It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 44



Rian merasa emosi dengan sikap acuh Key. Dia berjalan cepat menghampiri Key lalu mencekal tangan Key. Dia meraih tengkuk leher Key dan mencium bibir mungil Key di tengah jalan. Tentu saja hal itu membuat semua orang yang melihatnya puh terkejut. Banyak gadis gadis SMA Rajawali yang berteriak histeris dengan apa yang di lakukan oleh Rian saat ini.


"Wih, gerak cepat tuh si bos" Ucap Theo.


"Hahahaha, bakal ada yang jadian nih" Ucap Kennet.


"Sudah gue duga" Ucap Ikbal tersenyum.


"Ada apa sih? Haaaa Key... Key ciuman sama siapa itu? Kenapa lalian biarin Kay di cium oranga sing" Teriak Luna.


"Ck, kalian nggak bisa di andalkan" Imbuh Luna. Luna berjalab ke arah Key dan Rian. Dia menarik tangan Rian hingga ciuman Rian dengan Key terlepas.


Plack


"Jaga sikap lo baji**n. Berani banget lo kecehin Key, lo tau nggak sih sekarang lo itu sedang berurusan sama siapa? Dia itu anggota Death Devil" Ucap Luna marah.


Ikbal menepuk jidatnya melihat sang kekasih yang menganggu tontonan indahnya. Ikbal menghampiri Luna yang masih marah marah nggak jelas sama Rian.


"Jangan bikin malu sayang" Ucap Ikbal sedikit berbisik di telinga Luna.


"Lo yang bikin malu Bal, Key itu sahabat lo, dan lo biarin dia di lecehkan sama cowok baji**n ini" Ucap Luna marah.


"Tapi sayang dia itu...."


"Dia apa? Tampan? Iya memang dia tampan. Dari tampilannya juga dia kaya. Tapi kenapa lo diam saja sih" Ucap Luna marah.


Rian tersenyum tertunduk. Dia mengusap rambutnya ke belakang lalu melihat ke arah Key yang masih berdiri mematung di belakang Luna.


"Lo Key Lanakila, mulai detik lo jadi milik gue" Ucap Rian penuh penekanan.


Key kembali terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Rian. Dia menatap Rian dengan mata lebarnya. Rian tersenyum tampan dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Gila, cakep bener nih cowok. Jantung.... jantung gue nggak aman nih. Mampus, bisa meleleh nih gue kalau lihat tuh cowok senyum begitu" Batin Key dalam hati. Dia memegangi dadanya yang berdebar tak menentu.


"Key, lo kenapa? Dada lo sakit?" Tanya Luna khawatir.


"Lun, dada gue kok gini ya?" Tanya Key menatap Luna.


"Dada lo kenapa? Lo sakit? Jangan bikin gue khawatir dugong" Ucap Kuna menyentil kening Key karena gemas.


"Kayaknya jantung gue mau copot eeh Lun gara gara lihat senyuman dia" Ucap Key menunjuk ke arah Rian.


"Gue?" Beo Rian menunjuk dirinya sendiri.


"Argh" Teriak Key yang membuat semua orang terkejut. "Lo gahteng banget sih Rian, gue bisa meleleh nih kalau lo senyum gitu ke gue" Teriak Key histeris.


"Kumat tuh anak" Ucap Kennet menutupi wajahnya dengan telapak tangannya.


"Bukan temen gue" Sahut Theo.


"Gila lo Key" Teriak Luna marah karena percuma dia khawatir pada orang yang gila.


Rian sudah tidak tahan melihat sikap Key yang blak blakan. "Kayaknya gue benar benar suka deh Key sama lo" Batin Rian.


🥀🥀🥀


"Oh jadi lo itu bos pemilik kafe tempat kerja Key" Ucap Luna yang di jawab anggukan kepala oleh Rian.


Saat ini Luna, Ikbal, Key dan Rian sedang berada di kafe milik Rian. Rian sengaja mengajak Luna ke kafe miliknya untuk menjelaskan kesalah pahaman yang terjadi tadi.


"Yan, kok lo bisa sih seganteng ini" Ucap Key yang memangku kepalanya dengan sebelah tangannya. Dia juga terus menatap ke atah Rian yang sedang serius dengan tabletnya.


"Tanya sama bokap gue, dia yang bikin cetakan gue dulu" Jawab Rian santai.


"Lo beneran jadi cowok gue?" Tanya Key lagi.


"Tanya sama Ikbal sana" Ucap Rian lagi.


Uhuk uhuk uhuk


Ikbal tersedak minuman karena saat ini ia tengah minum jus mangga yang di pesankan oleh Luna tadi.


"Kok gue?" Tanya Ikbal yang kebingungan dengan ucapan Rian tadi.


"Kan lo tadi juga dengar apa yang gue ucapkan di depan sekolah lo" Ucap Rian.


"Ih... ribet lo berdua. Bilang iya apa susahnya sih" Ucap Key marah.


"Tuh lo tau" Ucap Rian dan Ikbal bersamaan.


Key cemberut dengan melipat kedua tangannya di depan dada. Sedangkan Luna tertawa lepas melihat Key yang ternistakan oleh sang kekasih dan Rian.


"Walaupun status lo pacar gue, lo nggak makan gaji buta juga kali Key" Ucap Rian tanpa mengalihkan pandangannya.


"Gue kerja lihatin lo saja lah Yan, muka lo itu kayak narkotika tau nggak" Ucap Key. Rian kembali menaikkan satu alisnya dan menatap Key yang cengar cengir menatap wajahnya.


"Maksud lo?" Tanya Rian.


"Muka lo bikin candu seperti narkotika" Jawab Key tertawa.


"Ck, nggak lucu" Ucap Rian bangkit dari duduknya.


"Ciyeee malu" Goda Key tertawa lepas.


"Kerja woy. Ngebucin mulu" Ucap Nino.


"Hahahaha, bos lo tuh bikin gue nggak bisa ngalihin perhatian" Ucap Key berjalan ke arah ruang ganti.


Sedangkan Rian tersenyum dengan sedikit menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Key barusan. "Bisa gila gue pacaran sama bocil" Gerutu Rian.


Malam harinya saat jam kerja Key telah selesai, dia naik ke lantai atas kafe untuk menuju ke ruangan Rian.


Tok tok tok


Key mengetuk pintu ruangan Rian.


"Masuk" Jawab Rian.


Key membuka pintu ruangan Rian, namun ia tidak masuk ke dalamnya. Dia hanya memperlihatkan kepalanya saja dari balik pintu.


"Gue mau pulang dulu" Ucap Key.


Rian melihat jam tangan mewah yabg melingkar di tangan kekarnya. Dia menutup leptopnya lalu bangkitdari duduknya.


"Lo mau ke mana?" Tanya Key heran karena dia bermaksud berpamitan saja pada Rian.


"Nganterin lo pulang lah" Ucap Rian santai.


"Nggak usah, gue sudah di jemput Ken di bawah kok" Ucap Key.


"Kennet?" Tanya Rian lagi yang di jawab oleh anggukan kepala oleh Key.


Tanpa berbicara lagi, Rian berjalan menuju ke tangga. Dia terus berjalan menuju pintu keluar kafe.


"Rian lo mau ngapain sih?" Tanya Key.


"Mau hajar selingkuhan lo" Jawab Rian tanpa menatap Key.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏


Selamat menunaikan ibadah Puasa


MARHABAN YA RAMADHAN


1444 H / 2023 M


Mohon Maaf Lahir Batin 🙏