It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 70



Rian mengambil tas Key yang ada di sofa.


"Kita balik dulu" Panit Rian.


"Iya bang, hati hati" Jawab Theo. Kennet dan Ikbal hanya menagngguk pelan.


Beberapa hari telah berlalu. Rian dan Key sudah berbaikan lagi dan mereka tampak jauh lebih dewasa terutama Key. Dia sekarang mulai mengertikan keadaan Rian. Rian juga sudah mulao terbuka dengan Key. Dia menceritakan semuanya pada Key bahkan setiap mereka akan tidur, Rian memeluk Key di ranjang dan menceritakan apa yang ia lakukan seharian di perusahaan papahnya.


Hari ini Rian sengaja membawa Key ke perusahaan papahnya. Saat keluar lift untuk menuju ke ruangan Rian, Key melihat Diana yang tampak tersenyum merekah dengan kedatangan Rian. Namun seketika senyuman itu lenyap saat melihat Key di belakang Rian.


"Diana, mulai sekarang kamu akan di pindah tugaskan ke perusahaan cabang" Ucap Rian.


"Tapi Yan, pekerjaan aku gimana?" Tanya Diana.


"Yan? Lo panggil bos lo dengan sebutan nama? Gak sopan banget sih lo" Ucap Key.


"Rian saja tidak keberatan, kenapa kamu yang tidak suka" Ucap Diana.


"Saya keberatan Diana. Kamu bawahan saya, jadi sudah sepatutnya kamu memanggil saya drngan sebutan bapak" Ucap Rian tegas.


"Soal pekerjaan kamu, akan ada orang lain yang menggantikannya. Jadi kamu boleh membereskan barang barang kamu sekarang" Ucap Rian.


"Ayo sayang, kita masuk" Ucap Rian masuk lebih dulu ke dalam ruangannya. Key menyeringai ke arah Diana sambil berjalan masuk ke dalam ruangan Rian.


Di dalam ruangan, Rian duduk di kursi kerjanya. Dia mengambil beberapa dokumen yang akan ia bawa ke rapat pagi ini.


"Lo tetap di sini, jangan kelayapan ke mana mana. Gue ada rapat sebentar" Ucap Rian.


"Iya iya" Jawab Key.


Ria berjalan menghampiri Key, dia mencium pucuk kepala Key sekilas.


"Gue pergi dulu" Pamit Rian


"Iya" Jawab Key singkat.


Rian kembali keluar dari ruangannya. Tanpa menoleh ke arah Diana sedikit pun karena dia tidak mau membuat Key salah paham lagi.


Di dalam ruangan, Key berjalan jalan mengelilingi ruangan besar itu. Tatapan mata Key kini tertuju pada sebuah lipstick yang warnanya seperti yang di pakai Diana.


"Dasar gatel. Tuh cewek lama gak di garuk apa gimana sih? Dasar gak tau malu" Ucap Key mengambil lipstick itu dan membawanya keluar.


"Eh sudah mau pergi ya mbak gatel" Ucap Key.


"Jangan sombong kamu, aku pastikan Rian akan menjadi milik ku" Ucap Diana.


"Oh iya? Wah gue penasaran deh. Memangnya Rian mau sama barang bekas seperti lo. Sedangkan dia punya yang masih bersegel di sini." Ucap Key.


Key berjalan mendekati Diana, dia menaruh lipstick yang ia temukan di meja kerja Rian ke dalam kardus yanv di bawa Diana.


"Lo hanya barang bekas yang di buang seperti sampah. Asal lo tau saja, gue gak selemah yang lo kira Diana. Hanya permainan bodoh lo itu gak akan membuat gue hancur. Cara kuno yang lo pakai dengan menaruh lipstick ini di meja Rian, gak akan bisa membodohi gue." Ucap Key.


"Gue bisa saja membuat lo celaka Diana bahkan gue bisa membunuh bayi yang ada di dalam kandungan lo. Berani lo berulah lagi, teman teman gue pasti akan menghancurkan lo. Lo gak tau siapa gue jadi jangan pernah lo bermain api sama gue" Ucap Key penuh penekanan.


"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Rian yang baru kembali karena ada berkas yabg tertinggal di meja kerjanya.


"Oh enggak papa kok. Ini gue ambilin lipstick Diana yang jatuh tadi. Dia kan lagi hamil, jadi kasihan kalau ambil barang sendiri. Apa lagi di tangannya juga sudah banyak barang" Ucap Key.


"Oh, panggilkan satpam saja untuk membantunya. Lo ke dalam saja." Ucap Rian.


"Ayo masuk" Ucap Rian menarik tangan Key masuk ke dalam ruangannya. Key menoleh ke arah Diana sambil menyeringai atas kemenangannya kali ini.


Di dalam ruangan, Rian menarik tangan Key dan mendudukkan Key ke kursi kerjanya. Dia mengurung Key dengan kedua tangannya yang kekar.


"Lo habis ngapain barusan?" Tanya Rian.


"Gue gak ngapain ngapain kok. Tadi kan gue sudah bilang kalau gue mengambilkan lipstick Diana yang jatuh" Jawab Key.


"Kalau iya memangnya kenapa? Uya gue memang habis mengancam dia. Habisnga gue gak suka sama dia yang sengaja menaruh lipsticknya di meja kerja lo." Jawab Key cemberut.


Cup


Rian mencium bibir Key gemas.


"Gak usah cemberut gitu. Gue makan baru tau rasa lo" Ucap Rian.


"Jangan aneh aneh deh Yan" Ucap Key.


"Gue gak aneh aneh Key. Gue hanya mau lo jadi milik gue seutuhnya. Bukannya tadi lo yang bilang sendiri kalau gue gak akan suka sama barang bekas. Jadi sekarang gue mau makan yang bersegel saja." Ucap Key menyeringai. Dia semakin mendekatkan diri pada Key. Dengan sekuat tenaga Key, menahan tubuh Rian dengan kedua tangannya.


"Lo minggir atau ge tendang benda pusaka lo" Ancam Key. Rian langsung berdiri menjauh dari Key karena takut dengan ancaman Key barusan.


"Bisa gila gue lama lama sama lo di sini. Gue rapat dulu, ingat jangan keluyuran" Ucap Rian.


"Iya iya bawel lo seperti mamah Dara" Ucap Key


"Gue bilangin mamah baru tau rasa lo" Ucap Rian


"Iiih, tukang mengadu" Ucap Key.


"Hahaha, gue pergi dulu" Ucap Rian berjalan keluar dari ruangannya.


Setelah Rian kembali pergi, Key memilih merebahkan dirinya di sofa empuk yang nyaman sambil bermain ponsel.


"Hah, bosan sekali" Ucap Key yang sudah lebih dari 30 menit menunggu kepulangan Rian. Dia bangkit dan mulai berjalan jalan di ruangan besar itu. Tapi lagi lagi dia merasa kebosanan karena sendirian.


"Mending gue turun deh, bosan banget sendirian di sini" Ucap Key.


Key berjalan keluar dari ruangan Rian. Dia memilih turun ke lantai bawah untuk mencari siapapun yang bisa menjadi temannya menghilangkan kebosanannya.


"Mau ke mana mbak?" Tanya satpam kantor saat melihat Key yang berjalan keluar.


"Bosan pak, mau cari angin. Bapak bosan juga gak?" Tanya Key balik.


"Ya bosan gak bosan mbak, namanya juga kerja" Jawab satpam.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏