
Rian tidak menjawab ucapan Key. Bahkan Ikbal sampai menyerngitkan dahinya saat melihat Rian yang tidak bereaksi. Key semakin khawatir, dia mencoba memegang dahi Rian namun seketika itu juga,Rian menepis tangan Key.
"Jangan menyentuh ku" Ucap Rian dingin. Key menganga tak percaya dengan perubahan sikap Rian yang kembali dingin seperti dulu.
"Lo kenapa? Gue khawatir sama lo. Kalau lo sakit kita periksa saja sekarang ke Dokter" Ucap Key yang masih bisa mengendalikan emosinya karena melihat wajah Rian yang pucat.
"Pergi, gue mau bicara sama Ikbal" Ucap Rian dingin tanpa menatap Key.
Sakit yang saat ini Key rasakan. Dia heran dengan perubahan sikap Rian. Padahal kemarin malam dia masih baik baik saja. Bahkan mereka juga saling bercanda dan Rian yang mencium bibir Key sekilas. Walaupun hanya sekilas, namun hal itu membuat Key sampai tidak tidur saking bahagianya.
Ikbal menatap punggung Key yang merosot karena sikap dingin Rian. Dia terus melihat ke arah Key yang masuk ke area dapu kafe.
Niat awal Ikbal datang karena ingin bicara pada Rian soal Key yang tidak di ijinkan datang kecamp lagi. Namun saat melihat sikap acuhRian pada Key membuat Ikbal sedikit tidak terima.
"Sorry bang, tapi jika lo memang tidak mencintai Key, lebih baik lo lepaskan dia. Gue pribadi tidak suka melihat lo bersikap dingin seperti itu pada Key. Sudah cukup kesedihan dia selama ini. Gue nggak rela jika lo acuh begitu ke dia" Ucap Ikbal.
"Apa peduli lo? Memangnya Key siapa lo? Lo nggak lebih dari teman, jadi nggak usah lo atur atur gue" Ucap Rian menyeringai.
"Tapi bang, gue..." Belum juga Ikbal melanjutkan ucapannya, dia melihat Rian yang sudah bangkit dari duduknya.
"Kalau lo datang hanya ingin membicarakan hal itu, lebih baik lo balik sekarang. Gua banyak kerjaan sekarang" Ucap Rian datar. Dia melangkah pergi dari hadapan Ikbal. Ikbal hanya diam menatap kepergian Rian.
"Heh Bal, Rian kenapa?" Tanya Key yang kembali menghampiri Rian. Walaupun marah karena sikap dingin Rian, namun rasa pensarannya yang lebih tinggi mampu membuang eemua rasa gengsinya. Dan dia memutuskan mengintip Ikbal dan Rian dari balik pintu dapur. Saat melihat Rian pergi, Key segera keluar untuk menghampiri Ikbal.
"Nggak tau. Gue balik dulu. Soal lo, lo lebih baik nggak usah ke camp dulu sementara waktu. Gue takut kalau bang Rian akan semakin marah sama lo" Ucap Ikbal yang di jawab anggukan kepala oleh Key yang tertunduk sedih.
"Nggak usah sedih gitu. Muka lo semakin mirip monyet dihutan" Goda Ikbal mencubit hidung Key gemas.
"Ck. Mulut lo gue jahit juga nih" Ucap Key marah.
"Hahaha, ya sudah. Kerja yang rajin, walaupun lo kekasih pemilik kage, tapi lo nggak boleh hanya berdiam diri dan makan gaji buta " Ucap Ikbal.
"Iya bawel lo" Jawab Key.
"Gue pergi dulu" Ucap Ikbal mengusap lembut pucuk kepala Key.
Di ruang kerjanya Rian merasa kepalanya yang kembali berdenyut hingga membuat dia hampir terjatuh. Dia berjalan dengan lunglai ke arah mejs kerjanya. Dengan satu tangan yang memegangi kepalnya yang terasa sangat sakit dan tangan sebelahnya lagi ua gunakan untuk membuka laci dan mencari obatnya.
"Ck, di mana sih obatnya" Ucap Rian lirih.
Saat menemukan obatnya, dia segera membuka tutup obat dan mengeluarkan 2 butir obat. Dia segera memasukkan obat itu ke dalam mulutnya lalu mengambil air yang ada di atas meja untuk membantunya menelan pil yang ia makan tadi.
"Hah. Juli... gue rindu sama lo" Guman Rian dengan menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi kebesarannya.
Key yang berada di dapur masih kepikiran dengan Rian. Entah kenapa perasaannya mulai tidak tenang saat mengingat sikap dingin Riyan.
"No, gue ke tempat Rian dulu ya" Pamit Key yang di jawab anggukan kepala oleh Nino.
Key menaruh buku menu dan bolpoinnya di tempat yang sudah di sediakan. Dia berjalan menaiki tangga untuk menuju ke ruangan Rian.
Tok tok tok
"Yan, gue boleh masuk?" Tanya Key yang berada di depan pintu ruangan Rian. Cukup lama Key menunggu jawaban dari Rian, namun dia tidak mendengar suara Rian sama sekali.
"Yan, gue masuk ya" Ucap Key mulai membuka pintu ruangan Rian.
Key tersenyum saat melihat ternyata Rian sedang tertidur pulas di meja kerjanya. Key pun berjalan perlahan menghampiri Rian. Dia mengusap lembut rambut Rian yang sedikit mengombak.
"Juli... maafin aku Juli. Aku tidak menghianati kamu. Juli... Juli..." Teriak Rian yang seketika bangun.
Deru nafasnya tersengal sengal karena kembali bermimpi buruk tentang Juli. Namun dia kembali terkejut saat mihat Key yang tersenyum ke arahnya namun ada air mata yang membasahi wajah manisnya.
"Key" Ucap Rian lirih.
Key segera menghapus air matanya. Dia terus tersenyum ke arah Rian walaupun hatinya benar benar sakit saat ini.
"Key, gue bisa jelasin sama lo" Ucap Rian.
Rian pun bangkit dari duduknya dan bermaksud untuk mengejar Key, namun karena baru saja bangun tidur, dia sampai tersandung kaki meja.
Duack
Rian jatuh tersungkur dengan kaki yang terbentur meja.
"Arght, Key tunggu gue" Teriak Rian frustasi.
Rian kembali bangkit. Walaupun dengan kaki yang pincang, dia tetap terus menuruni tangga untuk mengejar Key.
"No, di mana Key?" Tanya Rian.
"Pulang bos, katanya ada urusan" Jawab Nino.
Ria segera berlari keluar kafe. Saat dia akan menghampiri Key, Key sudah lebih dulu masuk ke dalam taxi.
"Sialan" Umpat Rian.
Rian berbalik menuju ke mobilnya. Namun sialnya, dia lupa membawa kunci mobilnya yang masih ada di atas meja kerjanya.
"Arght" Teriak Rian mengusap rambutnya kasar karena frustasi.
"Maafin gue Key" Ucap Rian lirih.
Di kontrakan Key baru saja sampai. Dia turun dari taxi dan langsung masuk ke dalam kontrakannya. Dia menutup pintu sangat keras dan jatuh terporosok. Dia menangis dengan memeluk kedua lututnya.
"Kenapa hati gue sakit gini sih? Ini juga kenapa air mata gue kok nggak bisa berhenti?"
"Gue ini kenapa sih?" Ucap Key menangis sesegukan.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏