
"Si Dimas gimana?" Tanya Rian
"Biarin deh, palingan dia mau main sama ikan ikannya di belakang. Yuk pergi" Ucap Juli bangkit dari duduknya.
"Gue pergi dulu bro. Soal geng kitananti kita bicara lagi" Ucap Rian.
"Ok, lo santai saja" Jawab Dimas.
Rian memakaikan helm pada Juli. Sedangkan Juli masih asik dengan ponselnya sejak tadi. "Asik banget sih, lagi chatan sama siapa sih?" Tanya Rian
"Sama Kila dan Cia" Jawab Juli.
"Sudah dulu ponselnya di simpan. Kita jadi pergi nggak nih?" Tanya Rian.
"Jadi, tapi apa lo mau pakaia seragam?" Tanya Juli.
"Enggak lah, iku gue dulu balik ke rumah buat bersih bersih. Sama mau ganti mobil saja soalnya sudah malam takutnya lo sakit nanti" Ucap Rian yang mulai menyalakan motornya.
"Boleh deh" Jawab Juli. Juli memeluk erat pinggang Rian saat Rian mulai melajukan motornya.
***
Di rumah Rian.
Rian membukakan helm Juli lalu ia pun menggenggam tangan Juli. Rian membawa Juli masuk ke dalam rumahnya yang lebih besar dari rumah Juli.
"Mamah, aku pulang" Teriak Rian yang berjalan masuk ke ruang tamu.
"Rian jangan teriak teriak dong. Lo nggak sopan banget sih" Ucap Juli memukul lengan Rian.
"Hehehe maaf Yang, kebiasaan" Ucap Rian.
"Nggak boleh gitu lagi, kayak di hutan tau nggak lo" Ucap Juli.
"Iya iya nggak lagi deh" Ucap Rian.
Tak lama mamah Rian datang menghampiri mereka di ruang tamu. "Wah ada siapa ini? Cantik banget sih" Ucap mamah Rian.
"Halo tante, saya Julia tante, temannya Rian" Ucap Juli menyalami tangan mamah Rian.
"Bohong mah, dia pacarnya Rian" Ucap Rian yang langsung mendapat pukulan di lengannya dari Juli.
"Tuh mah, anak mamah di hajar terus. Masak mamah diam saja sih?" Ucap Rian.
"Biarin, biar kamu kapok. Habisnya kalau mamah yang bilangin nggak pernah nurut. Nah sekarang mamah senang jarena sudah ada pawang yang galak buat ngatur kamu" Ucap mamah Rian senang.
"Lho ada tamu ternyata" Ucap papah Rian.
"Ini pah, calon mantu kita. Cantik ya pah, Rian pinter cari calon mantu buat mamah." Ucap mamah Rian.
"Mata kamu asli?" Tanya papah Rian.
"Iya om. Keturunan dari keluarga mami" Jawab Juli.
"Dia anaknya pemilik SC Group pah. Pasti papah tau dong siapa pemiliknya" Ucap Rian.
"Oh kamu anaknya pak Maheswari" Ucap papah Rian.
"Iya om" Jawab Juli.
"Wah bagus dong. Gimana keadaan papi kamu? Setau saya papi kamu sedang berada di negri saat ini" Ucap papah Rian.
"Iya om. Tadi pagi baru kirim kabar, soalnya papi sedang sibuk di sana. Saya juga nggak mau ganggu papi biar papi cepat pulang" Jelas Juli.
"Terus kamu di rumah sama siapa? Maaf sebelumnya soalnya setau om, mami kamu kan sudah meninggal" Ucap papah Rian.
"Iya om, saya di rumah sama bik Marni. Beliau sudah lama kerja sama keluarga papi." Jawab Juli.
"Kamu anak yang hebat Juli. Tante bangga sama kamu" Ucap mamah Rian.
"Iya lah, pacar Rian" Ucap Rian sombong.
"Heh dari pada sombong di sini mending kamu naik ke atas terus mandi. Nggak malu apa sama pacar kamu. Pacar kamu saja sudah cantik wangi gini kamunya malah dekil, bauk lagi" Ucap mamah Rian.
"Mamah kok kejam banget sih sama anak sendiri. Ya sudah aku naik dulu mau mandi. Julinya aku jangan di apa apain, dia punyanya Rian seorang soalnya" Ucap Rian.
Rian berlari masuk ke dalam rumah. Dia menaiki anak tangga melingkar untuk menuju ke kamarnya.
"Makasih ya Julia, kamu sudah banyak merubah Rian. Tante sangat berterima kasih karena kamu mau bersama Rian. Padahal tante tau betul sikap dan tingkah dia di luaran sama. Maafin Rian ya Julia kalau dia sering membuat kamu pusing" Ucap mamah Rian.
"Enggak kok tan, malah Juli yang beruntung bisa menjadi kekasih Rian. Rian pria yang lembut dan penyayang. Juli saja setiap hari di hujani cinta yang tulus dari Rian" Ucap Juli jujur.
"Tante titip Rian ya Julia. Tante percaya kalu Rian akan jauh lebih baik saat dia bersama kamu" Ucap mamah Rian.
"Iya tante" Jawab Juli tersenyum. Sedangkan papah Rian hanya tersenyum melihat istri dan calon menantunya yang sudah akrab padahal ini pertama kalinya merwka bertemu. Di tambah sang istri yang suka pemilih untuk urusan kekasih Rian. Sebab itu hanya Juli yang berani Rian bawa pulang untuk ia kenalkan kepada sang mamah.
Tak lama Rian sudah kembali kw ruang tamu dengan pakaian santainya. Dia hanya memakai celana pendek jins selutut di padukan dengan kaos polos abu abu di tambah jaket kulit coklat yang saat ini telah ia kenakan.
"Yuk jalan" Ucap Rian.
"Pamitan dulu sama mamah papah kamu" Ucap Juli karena tadi kedua orang tua Rian masuk ke dalam.
"Mereka sudah di kamar. Sudah yuk berangkat biar nanti gue yang pamitin" Ucap Rian.
Juli mengangguk lalu bangkit dari duduknya. Rian meraih tangan Juli untuk ia genggam. Mereka berjalan keluar dan sudah ada mobil sport merah yang tengah di panasi mesinnya.
"Ayo masuk" Ucap Rian membukakan pintu mobil untuk Juli. Mobil yang hanya berisikan 2 kursi itu tampak mewah karena modifikasi yang di lakukan oleh Rian tentunya.
"Kamu suka memodif mobil?" Tanya Juli.
"Hanya iseng doang sih tapi geu suka" Jawab Rian mulai melajukan mobilnya.
"Mau dong mobil gue di buat seperti ini" Pinta Juli.
"Lo suka?" Tanya Rian.
"Banget, modifikasi lo ini keren banget" Ucap Juli.
"Kalau lo mau, besuk gue bawa mobil lo. Biar gue kerjain sama Ical dan Yoga" Ucap Rian.
"Mereka juga suka modif mobil?" Tanya Juli antusias.
"Iya, malah lebih parah mereka. Mereka bahkan rela nggak jajan hanya untuk memodif mobilnya" Jelas Rian.
"Wah gue jadi penasaran sama mobil mereka berdua" Ucap Juli.
"Gimana kalau kita ke sana. Malam ini mereka lagi ada pameran mobil di mall Xx" Ucap Rian.
"Boleh deh" Jawab Juli senang.
"Ok, kita ke sana sekarang" Jawab Rian.
Tak lama mereka berdua sudah sampai di mall Xx. Rian memarkirkan mobilnya lalu berjalan bergandengan tangan dengan Juli. Mata Juli tampak berbinar binar melihat mobil mobil yang di pamerkan penuh dengan modifikasi yang super waw.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏