
Seketika Key turun dari gendongan Kennet. Dia kembali teringat dengan apa yang di ucapkan Rian tadi.
"Key, lo kenapa?" Tanya Kennet heran.
"Eh Key gue cuma bercanda kok, gue nggak mungkin begitu" Ucap Luna yang merasa bersalah.
"Lun" Panggil Key lirih.
"Ada apa? Lo kenapa sih? Jangan buat gue takut dong curut" Ucap Luna memukul lengan Key.
"Ikut gue" Ucap Key yang langsung menarik Luna menjauh dari para sahabatnya.
"Key, kalau sudah selesai balikin jangan lo embat terus" Teriak Ikbal.
"Berisik lo" Balas teriak Key.
Key mengajak Luna untuk masuk ke dalam kelasnya. Dia mengarahkan Luna untuk duduk di bangkunya. Lalu dia menatap tajam kedua mata Luna.
"Lo kenapa sih Key?" Tanya Luna heran.
"Lo pernah nggak berhubungan lebih jauh sama Ikbal?" Tanya Key.
"Maksud lo?" Tanya Luna bingung.
"Em... gimana ya? Hah gue bingung" Teriak Key frustasi mengusap kasar kepalanya.
Taka lama Ikbal dan yang lain ikut masuk ke kelas Key. Mereka heran dengan sikap aneh Key kali ini.
"Lo kenapa sih Key?" Tanya Melody yang sudah tidak tahan dengan sikap absurd Key.
"Gue harus lakukan apa sekarang?" Tanya Key yang membuat para sahabatnya bingung.
"Lo kenapa sih njir?" Tanya Theo yang sudah mulai tidak sabar.
"Itu loh....Rian..." Ucap Key kembali ambigu.
"Serah lo deh Key, malas gue. Gue balik ke kelas dulu" Pamit Theo mencium kening Melody.
"Gue juga balik ke kelas deh. Cerita lo gak jelas. Nanti saja ceritanya saat jam istirahat." Ucap Luna.
Kini di kelas hanya ada Melody dan Key. Melody yang semakin penasaran dengan perubahan sikap Key pun lebih mendekatkan dirinya pada Key.
"Lo kenapa sih Key?" Tanya Melody.
"Mel, Rian mau ajak gue ML" Bisik Key takut takut.
Mendengar jawaban Key membuat Melody seketika menjauhkan dirinya dari Key. Dia bingung jarus merespon apa tentang jawaban Key barusan karena dia belum bercerita pada Key soal kehidupannya yang kelam.
"Lo kenapa Mel? Kok muka lo pucat begitu?" Tanya Key khawatir.
"Eh enggak, gue gak papa kok" Jawab Melody memaksakan senyumnya.
Baru saja Key akan membantah ucapan Melody, guru pelajaram pertama sudah masuk ke dalam kelas. Melody menghela nafas lega karena dia tidak perlu mencari cari alasan untuk menutupi apa yang sebenarnya terjadi padanya pada sahabatnya itu.
"Maafin gue Key, gue belum bisa menceritakan semuanya ke lo. Gue takut Key, gue takut kalau lo malu punya sahabat seperti gue. Dan gue takut jila lo akan menjauhi gue. Hanya lo yang tulus berteman sama gue Key, gue gak mau kehilangan sahabat sebaik lo" Batin Melody melirik Key yang masih tampak urung uringan dengan ucapan Rian tadi.
Tanpa terasa saat ini sudah jam pulang sekolah. Ketiga anggota inti Death Devil sudah berkumpul di parkiran motor. Termasuk Yuki dan Luna. Kini merek hanya tinggal menunggu Key dan Melody yang tengah menjalankan piket membersihkan kelas.
"Malam ini jadi Bal?" Tanya Theo.
"Jadi lah, nanti kita atur siapa yang akan turun" Jawab Ikbal.
"Kita ke markas dong sekarang?" Tanya Kennet.
"Iya, tinggal tunggu Key sama Melody saja. Setelah itu, kita ke markas sama sama" Jawab Ikbal lagi.
Tak berselang lama, Key dan Melody sudah keluar dari kelas. Mereka segera menuju ke parkiran karena tadi sempat mendapat pesan dari Ikbal bahwa mereka di tunggu anak anak lain di parkiran.
"Wiih, sudah pada kumpul nih" Ucap Key.
"Lama banget sih lo" Ucap Theo merangkul bahu Melody.
"Namanya juga piket, ya lama lah" Ucap Key.
"Key, lo ikut ke markas gak?" Tanya Ikbal.
"Boleh deh" Jawab Key.
"Ya sudah, lo hubungi pacar lo dulu gih. Bisa di obrak abrik markas kita kalau lo gak bilang" Ucap Theo.
"Ck, berani lo bilang begitu kalau gak ada orangnya doang" Celetuk Key.
Key mengambil ponselnya yang ada di dalam tas.
π¬Yan, gue mau ke markas sama anak anak. Lo gak usah jemput gue" Key.
π¬Ok, gue juga masih banyak kerjaan. Nanti gue jemput lo agak malam" Rian.
Key tersenyum senang karena mendapat balasan dari Rian. Dia memperlihatkan balasan pesan Rian pada Theo.
"Wih, mantap" Ucap Theo mengacungkan jempolnya.
"Key, lo barengan sama gue saja naik mobil" Ucap Luna.
"Siap" Jawab Key.
Key dan Luna masuk ke dalam mobil, sedangkan anak anak yang lain segera menaiki motor masing masing lalu bersamaan menuju ke markas Death Devil.
Tanpa anggota Death Devil sadari, ternyata sejak tadi ada beberapa orang yang tengah mengawasi mereka dari kejauhan.
"Jadi mereka semua pentolan Death Devil"
"Iya bos, tapi yang paling di takuti dari mereka adalah panglima perang mereka yang seorang cewek dan ketua mereka Ikbal"
"Panglima perang mereka cewek?"
"Iya bos"
Pria yang di panggil bos oleh anak buahnya itu semakin penasaran dengan panglima perang Death Devil yang seorang gadis. Dia yang suka dengan tantangan, semakin tertantang dan ingin menjajal kekuatan panglima perang musuhnya itu.
Di sisi lain Rian tengah di pusingkan dengan berkas berkas dari papahnya. Dia yang di temani oleh Erwin di perusahaan Noval, papah Rian.
"Gila sih Yan bokap lo. Kalau gini caranya kapan kelarnya nih pekerjaan" Ucap Erwin.
"Gue juga pusing Win, gara gara hal seperti ini yang buat gue malas untuk meneruskan kerajaan bisnis bokap gue. Permasalahannya rumit man" Ucap Rian.
"Lebih sialnya, kita gak boleh balik sebelum kelar nih kerjaan" Gerutu Erwin.
"Hah, kenapa bokap gue berteman baik sama bokap lo sih" Imbuhnya mengusap kasar rambutnya.
Noval masuk ke dalam ruangannya bersama seorang gadis yang membawa makanan untuk Rian dan Erwin.
"Boleh pusing dengan pekerjaan, tapi jangan sampai lupa dengan kesehatan" Ucap Noval.
Erwin segera bangkit lalu menghampiri Noval, karena perutnya memang sudah keroncongan sejak tadi. Namun berbeda dengan Rian yang masih fokus dengan berkas yang ada di tangannya itu.
"Nikmati makanannya, om pergi dulu" Ucap Noval menepuk bahu Erwin.
"Siap om" Jawab Erwin.
"Kamu tetap di sini, ajari mereka jika ada yang tidak mereka ketahui" Ucap Noval pada gadis yang membawa makanan tadi.
Gadis itu adalah asisten baru Noval yang sengaja dia rekrut untuk sekertaris Rian nantinya. Dia adalah Diana, seorang gadis jenius yang cantik dan lembut.
π₯π₯π₯
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..π
π Like
β₯οΈ Favorit
π¬ Komen
βββββ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
πππππππ