It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 69



Plack


Kini Rian menerima tamparan dari Key.


"Ini masalah kita berdua, kenapa lo harus menyeret orang yang ada urusannya sama kita" Bentak Key.


Pertengkaran mereka kini sudah menjadi tontonan geratis bagi orang orang yang ada di kantin. Suasana kantin mulai gaduh karena pertengkaran mereka.


"Gue gak akan melakukan ini kalau lo gak dekat dekat sama dia. Lo itu cewek gue" Ucap Rian.


"Kita sudah putus Rianoval" Ucap Key penuh penekanan.


"Key, lebih baik lo bicara baik baik sama Rian deh." Ucap Luna.


"Gak usah, ayo kita pulang" Ucap Key menarik tangan Luna pergi dari kantin kampus.


"Arght sialan" Teriak Rian frustasi. Dia bahkan menendang meja kursi kantin karena emosi.


Luna melepaskan tangan Key saat mereka berada di area parkir kampus.


"Lo putus sana Rian?" Tanya Luna.


"Iya" Jawab Key singkat.


"Ada masalah apa?" Tanya Luna lagi.


"Gue akan jelasin semuanya sama lo, tapi gak di sini" Jawab Key.


"Ok, kita ke markas Death Devil sekarang. Mana kuncinya, biar gue yang bawa" Ucap Luna.


"Tapi Lun"


"Bawa sini Key. Jangan sampai gue marah di sini" Ucap Luna tegas.


Key akhirnya menyerahkan kunci motor pada Luna. Luna segera naik ke atas motornya dan mulai memakai helmnya.


"Buruan naik" Ucap Luna. Key memakai helmnya lalu naik ke atas motor. Luna langsung melajukan motornya saat Key sudah siap. Kali ini entah setan apa yang telah merasuki Luna karena Luna melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Bahkan dia sering mendapatkan umpatan dari orang orang yang dia salip.


Tak butuh waktu lama bagi Luna dan Key sampai di markas.


"Turun lo" Ucap Luna


"Iya sabar" Jawab Key manyun.


Luna dan Key masuk ke dalam markas. Tapi mereka tidak melihat keberadaan ketiga pentolan Death Devil itu. Luna mengambil ponselnya dan mulai menghubungi nomor ponsel Ikbal.


"Halo Yang, ada apa?" Tanya Ikbal setelah ia mengangkat telepon dari Luna.


"Ke markas sekarang. Kalau dalam 15 menit lo belum sampai juga, siap siap lo gak ketemu gue selama 1 minggu" Ancam Luna.


"Ok gue ke marakas sekarang" Jawab Ikbal.


"Ken sama Theo juga, ada yang mau gue bahas sama kalian" Ucap Luna melirik ke arah Key. Key tertunduk saat mengetahui Luna tengah meliriknya tajam.


Setelah menghubungi Ikbal, Luna menjatuhkan dirinya di atas sofa. Dia menunggu kedatangan Ikbal dan yang lain sambil memainkan ponselnya.


Belum 15 menit terdengar suara deru motor di luar. Namun saat masuk ke dalam markas, Luna dan Key terkejut karena yang datang bukan lah Ikbal melainkan Rian.


"Pulang Key" Ucap Rian lembut.


"Pulang ke mana? Swkarang gue tinggal sama Luna. Gue gak akan pulang kalau gak sama Luna" Jawab Key


"Key, jangan seperti anak kecil. Ayp pulang, kita bicarakan baik baik di rumah" Ucap Rian.


"Gue sudah putus sama lo Rian dan lo juga sudah menyetujui hal itu. Itu apartemen lo bukan rumah gue. Awalnya gue berpikir kalau tempat lo adalah tempat paling nyaman untuk gue. Tapi gue salah, gue yang besar kepala mengira kalau lo lah rumah terakhir gue" Ucap Key.


"Ok gue ngaku kalau gue salah. Ayo pulang Key. Kita bicarakan berdua" Ucap Rian.


"Bang Rian, tumben ke sini?" Tanya Theo.


"Key, lo ada masalah sama bang Rian?" Tanya Ikbal.


"Gak ada" Jawab Key.


"Jangan seperti anak kecil Key. Selesaikan masalah lo" Ucap Kennet.


"Memang gue sudah selesai kok sama dia. Dianya saja yang datang ke sini sendiri" Jawab Key.


"Cukup Key" Bentak Rian.


Semua yang berada di ruangan itu terkejut dengan bentakan Rian. Termasuk Key yang langsung memanas kedua matanya menahan tangis.


"Gue memang salah karena berduan sama Diana. Tapi dia lagi kesusahan sekarang Key. Dia hamil dan dia di tinggal begitu saja sama pacarnya. Gue hanya mau menghibur dia" Ucap Rian tegas.


"Apa yang gue lakukan memang salah Key. Apa lagi gue sampai membentak lo. Gue capek Key. Harusnya lo ngertiin gue. Gue banyak kerjaan di kantor papah karena papah akan mengambil pensiun awal dan gue di siapkan untuk menggantikan papah. Gue kerja dari pagi sampai malam demi lo Key, demi masa depan kita. Kalau gue gak memikirkan lo, mungkin gue gak akan mau menggantikan papah di perusahaan." Ucap Rian.


"Key, gue sayang sama lo. Gue mau lo yang akan menjadi pendamping gue. Gue mau lo yang menjadi istri gue. Gue bekerja keras demi kebahagiaan lo Key. Maaf karena gue sering marah marah sama lo akhir akhir ini. Jujur gue tertekan Key."


"Tolong kembali sama gue Key. Lo gak mencintai sepihak karena gue juga mencintai lo. Key, gue mohon kembali sama gue" Pinta Rian.


Key sudah tidak bisa menahan air matanya lagi. Dia mulai menangis menatap Rian yang begitu tulus padanya.


Melihat Key yang menangis, hati Rian terada teriris. Dia menghampiri Key lalu membawa Key ke dalam pelukannya.


"Gue sangat mrncintai lo Key. Gue sangat mrncintai lo. Lo gak perlu bimbang atas perasaan gue ke lo, karena cinta yang gue miliki jauh lebih besar dari yang lo kira" Ucap Rian lembut.


"Lebih baik lo pulang sama bang Rian dulu Key. Lo selesaikan kesalah pahaman lo. Jangan berpikir sempit lagi Key. Lo sudah dewasa sekarang, semua masalah bisa di bicarakan baik baik. Suatu saat lo akan berkeluarga. Jadi lo harus belajar mulai sekarang. Begitu pun gue dan yang lain. Kita semua juga sama sama belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi. Kita gak mungkin selamanya di jalanan seperti ini" Ucap Ikbal.


"Iya Key, lo pulang ya sama bang Rian" Ucap Luna mengusap punggung Key yang gemetar karena menangis.


Key yang masih menangis sesegukan hanya menjawab dengan anggukan kepala saja.


Rian melepaskan pelukannya, dia menagkup wajah Key sambil menghapus air matanya.


"Kita pulang ya" Ucap Rian lembut. Key lagi lagi menjawab dengan anggukan kepala saja.


Rian mengambil tas Key yang ada di sofa.


"Kita balik dulu" Panit Rian.


"Iya bang, hati hati" Jawab Theo. Kennet dan Ikbal hanya menagngguk pelan.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏