It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 83



Tanpa menjawab, Rian merangkul bahu Key dan mereka pun berjalan menuju ke arah kantin kampus.


Rian dan Key menghampiri Luna yang tengah bermain ponsel di meja yang ada di sudut kantin.


"Wih, ada cewek cantik sendirian nih" Goda Key.


"Siapa lo bicara sama gue" Ucap Luna.


"Luna kok gitu sih jawabannya" Ucap Key cemberut.


"Bodo amat, salah siapa ngilang berhari hari. Mana nomor ponsel lo gak bisa di hubungi lagi" Ucap Luna.


"Maaf, ponsel Key rusak. Setelah pulang kampus gue akan belikan yang baru" Sahut Rian.


"Hah, ya sudah lah. Sudah baikan kan kalian?" Tanya Luna.


"Seperti yang lo lihat sekarang" Jawab Key tersenyum bahagia.


"Bagus deh kalau begitu. Jangan lagi kalian bertengkar terus menerus. Coba lah untuk mulai terbuka satu sama lain dan coba untuk saling percaya. Jangan mementingkan ego masing masing" Ucap Luna.


"Seperti nyokap gue lo" Ucap Rian tersenyum mengejek.


"Terserah lo deng bang, yang penting gue mau lo lebih dewasa lagi" Ucap Luna.


"Ok gue akan lakukan" Jawab Rian.


Key berdiri untuk memesan makanan, sedangkan Rian dan Luna masing saling berbincamg bincang.


"Rian" Ucap Cintia yang menghampiri Rian dan Luna di mejanya.


"Ngapain lo ke sini?" Tanya Rian tidak suka.


"Lo kok bisa kenal sama dia?" Tanya Cintia menunjuk ke arah Luna.


"Memangnya kenapa kalau gue kenal sama dia, toh gak ada urusannya sama lo" Ucap Rian.


"Lo jangan tertipu sama wajah polosnya Yan, dia itu anak geng motor yang begajulan. Gue sama teman teman saja hampir di celakai sama geng motor dia" Ucap Cintia.


Luna tersenyum sinis dengan ucapan Cintia. Dia bangkit dan menatap tajam pada Cintia dan kedua temannya itu.


"Lo gak tau siapa gue kan? Gue Luna, kekasih ketua geng motor Death Devil yang memegang kekuasaan di kota ini" Ucap Luna sombong.


"Lo...." Ucap Cintia gagu.


Di saat bersamaan Key kembali ke meja kantinnya.


"Wah, siapa nih yang datang" Ucap Key.


Cintia memundurkan langkahnya saat melihat kedatangan Key. Entah kenapa sejak kejadian waktu itu dan tau siapa Key sebenarnya, Cintia mulai ketakutan. Cintia berlari belakang tubuh Rian sambil memeluk lengan kekar Rian.


Melihat kekasihnya yang di peluk wanita lain tentu saja hal itu membuat Key naik darah.


"Lepasin gak?" Ucap Key penuh penekanan.


"Enggak, gak akan. Memangnya lo siapa berani melawan gue. Gue ini kakak angkatan lo, harusnya lo tunduk sama gue" Ucap Cintia.


Key menatap mata Rian lalu berganti ke tangan Rian yang di peluk Cintia.


"Lepasin atau...." Ucap Key yang belum menyelesaikan kalimatnya.


"Iya iya ini mau gue lepasin" Ucap Rian. Rian berusaha menarik tangannya namun Cintia semakin erat memeluk lengan Rian bahkan kini dia menempelkan tangan Rian ke arah dadanya.


"Rian, lepasin atau gue hajar lo" Bentak Key marah.


"Lepasin tangan gue Cin, bisa bhaya kalau lo gak lepasin" Ucap Rian terus mencoba melepaskan tangannya dri Cintia.


"Enggak Yan, gue takut sama dia. Dia orang yang kejam Yan di geng motor itu" Ucap Cintia.


"Riaaaaan" Teriak Key.


"Yang tapi bukan gue yang gak mau lepasin. Dia nih yang gak mau lepasin" Ucap Rian.


"Yang? Sayang maksud lo?" Tanya Cintia.


"Iya lah, dia pacar gue" Jawab Rian.


"Hah?" Cintia dan kedua sahabatnya terkejut mendengar jawaban dari Rian itu. Seketika Cintia melepaskan pelukannya dari tangan Rian. Rian berjalan mendekati Key untuk menenangkannya.


"Yang, sudah ya. Kita gak usah perpanjang lagi. Mereka juga gak akan berani buat ulah lagi kok sama lo" Ucap Rian.


"Yang, lo gak marah kan sama gue?" Tanya Rian.


"Gimana? Enak, di peluk sama dia yang punya dada segede gaban itu?" Ucap Key.


"Yang, kok lo malah bicara begitu sih? Kita baru baikan loh" Ucap Rian.


"Siapa suruh lo kagantengan" Ucap Key.


"Ya emang gue ganteng" Jawab Rian menyombongkan dirinya.


Key mengambil garpu lalu mengarahkannya ke wajah Rian.


"Sini biar lo gak ganteng lagi. Mau lo?" Ancam Key.


"Jangan lah Yang, gue ganteng juga hanya lo yang punya" Ucap Rian memeluk Key dari belakang.


"Iiih, jijik gue sama lo berdua" Ucap Luna yang bangkit dari duduknya. Dia pergi begitu saja tanpa menoleh lagi ke arah Key dan Rian


Setelah kejadian itu, kehidupan Key dan Rian berjalan dengan lancar. Memang mereka masing sering bertengkar kecil namun keharmonisan mereka juga terus tampak dari keduanya di depan umum.


Beberapa bulan telah berlalu. Kali ini Rian yang baru selesai mandi melihat Key yang masih berada di atas tempat tidur. Rian menghela nafasnya karena tidak biasa Key yang biasanya sudah harum dan sudah memasak di jam segini, namun kali ini dia masih berada di atas tempat tidur.


"Yang, kok belum bangun sih? Gue mau ke kantor loh ini" Ucap Rian.


"Kalau mau pergi, pergi saja Yan. Kepala gue pusing banget nih badan gue juga lemas" Ucap Key lirih.


Rian duduk di pinggiran ranjangnya. Dia menyentuh jidat Key namun tidak panas.


"Lo kenapa? Gak panas kok" Ucap Rian.


"Gak tau Yan, gue tadi pagi mau bangun tapi kepala gue sakit banget. Gue mual kalau mau berdiri" Jelas Key.


"Key, lo hamil?" Tanya Rian kaget.


Key terdiam dengan ucapan Rian barusan. Dia mengingat ingat kapan terakhir kali dia kedatangan tamu bulanan.


"Yan, gue telat sudah lama" Ucap Key.


"Jadi kemungkinan besar lo hamil Key" Ucap Rian antusias.


"Mampus gue" Ucap Key bingung.


"Kok mampus sih? Ya bagus dong" Ucap Rian.


"Ya sudah sana ganti baju, kita ke rumah sakit sekarang juga" Ucap Rian antusias.


Tak butuh waktu lama bagi Rian yang tampak bahagia untuk sampai di rumah sakit. Dia segera turun dari mobil lalu membukakan pintu untuk Key.


"Sayang ayo dong, kok lo malah lemes gitu sih" Ucap Rian.


"Gimana gue gak lemes, lo tau gak sih kalau kemungkinan gue hamil" Ucap Key.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏