
"Sekarang jangan menangis lagi, Key akan mengamuk nanti jika dia tau lo menangis seperti ini. Dia orang pertama yang akan membela teman temannya" Ucap Kennet menghapus air mata Yuki.
"Terima kasih Ken, gue beruntung bisa memiliki teman seperti lo" Ucap Yuki. Kennet hanya tersenyum tipis.
Ke esokan harinya Key sudah kembali masuk sekolah. Dia datang di antar Rian sampai di depan pintu gerbang.
"Nanti pulang sekolah, gue akan ajak lo ke rumah papah. Mereka sudah mendesak gue untuk membawa lo ke sana" Ucap Rian menyelipkan rambut Key di telinga belakangnya.
"Ok" Jawab Key tersenyum.
Duack
Punggung Key di tabrak oleh anak perempuan yang tidak ia kenal. Bahkan wajahnya saja asing untuk Key.
"Hati hati dong kalau jalan" Ucap Key.
"Lo kali yang hati hati, sudah berdiri di tengah jalan. Mau mati lo" Ucap gadis itu.
"Jaga ucapan lo bocah" Bentak Rian marah. Dia paling benci dengan kata kata mati. Apa lagi saat ini yang tengah di hina adalah Key, gadis yang ia sayang.
Mendengar kemarahan Rian, gadis itu melenggang pergi tidak memperdulikan ucapan Rian tadi.
"Sudah lah Yan, dia nggak tau saja siapa gue, makanya bersikap sok jagoan" Ucap Key.
"Sampai dia ketemu sama gue lagi, gue habisi tuh bocah" Ucap Rian.
"Sudah nggak papa, nanti biar gue yang urus. Sekarang lo ke kampus saja" Ucap Key.
"Ya sudah, gue pergi dulu" Pamit Rian yang di jawab anggukan kepala oleh Key.
Setelah Rian pergi, Key masuk ke dalam gedung sekolah. Dia mencari cari keberadaan sahabat sahabatnya namun tidak juga menemukannya.
"Pada ke mana sih? Tumben di parkiran nggak ada" Gerutu Key.
"Aduh kebelet pipis" Ucap Key berlari ke arah kamar mandi.
Saat sampai di kamar mandi, dia mendengar suara teriakan, tangisan dan tawa dari dalam sana.
"Seperti suara Yuki" Ucap Key. Key membuka pintu kamar mandi dan betapa terkejutnya dia saat melihat tubuh Yuki yang basah kuyup dan beberapa luka lebam di tubuhnya.
"Apa yang lo lakukan ke Yuki" Teriak Key marah besar.
"Oh, jadi lo mau jadi pahlawan kesiangan buat cewek cupu ini" Ucap gadis yang tadi menabraknya.
Key semakin marah karena Yuki di hina oleh anak baru itu. Dia segera menghampiri gadis itu lalu menjambak kasar rambut gadis itu tanpa ampun.
"Berani lo hina sahabat gue" Ucap Key marah.
"Lepaskan bang***t " Umpat gadis itu.
Plack
Satu tamparab keras gadis itu terima dari tangan Key.
"Ahh, sakit sialan" Ucap gadis itu.
"Apa saja yang sudah lo lakukan ke Yuki" Ucap Key penuh penekanan.
"Key sudah, lepaskan Novi Key" Pinta Yuki menangis.
"Oh, jadi nama lo Novi. Berani lo sentuh sahabat gue, lo akan tau akibatnya" Ucap Key.
Key menyeret gadis bernama Novi itu ke arah lapangan. Apa yang di lakukan Key tentu saja membuat seisi sekolah heboh. Bahkan Ikbal dan Luna yang melihat Key menyeret anak baru pun segera berlari menghampiri Key di tengah lapangan.
Key mendorong tubuh Novi ke tengah lapangan yang panas.
"Ahh" Teriak Novi.
"Lo nggak tau siapa gue dan po berani berulah di daerah kekuasaan gue" Ucap Key menyeringai.
Key perlahan menghampiri Novi namun tangannya di cekal oleh Yuki yang menangis dengan tubuh yang basah kuyup.
"Key aku mohon lepaskan dia" Pinta Yuki.
"Cukup Yuk, dia sudah melukai lo dan gue nggak terima itu" Bentak Key.
Luna dan Ikbal yang sudah sampai pun segera menghampiri Key. Luna manarik Yuki karena dia takut jika Key akan kelepasan dan melukai Yuki. Sedangkan Ikbal menghadang langkah Key.
"Key ada apa ini?" Tanya Ikbal.
"Minggir lo, ini urusan gue sama dia" Ucap Key mendorong tubuh Ikbal dari hadapannya.
Duack
Plack
Key akan mengayukan pukulannya ke wajah Novi namun tangannya di cekal oleh Kennet.
"Key, ada apa? Kenapa lo semarah ini?" Tanya Kennet.
"Dia sudah melukai Yuki, Ken. Gue nggak terima sahabat gue di bully." Ucap Key. Seketika Kennet menetapa tajam ke arah Novi yang sudah babak belur karena ulah Key. Kennet berganti menatap ke arah Yuki yang masih menangis di dalam pelukan Luna.
"Apa dia orangnya?" Tanya Kennet menatap Yuki. Perlahan Yuki mengangguk dengan air mata yang terus keluar dari mata sipitnya.
"Biar dia menjadi urusan gue Key" Ucap Kennet penuh amarah.
"Mampus lo anak baru" Ucap Melody yang tersenyum puas. Dia juga marah karena Yuki sahabat barunya di bully oleh anak baru yang tidak tau siapa penguasa di sekolah itu.
Key akhirnya mengiyakan ucapan Kennet. Dia berbalik untuk menghampiri Yuki. Dia melepas hoodynya lalu memakaikannya pada Yuki.
"Ikut gue ke UKS Sekarang" Ucap Key lembut.
"Ayo Yuk" Ucap Luna memapah Yuki ke arah UKS.
Di gudang Kennet membawa Novi. Theo dan Ikbal pun hanya menemani dan melihat apa yang akan Kennet lakukan.
"Apa tujuan lo pindah ke SMA Rajawali? Apa karena Yuki?" Tanya Kennet yang berjongkok di depan Novi yang terkapar di lantai gudang.
"Apa perduli lo? Dia mainan gue jadi wajar jika pemiliknya ingin memiankan mainannya" Ucap Novi menyeringai.
Plack
Tampara keras Novi kembali terima namun kali ini dari Kennet.
"Yuko bulan barang bang***t. Di wanita baik yang terjebak dengan orang sialan seperti lo" Bentak Kennet marah.
"Dan lo tanya kenapa fue perduli sama dia? Karena dia cewek gue. Dia milik gue dan lo berani menyentuh gadis yang gue cinta bang***t"
Duack
Kennet menendang keras perut Novi hingga Novi terbatuk batuk.
"Woy Ken, gila ya lo. Dia bisa mati" Ucap Theo yang terlunjak kaget.
"Telfon ambulance Yo, susah amat sih. Berani macam macam biar gue yang urus" Ucap Ikbal santai.
"Ck, ketua sama wakil sama sama gila lo berdua." Ucap Theo mengambil ponselnya yang ada di saku celana. Dia segera menghubungi ambulance untuk datang ke sekolah.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏