
"Hubungan gue baik baik saja. Lo nggak usah ngadi ngadi deh" Ucap Key.
"Key" Tegur Rian lagi.
"Iya iya" Jawab Key.
"Iya gue maafin lo. Tapi kalau berani lo dekati cowok gue, gue nggak akan tinggal diam. Lo harus tau kalau gue panglima perang di Death Devil SMA Rajawali. Jadi berani lo macam macam, gue habisi lo" Ucap Key tegas.
Cia menoleh ke arah Rian karena terkejut dengan apa yang dia dengar barusan. Ternyata Key tidak jauh beda dengan Juli si tukang pembuat masalah.
"Selera lo memang beda bro" Ucap Dimas menepuk bahu Rian. Sedangkan Rian mengusap wajahnya karena ucapan Key yang seperti preman jalanan.
Setelah kepergian Cia dan Dimas, Rian kembali beristirahat karena tadi baru saja selesai meminum obat.
🥀🥀🥀
Sore harinya Key melihat Rian yang masih tertidur. Dia memilih untuk mandi lebih dulu. Dia segera masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam ruang inap Rian.
Di saat itu juga Ikbal dan Luna datang ke rumah sakit. Saat Luna membuka pintu ruangan Rian, di saat itu pula Rian mulai membuka matanya.
"Hai bang, Key mana?" Tanya Luna yang menggandeng Ikbal menghampiri Rian. Walaupun sedikit memaksa, namun Ikbal tetap mau mengikuti kemauan Luna.
"Di kamar mandi mungkin" Jawab Rian santai.
Rian melihat ke arah Ikbal yang terus membuang muka tanpa menatapnya sedikit pun.
"Gue tau lo masih marah sama gue. Tapi gue benar benar nggak ada niatan untuk menyakiti Key. Gue cinta sama dia tulus dan gue nggak mungkin menyakiti orang yang gue cinta. Sudah cukup gue kehilangan orang yang berarti dalam hidup gue. Gue nggak mau jika kehilangan lagi." Ucap Rian.
"Gue juga mau minta maaf sama lo bang, karena amarah gue hingga membuat lo sampai seperti ini. Key sudah seperti adik kecil di keluarga kami, dia lebih berharga dari apapun. Maafin gue bang" Ucap Ikbal.
Key yang keluar dri kamar mandi dengan rambut basah seketika menjadi pusat perhatian. Ikbal dan Luna langsung menatap tajam ke arah Rian.
"Ini nggak seperti yang kalian pikirkan. Tenaga dari mana gue mau mainin dia di saat gue terkapar begini" Elak Rian.
"Ada apa sih?" Tanya Key bingung.
"Habis ngapain lo?" Tanya Luna.
"Mandi lah, mata lo buta" Celetuk Key berjalan santai ke arah sofa.
"Kenapa rambut lo basah?" Tanya Ikbal.
"Habis keramas, dari kwmarin gue nggak keramas. Dari pada gue harus balik ke apartemen dan ninggalin Rian, mendung gue mandi sekalian keramas saja di sini. Lagian kanar mandinya nggak kalah mewah dari kamar mandi di apartemen" Jawab Key santai.
"Cewek gue benar benar absurd" Guman Rian tersenyum.
Akhirnya Luna dan Ikbal menemani Key di ruang inap Rian sampai tengah malam. Mereka banyak bercerita dan tertawa bersama hingga membuat Rian terhibur.
🥀🥀🥀
Beberapa hari berikutnya.
Hari ini Key berangkat ke sekolah dengan di antar Rian. Kemarin Rian baru saja keluar dari rumah sakit. Namun dia memaksa Key untuk di antarnya ke sekolah.
"Jangan nakal di sekolah biar lo cepat lulus. Memangnya lo nggak bosan pakai seragam putih abu abu terus?" Ucap Rian.
"Masa masa putih abu abu itu masa terindah dalam hidup, jadi kita harus menikmatinya dengan suka cita" Jawab Key.
"Pinter banget sih lo jawab ucapan gue terus" Ucap Rian mengusap pucuk kepala Key.
"Ya sudah sana masuk, gue mau ke kampus dulu" Ucap Rian.
"Iya, jangan ganjeng. Jaga mata lo, awas saja kalau berani lirik lirik cewek lain. Gue potong masa depan lo" Ancam Key.
"Jangan lah, nanti nggak bisa bikin lo enak dong" Goda Rian mengusap bibir Key dengan ibu jarinya.
"Siap siap buat nanti malam gue mau makan lo malam ini" Ucap Rian tersenyum jahil. Namun Key yang mendengar ucapan Rian seketika menegang. Dia merasa gugup hanya karena membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam.
"Sudah sana turun, kenapa malah bengong sing" Ucap Rian lagi.
Key turun dari mobil Rian dengam perasaan dan pikirkan yang campur aduk. Saat melihat mobil Rian kembali melaju pergi, Key berjalan memasuki area sekolah seperti tanpa daya.
"Tuh anak kenapa?" Tanya Theo.
"Kayak mayat hidup" Celetuk Melody tertawa.
"Samperin gih beb" Ucap Theo.
"Heh, lo kenapa?" Tanya Melody menepuk bahu Key. Key yang sejak tadi melamun sampai terlonjak kaget.
"Lo kenapa sih?" Tanya Theo yang juga ikut menghampiri Key.
"Eng....enggak kok" Jawab Key menggaruk kepala belakangnya.
"Aneh lo" Ucap Theo.
Saat melihat Kennet yang baru saja turun dari motornya bersama Yuki, Key segera berkari ke arahnya.
"Keeeen" Teriak Key yang langsung melompat ke gendongan Kennet.
"Key turun, lo nggak lihat ada cewek gue" Ucap Kennet.
"Bodo amat, lo selalu sama Yuki, untuk kali ini gue mau sama lo" Jawab Key.
"Gue nggak mau kalau sampai Rian memenggal kepala gue" Ucap Kennet.
"Dia nggak ada di sini. Ayo ke kelas" Ucap Key menunjuk ke arah kelasnya.
Yuki yang melihat persahabatan Key dan yang lain pun merasa senang. Key yang apa adanya bisa begitu mudah membaur ke ketiga pria yang selalu memanjakan dirinya.
"Kalau sudah ada Keu, kita para pacarnya itu nomor 2" Ucap Melody yang memeluk bahu Yuki.
"Jangan marah Yuk, Key memang begitu ke kami, bukan hanya ke Ken saja kok" Sahut Theo.
"Iya, aku tau kok. Aku malah senang berteman dengan kalian semua yang apa adanya. Makasih ya sudah mau berteman sama aku" Ucap Yuki tersenyum.
"Ohhh gue sayang sama lo Yuki." Ucap Melody memeluk gemas Yuki. Yuki tersenyum sambil mengusap tangan Melody yang memeluknya dari samping.
Plack
"Pacaran teruuuus" Ucap Key yang masih berada di gendongan Kennet menepuk bahu Ikbal yang sedang berjalan bersama Luna.
"Dasar anak monyet, gue aduin lo ke Rian" Ancam Luna.
Seketika Key turun dari gendongan Kennet. Dia kembali teringat dengan apa yang di ucapkan Rian tadi.
"Key, lo kenapa?" Tanya Kennet heran.
"Eh Key gue cuma bercanda kok, gue nggak mungkin begitu" Ucap Luna yang merasa bersalah.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat Hari Raya Idul Fitri
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏