It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 8



"Apa gue nggak jahat sama Rian karena gue bahongin dia?" Tanya Juli bimbang.


"Enggak Jul, gue nggak akan sakit hati kok. Dan gue akan bantu lo lupa sama dia. Gue akan lakukan apapun agar lo bisa cinta sama gue" Sahut Rian.


"Rian, lo sejak lapan di situ?" Tanya Juli terkejut.


"Lo terluka?" Tanya Rian yang langsung menghampiri Juli. Juli segera menyembunyikan lengannya agar Rian tidak tau. Jila Rian tau sudah di pastikan akan ada pertengkaran hebat di sekolah itu.


"Oh, enggak kok. Itu si Kila yang kukunya patah" Ucap Juli.


"Lho bukannya emmmm" Ucapan Cia terhenti karena di bekap oleh Kila.


"Iya kak, kuku gue patah. Ya sudah, gue ke kantin dulu ya sama Cia" Ucap Kila menarik tangan Cia keluardari kelas.


Rian duduk di bangku yang ada di sebelah Juli. Dia menatap Juli dengan tatapan penu kasih sayang. "Jul, lo mau kan coba jadi pacar gue? Gue janji akan tulus mencintai lo. Gue sayang sama lo Jul" Ucap Rian.


"Tapi kan lo tau kalau gue suka sama Vito, lo pasti tau kalau nggak semudah itu untuk gue melupakan dia" Ucap Juli lirih karena merasa bersalah pada Rian.


"Selama apapun Juli, gue nggak perduli. Gue akan tunggu lo dengan cara gue menyayangi lo. Bukan sebagai sahabat tapi sebagai kelasih" Ucap Rian.


"Lo pasti akan tersiksa Ruan, gue nggak mau menambah luka pada hati lo" Ucap Juli.


"Enggak Jul, gue nggak akan terluka karena gue yakin akan bahagia sama lo" Ucap Rian.


Juli menatap kedua mata Rian. Dia melihat cinta yang begitu besar dari Rian. Juli menunduk dengan memainkan kuku kuku jarinya. Rian meraih jemari Juli dan menggenggamnya lembut.


"Iya, gue mau jadi pacar lo" Jawab Juli lirih.


Mendengar jawaban Juli membuat Rian terdiam menatap wajah Juli. Dia diam karena dia pikir bahwa ucapan tadi tidak keluar dari mulut Juli.


"Kok lo diam?" Tanya Juli.


"Kayaknya tadi gue mimpi deh Jul" Jawab Rian.


"Mimpi? Mimpi apa?" Tanya Juli bingung.


"Mimpi kalau lo nerima gue" Jawab Rian. Juli menyerngitkan dahi ketika mendengar ucapan Rian.


Duack


"Aduh" Teriak Rian ketika buku paket Juli yang super tebal mendarat di lengan kekarnya.


"Lo nyebelin banget sih" Ucap Juli cemberut.


"Hahahaha, sorry sorry. Tapi lo serius kan mau jadi pacar gue?" Tanya Rian yang di jawab oleh anggukan kepala oleh Juli.


"Akhirnya" Teriak Rian yang bangkit dari duduknya. "Woy, lo dengarya samuanya. Mulai detik ini Julia jadi pacar gue" Teriak Rian di dalam kelas Juli.


Semua bertepuk tangan dan memberikan ucapan selamat pada Rian dan Juli. Sedangkan Juli yang malu menutupi wajahnya dengan bukunya.


"Hahahaha, gue jadian sama Juli" Teriak Rian lagi.


"Rian berisik lo" Teriak Ical dan Yoga yang berada di luar kelas Juli. Mereka sedang mabar di depan kelas Juli dengan beberapa teman Juli lainnya tentunya.


"Gue ke kelas dulu ya Yang. Nanti pulang sekolah gue jemput lo" Ucap Rian mengusap lembut pucuk kepala Juli.


"Iya, sana keluar. Bikin malu gue aja lo" Ucap Juli.


"Hahahaha nggak papa malu, tapi kan sayang" Ucap Rian mencolek dagu Juli.


"Rian, gue hajar lo ya" Ucap Juli marah karena malu.


"Ciyeee malu" Goda teman teman sekelas Juli.


"Mampus gue, mau gue taruh mana nih muka" Guman Juli malu.


Jam pulang sekolah.


Desas desus tentang Rian dan Juli yang jadian pun sudah sampai penjuru sekolah. Bahkan Vito yang tadi baru kembali ke kelas setelah mengantar Nara ke UKS pun mendengar berita itu.


"Lo kenapa bro? Kok muka lo kusut gitu kayak bajunya si Celo" Ucap Bayu.


"Sialan lo Bay, gue nggak selecek muka dia kali" Ucap Celo menoyor kepala Bayu.


Vito dan kedua sahabatnya itu beejalab menuju ke arah parkiran mobil. Saat sampai di parkiran, mereka melihat Rian yang tengah menyelipkan anak rambut Juli ke belakang telinga Juli.


"Wih, pasangan yang bari jadian sweet bener dah ah. Kapan gue punya pacar kayak si Juli. Udah cakep, jujur, petakilan lagi" Ucap Celo.


"Wah beruntung banget tuh kakak kelas bisa dapetin Juli. Walaupun bar bar, tapi dia baik banget orangnya" Ucap Bayu.


Melihat kemesraan Juli dan Rian membuat Vito semakin terbakar amarahnya. Dia mengepalkan tangannya dengan tatapan tajam ke arah Juli. Bayu yang melihat amarah Vito pun menyenggol bahu Celo. Celo pun melihat ke arah Vito juga. Mereka tersenyum lalu mulai memanas manasi Vito.


"Mereka cuma pacaran kok Cel. Lo bisa kali merebutnya" Ucap Bayu.


"Wah setuju tuh gue sama ide lo. Gue akan tebut Juli dari kakak kelas itu lalu gue akan buat Juli jadi milik gue" Ucap Celo.


"Iya lah, kalau lo nggak mau biargue aja yang rebut" Ucap Bayu.


"Diam lo berdua. Gue yang akan rebut dia dari Rian" Ucap Vito tegas lalu berjalan menuju ke mobilnya. Sedangkan Celo dan Bayu bertos ria karena sudah berhasil mengompori Vito.


Di rumah Juli.


Juli dan Rian baru saja sampai di rumah Juli. Mereka turun dari motor Rian lalu berjalan masuk ke dalam rumah Juli. Soal sepeda Juli, tentu saja ada anak buah dari Death Devil yang akan mengurusnya.


"Lo mau minum apa?" Tanya Juli.


"Apa saja" Jawab Rian.


"Ya sudah, tunggu bentar gue ganti baju dulu baru nanti gue buatin lo minum" Ucap Juli.


"Ok santai aja" Jawab Rian.


Rian menyandarkan dirinya di sandaran sofa. Dia menatap ke segala penjuru ruang tamu yang terdapat banyak foto foto keluarga kecil Juli.


"Ternyata dari kecil lo sudah imut ya Jul" Guman Rian yang kini sudah berdiri dan melihat figura foto masa kecil Juli.


"Lo ngapain?" Tanya Juli heran.


"Lihat foto lo. Mata lo biru keturunan dari nyokap?" Tanya Rian.


"Iya, rambut gue juga keturunan mami. Cuma hidung gue nih yang keturunan papi" Ucap Juli menyentuh hidung mungilnya.


"Hahahaha nggak papa lah, malah bikin lo makin imut tau nggak" Ucap Rian tertawa.


"Gue buatin lo minum dulu ya" Pamit Juli yang sudah berjalan menuju ke dapur.


Karena bosan, Rian menghampiri Juli ke dapur. Dia duduk di kursi meja makan dan melihat Juli yang sedang membuatkan minuman untuk dirinya.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏