It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 26



Tak lama bel tanda masuk terdengar nyaring di telinga seluruh murid SMA Rajawali. Rian, Juli dan kedua sahabatnya berjalab melewati lapangan basket untuk menuju ke kelas. Namun mereka semua terhenti kala Gilang menghadang langkah mereka.


"Ada apa kak?" Tanya Juli.


"Rok lo nggak ada yang lebih pendek lagi Jul? Terus ini apa? Kenapa nggak pakai dasi? Sepatu lo kenapa merah? Ini hari senin, harunya lo pakai hitam" Ucap Gilang memukul bagian bagian tubuh Juli yang melanggar aturan.


"Hehehe maaf kak, sepatu gue masih basah." Ucap Juli cengengesan.


"Lari lapangan 5 kali" Ucap Gilang tegas.


"Yah, jahat amat lo kak" Gerutu Juli namun Juli tetap melakukan hukumannya.


Gilang beralih ke Rian dan kedua sahabat Rian. Gilang menggelengkan kepalanya melihat penampilan urakan dari geng inti Death Devil itu. Kancing seragamyang terbuka memperlihatkan kaos hitam mereka. Dasi yang entah ke mana. Di tambah lagi celana robek dengan beberapa lubang akibat tersulut rokok. Yang lebih parahnya lagi, rambut ketiganya uang sudah mulai gondrong.


"Lari lapangan 10 kali" Ucap Gilang mengisaratkan ketiga inti geng Death Devil itu untuk lari di lapangan.


Ketiganya hanya menghela nafas panjangnya. Mereka melempar tas yang mereka gendong ke bawah pohon lalu mulai menjalankan hukuman mereka yang di berikan oleh Gilang.


Saat Juli berlari lapangan untuk yang ke 3 kali, larinya tidak sekencang tadi. Dia merasa kepalanya yang terasa sakit dengan pandangan mata yang mulai buram. Juli memegangi kepalanya yang terasa semakin berat. Rian yang melihat hal itu pun segara berlari kencang karena tadi dia sempat menyalip Juli.


Bruck


Rian dengan sigap menangkap tubuh Juli kala Juli jatuh pingsan. Rian terbelalak ketika melihat darah segar yang keluar dari hidung Juli.


"Juli bangun Juli, jangan buat gue takut. Jul, bangun" Ucap Rian menepuk pipi Juli. Namun nihil, Juli tidak kunjung bangun juga.


"Bawa ke rumah sakit Yan" Ucap Gilang yang juga khawatir dengan keadaan Juli.


"Ok, ijinin nanti ke guru" Ucap Rian menggendong Juli. Dia sedikit berlari berharap untuk lebih cepat sampai di mobilnya.


***


Di rumah sakit Rian setia menunggu Juli di depan ruang ICU. Dia duduk di kursi tunggu dengan perasaan khawatir. Tadi saat baru sampai, Rian menghubungi papi Juli untuk mengabarkan bahwa Juli jatuh pongsan dan saat ini tengah berada di rumah sakit.


"Rian, bagaimana keadaan Juli?" Tanya Ari, papi Juli.


"Masih di dalam om" Jawab Rian.


"Kenapa Juli bisa sampai masuk rumah sakit Yan? Apa yang terjadi?" Tanya Ari.


"Tadi...." Ucapan Rian terhenti kala pintu ruang ICU terbuka. Ari dan Rian segera bangkit menghampiri Dokter.


"Bagaimana keadaan putri saya Dok?" Tanya Ari khawatir.


"Anda otang tua dari pasien Juli?" Tanya Dokter.


"Iya Dok, saya papinya" Jawab Ari.


"Mari kita bicara di ruangan saya, ada hal yang harus saya sampaikan pada anda" Ucap Dokter. Ari mengangguk lalu menepuk bahu Rian setelahnya baru ia mengikuti Dokter untuk menuju ke ruangan Dokter.


Cukup lama Rian menunggu di ruang tunggu. Dia terus tampak khawatir dengan keadaan Juli, karena ini kali pertama Juli pingsan dan mimisan. Bahkan Rian sangat terkejut karena darah yang keluar dari hidung Juli cukup banyak dan tidak bisa berhenti.


"Om, gimana keadaan Juli?" Tanya Rianyang bangkit dari duduknya kala melihat Ari yang berjalan menghampirinya.


"Belum jelas Rian, tapu menurut diagnosa Dokter, Juli memiliki tumor di otaknya" Jawab Ari lirih.


Sedih, marah, kecewa saat ini yang Ari rasakan pada dirinya sendiri, karena dia yang sibu bekerja dan kurang memberi perhatian yang lebih untuk putri satu satunya itu.


Sedangkan Rian, tentu saja terkejut. Dia bahkan sampai ternganga mendengar ucapan Ari. Gadisnya yang ceria akan sangat sedih kala mengetahui sakit yang tengah ia derita saat ini.


"Lalu apa yang harus kita lakukan om? Kita harus cepat ambil tindakan om, gara Juli terselamatkan" Ucap Rian menggebu gebu. Dia takut jika ia harus kehilangan Juli. Cintanya, kekasihnya, gadisnya. Dia tidak ingin lehilangan sosok ceria yang beberapa bulan ini telah menjadi kekasihnya yang paling ia cintai.


Rian kembali menjatuhkan dirinya di kursi tunggu. Dia tertunduk sedih mengingat sakit yang di derita Juli. Dia tidak menyangka gadis yang seceria Juli mengidap sakit yang cukup serius.


***


Di rumah Rian.


Rian baru saja sampai di rumahnya. Dia di minta pulang oleh Ari, papinya Juli karena sudah malam. Lagian Juli juga belum sadarkan diri sejak siang tadi.


Rian turun dari mobilnya lalu berjalan lesu masuk ke dalam rumahnya. Namun saat akan menaiki tangga, dia mendengar keributan dari arah kamar orang tuanya.


"Maksud kamu apa? Apa ini yang kamu lakukan selama aku pergi kerja? Aku capek capek kerja untuk memenuhi kebutuhan kamu. Tapi apa sekarang yang aku dapat Ria? Kamu mengecewakan aku" Ucap Noval marah besar.


"Aku capek mas, aku capek hidup sama kamu. Kamu selalu mementingkan kerjaan kamu sampai kamu lupa bahwa ada istri yang menunggu kamu di rumah. Aku juga butih kasih sayang kamu mas, bukan hanya uang kamu" Teriak Ria marah dan juga menangis tentunya.


Rian terkejut denganpertengkaran antara mamah dan papahnya. Kedua orang tuanya yang selalu tampak harmonis, namun entah kenapa saat ini tengah bertengkar hebat. Ini kali pertama Rian mendengar pertengkaran antara kedua orang tuanya. Bahkan kakinya terasa berat kala ia ingin menuju ke kamar kedua orang tuanya.


Pyar


Noval melempar vas bunga tepat di samping kaki Ria. Ria hanya berteriak terkejut dengan menutup kedua telinganya.


"Hentikan Ria, kamu sudah mengecewakan aku. Kamu hanya mencari kesalahanku agar kamu bisa lepas dari bukan?" Ucap Noval


"Tega kamu Ria, aku selalu percaya sama kamu. Bahkan sampai detik ini pun aku tidak percaya jika kamu berani berselingluh dari ku. Tapi apa ini Ria? KENAPA HARUS DIA RIA? DIA REKAN BISNIS KU? APA KAMU INGIN MEMBUAT KU MALU?" Teriak Noval marah.


"Asal kamu tau mas, jika bukan karena Rian. Aku sudah lama meninggalkan kamu. Aku benci sama kamu mas. Kamu tidak pernah memberikan kepuasan pada ku. Kamu hanya tergila gila dengan pekerjaan kamu" Ucap Ria marah.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏


Selamat menunaikan ibadah Puasa


MARHABAN YA RAMADHAN


1444 H / 2023 M


Mohon Maaf Lahir Batin 🙏