitu deh" Ucap Key malu.
"Untuk apa malu, bagus loh kalau kamu hamil. Jadi sebentar lagi Vito punya ponakan lucu. Aku akan sering sering ke sini deh" Ucap Jesika.
"Ada lo Jes. Kapan datang?" Tanya Key.
"Tadi sore saat kamu tidur" Jawab Jesika.
"Nih makan, ibu hamil harus makan buah dan sayur yang banyak" Ucap Jesika.
Melihat makanan di depannya membuat Key merasa mual. Makanan yang di penuhi warna hijau itu tampak seperti rumput di depan mata Key.
"Kenapa Yang?" Tanya Rian.
"Yan, gue hamil anak lo bukan hamil kambing. Ya kali gue makan rumput ini semua" Bisik Key karena tidak ingin membuat Jesika kecewa.
"Terus lo mau makan apa?" Tanya Rian.
"Gue lagi ingin makan baso aci pedas" Jawab Key penuh semangat.
"Ya sudah gue pesankan online" Ucap Rian. Key menagnggukkan kepalanya dengan antusias. Dia sudah merasa air liurnya yang keluar setiap membayangkan baso aci pedas yang sangat menggiurkan.
Tak lama kedua orang tua Rian juga menghampiri mereka berempat di meja makan.
"Loh Key kok belum di makan makanannya?" Tanya Dara lembut.
"Key lagi ingin makan baso aci mah" Sahut Rian.
"Ya belikan dong, kamu mau anak kalian ileran karena permintaan mamahnya tidak di turuti. Sana beli" Ucap Noval.
"Pah, sekarang dunia sudah canggih. Kita gak usah keluar karena sebentar lagi makanannya akan di antar" Ucap Rian.
"Ya beda lah Rian. Ini anak kamu yang menginginkannya, harusnya kamu yang mencari keluar bukannya malah pesan online" Ucap Noval.
"Lain kali kamu yang harus mencari keluar kalau Key menginginkan sesuatu. Kamu yang harus bertanggung jawab karena gara gara kamu Key hamil" Ucap Noval.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏