It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 34



"Kamu harus bertahan Juli, aku akan segera datang sayang, aku mohon jangan membuat ku takut. Aku mohon sayang" Batinya.


Biasanya untuk perjalanan dari camp Death Devil sampai ke rumahsakit tempat Juli di rawat membutuhkan waktu 30 menit. Apa lagi saat sedang macet, bisa lebih dari 1 jam di perjalanan. Namun kali ini Rian sampai di rumah sakit hanya butuh waktu 15 menit.


Rian berlari dengan boneka babi besar yang ia gendong. Ia tidak perduli dengan orang orang yang hampir ia tabrak. Matanya terus mengeluarkan air mata yang membuat pandangannya buram.


Bruck


Rian jatuh tersungkur kala ia akan berbelok menuju ke ruang ICU. Gilang yang melihat Rian jatuh pun segera membantu Rian bangkit. Dia membawa boneka yang Rian bawa. Sedangkan Rian berlari lagi menuju ke ruang ICU.


"Di mana Juli Ci? Dia....dia baik baik saja kan?" Tanya Rian dengan nafas yang tidak teratur.


"Jawab gue Ci, dia baik baik saja kan?" Teriak Rian namun Cia masih tetap bungkam dan menangis. Rian kini ke arah Kila yang duduk di kursi tunggu. Dia berlutut di depan Kila yang saat ini menangis dalam diam.


"Kila, dia baik baik saja kan? Gilang bohong kan Kil sama gue? Tadi.... tadi dia habis telfon gue Kila. Dia.... dia baik baik saja kan Kil?"


"Kila gue mohon jawab gue Kila. Gue mohon kasih tau kalau apa yang di ucapkan Gilang itu bohong. Gue mohon..." Ucap Rian menangis.


"Yan, kita harus berdoa. Lo jangan kayak gini Yan. Saat ini yang Juli butuhkan doa dari lo bukan aur mata lo yang nggak guna ini. Sadar Yan, dia butuh lo di dalam sana. Terus berdoa untuk kesembuhan dia Yan" Ucap Gilang menepuk bahu Rian.


Pak Ari yang melihat Rian pun bangkit dari duduknya. Dia mengahmpiri Rian dan membawa Rian duduk di bangku tunggu. "Kamu harus tenang Rian, yakin lah kalau Juli akan baik baik saja" Ucap pak Ari.


Tak lama Dimas datang dengan beberapa sahabatnya. Dia datang dengan deru nafas yang tersengal sengal. Saat sampai di depan ruang ICU, dia melihat semua orang yang tengah menangis.


"Om, gimana keadaan Juli?" Tanya Dimas.


"Masih di dalam Mas, kami belum tau gimana keadaan Juli sekarang" Jawab pak Ari.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Juli bisa masuk rumah sakit?" Tanya Dimas. Karena Dimas tidak tau akan sakit yang di derita Juli.


"Adik kamu terkena kanker otak stadium 2 Dimas. Tapi menurut Dokter, kanker yang di derita Juli cukup ganas. Walaupun Juli sudah melakukan pengobatan kemo namun pertumbuhan kankernya cukup cepat." Jelas pak Ari.


"Sejak kapan?" Tanya Dimas yang mulai emosi.


"Satu bulan yang lalu" Jawab pak Ari.


"Kenapa om baru kasih tau aku sekarang? Apa om tidak menganggap aku sebagai keluarga om lagi? Kenapa hanya aku yang tidak tau jika Juli sakit? Kenapa om?" Tanya Dimas marah.


"Maaf Dimas, tapi ini semua atas permintaan Juli. Maafkan om Dimas" Ucap pak Ari.


"Lo sabar bos, ingat saat ini kita di rumah sakit. Lo harus tenang bos" Ucap Piko anak buah Dimas.


"Arght, sialan" Umpat Dims frustasi.


Dimas menatap ke arah Rian yang tampak hancur. Rian yang terdiam dengan terus menatapke arah pintu ruang ICU dengan tatapan sendunya.


"Duduk dulu bos. Lo harus tetap tenang, jangan sampai kita di usir dari sini" Ucap Kilo anak buah Dimas juga. Dimas duduk di sebelah Rian, dia tidak bisa berkata apapun saat ini karena dia sangat khawatir dengankeadaan adik sepupunya itu.


"Padahal tadi dia habis telfonan sama gue. Dia sudah tampak sehat dan ceria. Dia juga bilang kalau makan siangnya habis. Dia juga menghabiskan susunya. Walaupun susah untuk minum obat, tapi dia berhasil minum obatnya itu"


"Tapi.... tepi entah kenapa dia jadi kritis seperti ini?" Ucap Rian kembali menangis.


"Gue takut.... gue takut kehilangan dia... dia segalanya buat gue. Gue cinta sama dia, bahkan gue rela menukar nyawa gue buat kesembuhan dia. Tapi kenapa dia harus mengalami kesakitan yang seperti ini? Kenapa enggak gue saja yang merasakan sakit yang dia derita?"


"Jangan begok lo Yan, kalau sampai Juli dengar ucapan lo, dia pasti akan sangat sedih. Gue tau sebesar apa cinta lo sama dia. Tapi lo nggak boleh sampai sehancur ini. Dia butuh semangat dari lo" Ucap Dimas.


Dimas melihat telapak tangan Rian yang terluka. Dia juga melihat lutut Rian yang berdarah serta celana OSIS yang robek.


"Piko, tolong beli obat buat Rian" Ucap Dimas.


"Ok, bos" Jawab Piko. Piko dan Kilo berjalan ke arah apotik untuk membelikan obat untuk Rian. Saat Rian jatuh tadi, dia tidak sadar kalau ada pecahan beling yang mengenai telapak tangannya.


"Maaf, mana yang terluka?" Tanya suster.


"Dia sus, tolong di obati lukanya" Ucap Dimas yang bangkit dari duduknya.


"Baik lah, maaf mas permisi saya obati dulu lukanya" Ucap suster.


Suster mulai membersihkan luka di telapak tangan Rian. Rian tidak merasakan sakit sama sekali, bahkan saat suster akan menyuntikkan obat anti rasa, Rian menolak. Dengan berat hati suster mulai menjahit telapak tangan Rian tanpa memakai pati rasa sama sekali.


Rian terus menatap ke arah pintu ruang ICU. Dia tidak merasakan sakit sama sekali saat suster mulai menjahit luka Rian. Dimas dan kedua sahabatnya yang melihat pun meringis ngeri namun Rian menatap datar tanpa ekspresi sama sekali.


"Sudah selesai mas, jangan terkena air dulu untuk beberapa hari sampai lukanya kering. Kalau begitu saya permisi" Pamit suster.


"Makasih sus" Ucap Dimas yang di jawab senyuman dan anggukan dari suster.


Tak lama pintu ruang ICU sudah terbuka. Dokter keluar dari ruang ICU dengan pakaian khususnya.


"Giaman keadaan putri saya Dok?" Tanya pak Ari.


"Pasien Juli sudah mampu melewati masa kritisnya. Namun pasien ingin bertemu dengan yang bernama Rian" Jelas Dokter.


"Sa....saya Rian Dok" Jawab Rian.


"Anda bisa masuk ke dalam sekarang" Ucap Dokter. "Suster tolong di bantu ya" Ucap Dokter.


"Baik Dok" Jawab suster.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏


Selamat menunaikan ibadah Puasa


MARHABAN YA RAMADHAN


1444 H / 2023 M


Mohon Maaf Lahir Batin 🙏