
Ada rasa senang di dalam diri Vito karena mengetahu Juli yang masih mencintai dia. Namun dia juga sedih melihat keterpurukan Juli yang seperti ini. Dia menyesal telah melukai Juli hingga dia harus kehilangan Juli yang tanpa ia ketahui telah hadir dalam dirinya.
"Gue rela jadi yang ke 2 Juli, gue rela untuk jadi simpanan lo. Beri gue kesempatan untuk menebus semua kesalahan gue. Beri gue kesempatan untuk mencintai lo" Pinta Vito yang kini telah memeluk erat tubuh Juli.
Namun tanpa mereka ketahui, Rian yang sudah cukup lama di luar rumah Juli mendengar semua pembicaraan mereka. Dia tidak mampu berbuat apa apa karena dia takut kehilangan Juli. Namun tetap ada rasa sakit di dalam dirinya mengetahui kebenaran itu. Dia hanya mampu meremas jemarinya untuk menahan amarahnya saat ini.
"Maaf Juli, tapi mulai sekarang gue akan egois. Gue nggak akan melepaskan lo karena gue cinta sama lo Juli. Gue nggak akan membiarkan dia mendapatkan lo. Maafin gue Juli" Guman Rian dalam hati.
Rian berjalan menuju ke mobilnya. Dia masuk ke dalam mobil lalu mulai menghubungi ponsel Juli karena jika dia langsung masuk, dia takut jika hatinya semakin hancur. Namun yang lebih ia takutkan jika ia lepas kendali dan menghajar Vito di depan Juli. Dan hal itu pasti akan berdampak buruk bagi hubungan mereka nantinya.
"Halo sayang, gue sudah di luar. Tapi di depan rumah lo ada mobil, ini mobilnya siapa ya?" Tanya Rian yang sudah menghubungi Juli.
"Itu mobil teman papi. Tunggu di luar saja, gue akan keluar sekarang" Ucap Juli.
"Ok, gue tunggu di luar" Jawab Rian dingin. Emosinya semakin memuncak karena Juli berbohong dengan dirinya.
Tak lama Juli keluar dari rumahnya. Dia berjalan menuju ke mobil Rian lalu masuk ke bagian penumpang di samping Rian yang menyetir.
"Hai sayang, lo cantik banget hari ini" Ucap Rian meraih kepala Juli dan mencium kening Juli lembut.
"Makasih. Yuk berangkat" Ucap Juli yang tersenyum canggung ke arah Rian.
"Iya" Jawab Rian juga tersenyum paksa. Namun saat dia melihatke arah jendel, dia merasa puas karena sikapnya pada Juli tadi tak lepas dari pandangan Vito yang masih berada di dalam rumah Juli.
"Lo harus tau Vito, dia milik gue dan nggak akan pernah gue lepaskan hanya untuk benalu seperti lo" Batin Rian.
Rian menyalakan mesin mobilnya lalu mulai melajukan mobilnya keluar dari area pekarangan rumah Juli. Dengan senyumannya yang mengejek menatap ke arah Vito. Vito yang tau ejekan Rian pun hanya mampu meremas jemarinya hingga urat urat tangannya terlihat jelas di balik kulit putihnya.
***
Acara pernikahan Kila dan Gilang.
Rian duduk di kursi yang tersedia berdampingan dengan Juli. Mereka tengah menyaksikan ijab kabul yang di lakukan oleh Gilang untuk menjadikan Kila sebagai istri sahnya.
"Yang" Panggil Rian.
"Hmm" Jawab Juli menoleh ke arah Rian.
"Gue pingin deh menjadikan lo halal buat gue" Ucap Rian.
"Jangan ngaco ah, gue masih mau kuliah. Gue juga masih mau kejar cita cita gue" Ucap Juli.
"Yah, belum juga gue lamar. Lo kok sudah tolak gue dulu sih" Ucap Rian cemberut.
"Habisnya lo gemesin sih. Lo tuh harusnya fokus sekolah, terus kuliah, habis itu kerja cari duit yang banyak. Baru deh lo bisa lamar gue" Ucap Juli meremas tangan Rian yang bergandengan dengan tangannya.
"Oh, gue kira lo tolak gue karena lo berniat ninggalin gue" Ucap Rian tertunduk.
Deg
Jantung Juli seakan berhenti berdetak ketika mendengar ucapan Rian barusan. Dia kembali teringat dengan ucapan Vito yang menginginkan dirinya untuk berselingkuh.
"Lo...lo kok ngomongnya gitu sih?" Ucap Juli gelagapan.
"Karena gue belum yakin dengan rasa yang lo miliki buat gue Juli" Ucap Rian dingin. "Tapi lo tenang saja, karena gue akan berusaha lebih keras lagi buat bisa memiliki cinta lo seutuhnya" Ucap Rian tersenyum manis ke arah Juli dengan mengusap lembut wajah cantik Juli.
Saat ini acara di lanjutkan dengan foto bersama. Juli terus tersenyum cantik melihat raut bahagia Kila dan Gilang. Dia merasa ikut senang ketika sahabat terbaiknya kini tersenyum bahagia di samping sang suami.
"Sepertinya kita bakal jarang main lagi deh Jul sama Kila" Ucap Cia yang kini berdiri di samping kiri Juli, sedangkan Rian berdiri di samping kanan Juli dengan terus menggenggam erat tangan Juli tentunya.
"Sepertinya bentar lagi Lo deh Ci yang bakal datang ke pernikahan kita" Ucap Rian
Plack
"Jangan ngaco ah" Ucap Juli memukul lengan Rian
"Aku serius sayang. Sebelum aku pergi ke Australia, aku ingin setatus kita jelas" Ucap Rian dengan terus menatap ke arah sepasang pengantin.
Mendengan ucapan Rian, Juli seketika melepaskan pelukannya pada Cia. Dia menoleh ke arah Rian yang kini juga menatapnya dengan senyumannya yang menawan.
"Lo mau pergi ninggalin gue?" Ucap Juli terkejut.
"Nanti ya kita bahas di rumah. Sekarang kita naik yuk beri selamat untuk Kila" Ucap Rian lembut lalu menarik tangan Juli naik ke atas panggung. Juli terus menatap punggung Rian yang kini berjalan di depannya dengan menggandeng tangannya.
"Selamat brother, gue nggak nyangka kalau ketua osis kita lebih dulu memiliki keluarga kecilnya" Ucap Rian tersenyum.
"Hahahaha, makasih bro. Lo harus jaga sikap mulai sekarang. Gue nggak bisa pulang terlambat terus mengurus hukuman lo karena ada yang menunggu di rumah" Ucap Gilang melirik ke arah Kila.
"Apaan sih kak, lagian kita masih satu sekolah kali" Ucap Kila malu.
"Gue nggak akan sering seting buat ulah kok bro. Paling ya cuma sekali kali saja" Ucap Rian
Plack
Juli memukul bahu Rian karena ucapan Rian barusan. "Harusnya berubah jadi lebih baik dong, bukannya malah sudah berencana buat masalah" Ucap Juli.
"Halah, lo juga Jul. Memang kalian cocok kok satu sama lain. Sama sama biang masalah." Ucap Gilang yang langsung membuat Kila dan Rian tertawa. Sedangkan Juli hanya cemberut menatap Gilangyang sering menjadi pengawasnya saat terkena hukuman dari bu Wati.
Kini ganti Juli yang bersalaman dengan Gilang. "Selamat ya kak, tolong jaga sahabat gue dengan baik. Jangan lo sakiti dia. Kalau lo berani buat dia nangis, lo akan dapat balasannya dari gue" Ucap Juli.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏