
Key dan Jason saat ini hampir mencapai garis finish. Jarak di antara mereka yang sangat dekat membuat kedua kubu itu tampak tegang. Semakin dekat dengan garis Finish, orang orang yang menonton semakin bersorak nama yang mereka dukung.
Namun kali ini kemenangan tidak berpihak pada Key. Dia yang di kalahkan tipis oleh Jason, memukuli tangki motornya.
Key menghentikam motornya tepat di depan ketiga sahabatnya. Wajahnya tampak sangat kecewa dan marah.
"Arght, sialan" Teriak Key frustasi.
"Santai Key, menang kalah sudah biasa" Ucap Theo.
"Iya Key, kali ini memang bukan untuk lo kemenangan itu" Ucap Kennet.
"Lo saja yang terbawa emosi, makanya kalah dari dia. Apa lagi dia memang jago" Ucap Ikbal yang seketika mendapat tatapan tajam dari Kennet dan Theo.
Key semakin marah dengan ucapan Ikbal. Dia turun dari motornya lalu membanting helm yang ia kenakan. Dia mencengkram kerah jaket kulit Ikbal dengan amarahnya yang memuncak.
"Maksud lo apa ngomong gitu sama gue? Gue memang begok tapi gue gak sejahat lo, bang***t" Ucap Key.
Ikbal menepis tangan Key hingga terlepas dari lerah jaketnya.
"Lo sejak awal sudah meremehkan lawan lo Key. Lo yang belum tau keahlian dia tapi lo memandang dia rendah. Itu lah kesalahan terbesar lo" Ucap Ikbal.
"Tapi lo harusnya gak bicara begitu Bal. Key itu sehabat kita, kita harus tetap memberi dia semangat" Ucap Theo.
"Untuk apa? Agar dia melakukan kesalahan yang sama." Ucap Ikbal.
Key menutup matanya untuk mengatur emosinya. Dia harus menahan emosinya karena dia tidak mau baku hantam dengan Ikbal yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sandiri. Key berbalik mengambil helmnya lalu kembali menaiki motornya.
"Key, lo mau ke mana?" Tanya Kennet.
"Balik" Jawab Key singkat. Dia menyalakan mesin motornya lali segera meninggalkan area balapan begitu saja.
"Menarik juga tuh cewek" Ucap Jason yang terpesona dengan keberanian Key. Apa lagi saat ia hampir bertengkar dengan Ikbal tadi, membuatnya semakin penasaran dengan sosok Key lebih dalam lagi.
"Lo harusnya gak bicara begitu sama Key" Tegur Kennet.
"Dia harus belajar mengontrol emosinya Ken. Kalau kita selalu memanjakan dia, gue khawatir akan kehidupan dia nantinya" Ucap Ikbal tertunduk sedih.
Jujur saja, dia juga menyesal telah bicara seperti itu pada Key. Namun jika Key terus memandang rendah lawanya, dia akan terus menerima kekalahan dan tidak menyadari kesalahannya.
Di sisi lain Key masih saja tidak bisa mengontrol amarah dan kekecewaannya.
"Arght" Teriak Key sambil memukuli tangki motornya.
"Kenapa gue bisa kalah sih sialan." Teriak Key lagi.
Cukup lama Key berputar putar di jalanan entah ke mana tujuannya. Dia terus berputar putar untuk mengalihkan pikirannya. Namun sudah berapa lama di jalanan malam ini, dia teringat dengan Rian yang sejak tadi tidak menghubungi dirinya.
"Gue ke kantor papah saja lah" Ucap Key.
Key menarik gas motornya dan melajukan motornya menujuke perusahaan Noval, papah Rian. Dia ingin berkeluh kesah pada Rian tentang apa yang ia alami tadi.
Karena keadaan jalanan yang sudah mulai sepi, Key tak butuh waktu lama untuk menuju ke perusahaan Noval. Dia menghentikan motornya tepat di depan pintu lobby perusahaan.
"Mbaknya ada perlu apa ya?" Tanya satpam.
"Saya Key, kekasihnya Rian. Rian bilang dia masih di kantor" Ucap Key.
"Oh iya benar mbak, mari saya antar" Ucap satpam yang di jawab anggukan kepala oleh Key.
Satpam dan Key masuk ke dalam lift untuk menuju lantai paling atas di mana ruangan Noval berada.
"Silahkan mbak" Ucap satpam saat pintu lift sudah terbuka.
"Sampai sini saja pak, biar saya masuk sendiri saja" Ucap Key.
"Baik mbak, kalau begitu saya permisi dulu" Pamit satpam yang kembali di jawab anggukan kepala oleh Key.
Key berjalan menuju ke sebuah pintu yanghanya ada satu satunya di lantai itu. Saat akan membuka pintu ruangan, Key mendengar suara tertawa seorang gadis dan suara Rian juga di dalam sana. Emosi Key semakin memuncak karena terdnegar jelas bahwa Rian rengah bergurau dengan gadis lain. Apa lagi di dalam ruangan itu hanya ada mereka berdua saja.
Brack
Key membuka pintu ruangan Noval dengan kencang hingga membuat Rian dan gadis yang tertawa tadi terkejut.
Key berjalan menghanpiri Rian yang tengah asik duduk bersantai dengan hadis yang tidak ia kenal. Key menatap sekilas gadis itu lalu kembalu menatap Rian.
Plack
Tamparan keras Rian dapatkan dari Key.
Diana yang melihat Rian di tampar pun terkejut. Dia bangkit dan langsung menyentuh pipi Rian. Key tentu saja semakin emosi karena Rian tidak menepis tangan Diana saat Diana menyentuh pipinya. Key menarik tangan Diana dan mendorong Diana hingga terjatuh di atas sofa.
"Key, lo apa apaan sih" Tegur Rian.
"Lo yang apa apaan lo. Lo itu pacar gue anj**g. Kenapa lo berduan sama dia" Ucap Key.
"Hei, kamu salah paham" Ucap Diana.
"Diam lo gatel, gue gak bicara sama lo" Ucap Key menunjuk wajah Diana.
"Key, dia Diana, asisten gue" Ucap Rian.
"Wah, atasan yang sangat baik ya. Bahkan bisa tertawa hiha hihi berduan di tengah malam begini. Kenapa gak sekalian saja kalian *****" Ucap Key.
"Key, jaga ucapan lo" Bentak Rian marah.
Key tersenyum menyeringai setelah Rian membentaknya di depan Diana.
"Gue pergi, sorry ganggu" Ucap Key berjalan pergi dari ruangan Rian.
Rian ingin mengejar Key namun tangannya di cekal oleh Diana.
"Dia siapa sih Yan?" Tanya Diana.
"Dia pacar gue Na, sorry gue harus kejar dia dulu" Ucap Rian melepas tangan Diana dari lengannya.
Rian berlari keluar dari ruangannya. Saat akan mengejar Keyyang sudah berada di dalam Lift, lintu Lift lebih dulu tertutup. Karena tidak ingin menunggu lama, Rian memilih untuk lewat tangga darurat. Dia terus berlari menuruni anak tangga untuk mengejar Key.
Saat sampai di lobby, Rian melihat Key yang sudah berada di atas motornya.
"Key tunggu, gue bisa jelasin sama lo" Ucap Rian.
"Basi tau gak. Awas ,gue mau pergi" Ucap Key.
"Gue gak ijinin lo untuk pergi bawa motor gue" Ucap Rian.
"Motor gue anj***g. Minggir lo, mau gue bakar nih motor" Ucap Key.
Karena tidak bisa di ajak bicara baik baik, Rian mengambil kunci motornya. Key mencoba kembali merebut kunci dari tangan Rian namun Rian segera memasukkan kunci motornya itu ke dalam celananya.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏