
Juli mematikan panggilannya. Sedangkan Rian memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya. Dia kembali terdiam di tempat yang sama menatap ke arah kolam ikan yang ada di depannya.
"Segeralah sembuh sayang, aku rindu dengan tawa kamu, aku kangen sama sikap manja kamu. Aku juga kangen dengan umpatan umpatan yang kamu lontarkan untuk aku" Batin Rian.
Tak terasa jam pulang sekolah sudah berlalu beberapa menit yang lalu. Namun saat ini Rian, Ical dan Yoga masih tetap di kelas. Mereka masih berkutat dengan buku buku untuk menyalin pelajaran yang tertinggal.
Tok tok tok
"Pak bos, anak anak sudah pada kumpul di camp" Ucap salah satu anggota Death Devil.
"Oh ok. Kita ke sana sekarang" Jawab Rian.
Rian, Ical dan Yoga segera menutup bukunya. Mereka memasukkan buku buku yang mereka pinjam ke dalam tas masing masing.
"Lo sudah bilang belum bos ke Juli? Nanti lo di tunggu lagi" Ucap Yoga.
"Sudah, tadi istirahat gue sudah telfonan sama dia" Jawab Rian santai.
Mereka bertiga pun berjalab keluar dari kelas. Mereka berjalan menuju ke parkiran yang ternyata masih ada beberapa anggota Death Devil yang menunggu mereka di parkiran.
"Kok nggak langsung ke camp saja kenapa?" Tanya Rian.
"Mau barengan saja bos, lagian sama sama nunggu juga kan"
"Ya sudah, yuk berangkat. Gue buru buru soalnya" Ucap Rian yang sudah meniki motornya.
Akhirnya mereka semua mulai melajukan motor mereka masingmasing menuju ke arah camp Death Devil.
Saat di perjalanan, Rian melihat toko boneka yang tidak jauh dari camp Death Devil. "Kalian duluan deh, gue mau beli sesuatu dulu" Ucap Rian.
"Siap bos"
Rian membelokkan motornya ke arah toko boneka. Dia turun dari motornya lalu berjalan masuk ke dalam toko tersebut. Rian tersenyum ketika melihat boneka babi yang sangat besar. Bahkan ukurannya mungkin lebih dari satu setengah meter.
"Mbak mau boneka babi itu ya" Ucap Rian.
"Baik kak,saya bungkuskan dulu ya. Kakak bisa melakukan pembayaran di kasir sebelah sana" Tunjuk pelayan dengan ramah.
"Ok, saya tunggu di sana sekalian ya mbak" Ucap Rian.
"Baik kak" Jawab pelayan.
Rian berjalan ke arah kasir. Dia membayar boneka yang ia beli dengan kartu yang ia miliki. Dia tidak perduli dengan harga dari boneka itu, karena yang ia pikirkan adalah kebahagiaan Juli tentunya.
"Silahkan kak, terima kasih sudah berkunjung" Ucap pelayan memberikan boneka yang cukup besar itu pada Rian.
"Makasih mbak" Ucap Rian membawa boneka itu keluar dari toko. Dia mengokatkan boneka yang ia beli di pinggangnya. Sebelumnya dia sudah meminta tali pada pelayan toko tentunya.
"Lo pasti senang benget saat melihat boneka ini Juli" Gumannya kala mengingat wajah Juli yang senang dengan hadiah yang ia belikan.
Tak butuh waktu lama, Rian sudah sampai di camp. Melihat Rian yang datang dengan boneka besar di punggungnya membuat anak anak Death Devil tersenyum.
"Pak bos bucin akut nih sama bu bos" Celetuk salah satu anggota Death Devil .
"Hush, berisik lo. Yang lain sudah kumpul semua kan?" Tanya Rian.
"Sudah pak bos, semua sudah didalam"
"Ya sudah, kalian jaga yang benar di sini. Gue mau masuk dulu" Pamit Rian.
"Siap pak bos"
Rian berjalan masuk ke dalam camp. Dia masuk dengan menggendong boneka babi besarnya hingga membuat anak anak yang berada di dalam camp ternganga manatap ke arahnya.
"Gede bener bos, berapa nih harganya?" Tanya Ical.
"Nggak gue jual" Jawabnya singkat.
"Ck, pelit lu bos" Ucap Ical cemberut.
"Yoga mulai. Gue nggak punya waktu banyak nih" Ucap Rian.
Yoga mulai angkat bicara soal Rian yang akan mengangkat salah seorang anggota Death Devil untuk menggantikan posisinya. Namun karena ada 2 kandidat, maka akan di lakukan pemungutan suara. Siapa yang mendapat dukungan paling banyak, maka dia lah yang akan menjadi pemimpin Death Devil selanjutnya. Namun ada beberapa sumpah yang harus di lakukan demi kesejahteraan seluruh anggota Death Devil.
Tak terasa acara pemungutan suara dan pembacaan suara memakan waktu yang cukup lama. Bahkan Rian sudah mulai bosan. Namun sebisa mungkin ia tetap berada di sana karena anggota Death Devil masih menjadi tanggung jawabnya.
Tring tring tring.
Ponsel Rian berdering yang membuat pembacaan pemungutan suara terhenti. Riang bangkit dari duduknya dan berjalan keluar agar tidak mengganggu yang lain.
"Halo Lang, ada apa?" Tanya Rian saat Gilang menghubunginya. Rian mendengar isakan dari ponsel Gilang. Rian sudah mulai gusar menunggu jawaban dari Gilang karena ia tau kalau Gilang, Kila dan Ocha saat ini tengah berada di rumah sakit.
"Lang, jawab gue. Ada apa? Kenapa gue dengar Kila menangis?" Tanya Rian tidak sabar.
"Juli Yan...." Ucapan Gilang terhenti karena tidak tega memberikan kabar itu pada Rian.
"Juli kenapa? Ngomong yang jelas bang***t" Teriak Rian marah.
"Juli kritis Yan, dia di bawa ke ruang ICU sekarang" Jawab Gilang.
Bagai di sambar petir di siang bolong. Rian yang mendengar ucapan Gilang seketika terpaku dengan ponsel yang jatuh ke tanah.
"Nggak, lo nggak boleh ninggalin gue Juli" Ucapnya lirih.
Rian masuk ke dalam camp, dia memgambil boneka yang ia beli untuk Juli dan menbawanya kaluar dari camp. Ical dan Yoga ikut keluar karena melihat wajah Rian yang khawatir.
"Lo mau ke mana Yan? Lo bemu serah terima jabatan" Ucap Ical.
"Gue nggak perduli Cal. Juli kritis, gue mau ke sana sekarang juga" Ucap Rian menghidupkan mesin motornya.
Di jalan tanpa ia sadari air mata Rian terus menetes membasahi wajah tampanya. Di dalam hati dia terus bedoa untuk kesembuhan Juli. Dia tidak perduli akan keselamatan dirinya sendiri saat ini. Yang ada di pikirannya hanya ingin segera sampai di rumah sakit dan melihat keadaan Juli dengan mata kepalanya sendiri.
"Kamu harus bertahan Juli, aku akan segera datang sayang, aku mohon jangan membuat ku takut. Aku mohon sayang" Batinya.
Biasanya untuk perjalanan dari camp Death Devil sampai ke rumahsakit tempat Juli di rawat membutuhkan waktu 30 menit. Apa lagi saat sedang macet, bisa lebih dari 1 jam di perjalanan. Namun kali ini Rian sampai di rumah sakit hanya butuh waktu 15 menit.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏