
Seperti malam ini, Dara meminta Rian untuk pulang dan makan malam bersama. Tanpa kata penolakan, Rian langsung pulang. Rian keluar dari ruang kerjanya untuk segera pulang, sebelum Noval marah karena istrinya yang terus menunggu putra kurang ajarnya itu.
"Rian" Mendengar namanya di panggil membuat Rian menghentikan langkahnya. Dia menoleh dan melihat Cia yang sedang berjalan ke arahnya.
"Lo mau pulang ya? Gue boleh ikut nggak?" Tanya Cia tersenyum cantikke arah Rian.
Di saat bersamaan, Rian melihat Key yang juga baru akan pulang. Rian tersenyum lalu menarik Key ke dalam pelukannya. "Sudah siap kan? Yuk kita pulang. Papah sudah menunggu kita di rumah" Ucap Rian lembut.
Key bungung dan sekaligus kaget dengan apa yang di lakukan Rian. Dia mendongakkan kepalanya menatap Rian dengan tatapan heran.
"Soryy Ci, gue nggak bisa antar lo pulang. Gue duluan ya" Ucap Rian membalikkan tubuh Key lalu merangkul Key menuju ke mobilnya.
Key sudah mulai mengerti kenapa Rian bersikap seperti itu padanya. Dia ingin menoleh ke belakang untuk melihat wanita yang di tolak Rian barusan. Namun dengan cepat Rian memutar kembali kepalanya.
"Nggak usah aneh aneh deh lo, diam dan gue akan kasih lo uang tambahan untuk ekting lo yang buruk ini" Ucap Rian.
Rian membukakan pintu mobil untuk Key, dengan senang hati Key masuk ke dalamnya karena hari ini dia memang tidak membawa scoppy kesayangannya.
"Lo mau anterin gue pulang bang?" Tanya Key.
"Berisik lo" Ucap Rian dingin.
"Dasar kulkas. Kalau ada perlunya doang di baikin" Gerutu Key.
"Gue dengar hinaan lo" Sahut Rian.
Key seketika diam tak berani buka suara lagi. Namun saat di persimpangan jalan, Rian menghentikan mobilnya. "Turun" Ucap Riang dingin.
"Ha? Lo serius suruh gue turun di sini? Enggak, gila ya lo nurunin cewek di tengah jalan" Ucap Key melipat kedua tangannya di depan dada. Dia menatap lurus ke arah depan tanpa mau beranjak sedikit pun dari mobil Rian.
"Keluar Key, gue sedang buru buru sekarang" Ucap Rian sabar.
"Enggak akan. Lagian lo sendiri yang narik gue, kenapa sekarang lo malah turunin gue di sini. Nggak punya perasaan banget sih lo" Ucap Key marah.
"Gue akan pesankan taxi buat lo" Ucao Rian membuka ponselnya.
"Nggak usah, gue nggak butuh" Ucap Key membuka pintu mobil Rian. Dia keluar dari mobil Rian lalu menutup pintu mobil Rian sangat kencang.
"Cowok breng**k" Umpat Key berjalan meninggalkan Rian terdiam melihat kepergian Key.
"Ck, kenapa gue begini sih" Ucap Rian mengusap kasar rambutnya. Rian menghubungi Ikbal, dia meminta Ikbal untuk menjemput Key. Setelah menghubungi Ikbal, Rian kembali melajukan mobilnya. Saat ini dia benar benar buru buru karena di sudah di tunggu oleh Dara di rumahnya.
Di halte bus, Key duduk sendirian. Dia melihat mobil Rian yang melaju melewati halte tanpa menoleh ke arah Key.
"Ck, cowok sialan." Umpat Key marah.
Key masih di halte sendirian. Dia bingung bagaimana caranya untuk pulang karena malam sudah larut. Sudah di pastikan tidak akan ada bus yang lewat malam ini. Jika naik taxi, sayang uangnya karena dia harus menabung untuk kuliahnya tahun depan.
Brum
Brum
Key menoleh dan tersenyum saat melihat Ikbal yang kini berhenti tepat di depannya.
"Kok lo tau gue di sini?" Tanya Key menghampiri Ikbal.
"Bang Rian tadi telfon gue, dia minta buat jemput lo di sini" Jawab Ikbal.
"Serius lo? Padahal dia yang turunin gue di jalan" Ucap Key marah.
"Mungkin dia buru buru Key, lagian dia juga cukup bertanggung jawab dengan meminta gue ke jemput lo" Ucap Ikbal.
"Suka suka dia lah. Ayo pulang" Ucap Key yang sudah duduk di belakang jok motor Ikbal. Ikbal mulai melajukan motornya, dia akan mebgantarkan Key lebih dulu ke kontrakannya.
Hanya butuh beberap menit untuk Key dan Ikbal sampai di kontrakan. Key tersenyum saat melihat Luna yang tengah duduk di kursi yang ada di depan kamar kontrakan Key.
"Sudah lama lo?" Tanya Key mengusap rambutnya ke belakang.
"Baru kok. Lo sudah makan?" Tanya Luna.
"Sudah tadi di kafe" Jawab Key duduk si sebelah Luna.
"Lo nggak ajak Key makan dulu Bal? Jahat banget sih lo" Ucap Luna memujul bahu Ikbal.
"Ck, kalau sudah sama ceweknya saja nyebelin. Sudah sana lo berdua pergi, gue mau tidur" Ucap Key mengusir sepasang kekasih itu.
"Ya sudah kita pergi dulu. Jangan lupa kunci pintunya" Ucap Ikbal kembali memakai helmnya.
"Iya, jaga tuh malaikat gue. Awas saja kalau dia sampai kenapa kenapa" Ancam Key mengangkat kepalan tangannya ke udara.
"Iya bawel" Ucap Ikbal santai. Luna hanya tersenyum memperhatikan persahabatan mereka. "Ayo Yang naik" Ucap Ikbal yang membuyarkan lamunan Luna. Luna naik ke atas motor Ikbal dengan bantuan tangan Ikbal yang memegangi tanganya.
Di tempat lain, Rian baru saja sampai di rumah papahnya. Namun saat ia turun dari mobil, dia melihat mobil yang tidak asing banginya.
"Ini seperti mobilnya Cia" Gerutu Rian. Rian berjalan masuk ke dalam rumah dan benar saja, dia sana ada Cia yang sedang berbincang dengan Dara.
"Kamu baru sampai Rian" Ucap Dara bangkit dari duduknya.
"Ngapain lo ke sini?" Tanya Rian dingin ke pada Cia.
"Gue..." Ucapa Cia terhenti.
"Cia hanya main saja kok Yan, dia juga membawakan mamah makanan" Sahut Dara.
"Pergi lo" Ucap Rian singkat.
"Rian, apa apaan kamu. Jaga sikap kamu" Bentak Noval yang baru saja turun dari lantai atas.
Rian tidak menjawab ucapan Noval. Dia berjalan menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.
"Rian" Panggil Noval namun Rian tetap melangkah pergi.
Dara bangkit untuk mencegah suaminya itu menghampiri Rian. "Biar aku saja ya mas yang bicara sama Rian" Ucap Dara.
"Ya terserah kamu saja, dia semakin menjadi jadi saja" Ucap Noval.
"Om, tante. Cia pulang saja. Lagian ini sudah malam, takut di cari mamah" Pamit Cia.
"Iya Cia, maaf ya atas sikap Rian barusan" Ucap Dara.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏