It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 27



"Asal kamu tau mas, jika bukan karena Rian. Aku sudah lama meninggalkan kamu. Aku benci sama kamu mas. Kamu tidak pernah memberikan kepuasan pada ku. Kamu hanya tergila gila dengan pekerjaan kamu" Ucap Ria marah.


"Hanya karena hal sepele seperti itu kamu membuat ku hancur Ria. Aku kerja juga demi kebahagian kamu" Ucap Noval marah


Brack


Rian membuka pintu kamar kedua orang tuanya dengan keras. Dia melihat kamar kedua orang tuanya yang berantakan seperti kapal pecah.


"Nggak usah bawa bawa nama Rian dalam pertengkaran kalian. Aku bukan barang yang harus kalian perjuangkan. Jika kalian ingin pisah lakukan saja, aku tidak perduli. Tapi jangan gunakan aku sebagai alasan untuk kepentingan kalian berdua" Ucanya lirih.


"Rian... ini tidak...." Ucap Ria yang berjalan menghampiri Rian.


"Selesaikan urusan kalian. Aku ingin istirahat. Kalau sampai aku mendengar suara dari kalian berdua, aku akan hancurkan sekalian rumah ini" Ucapnya lagi.


Rian berbalik dan mulai melangkah ke arah kamarnya. Banyak kejadian yang mengejutkan baginya hari ini. Dari sakit yang di derita Juli hingga pertengkaran kedua orang tuanya. Dia merasa sendiri saat ini. Dia pulang bermaksud untuk membagi beban dirinya pada kedua orang tuanya, namun apa yang ia temukan. Dia malah melihat sesuatu yang semakin menghancurkan hidupnya.


Di dalam kamar, Rian hanya duduk termenung. Dia duduk di pinggiran ranjang dengan menatap sendu ke arah foto Juli yang ada di kamarnya.


"Gue takut Juli, gue hancur sekarang" Ucap Rian lirih.


"Apa yang harus gue lakukan Juli, gue takut kehilangan lo. Gue juga takut kehilangan kehangatan kedua orang tua gue."


Rian menghela nafas panjang. Dia melihat ponselnya yang menyala dan melihat nama Ical yang ada di layar ponselnya.


"Halo, ada apa?" Tanya Rian lesu. Rian mendengar suara musik yang cukup keras dari balik ponsel Ical. Dia bisa tebak bahwa Ical saat ini tengah berada di club malam. "Ke club bro, kita party" Ucap Ical.


"Gue ke sana sekarang. Kirim lokasinya" Jawab Rian.


"Siap bos ku" Sahut Ical.


Setelah mendapat jawaban dari Ical, Rian mematikan ponselnya. Dia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya lebih dulu karena sejak sing tadi, dia belum berganti pakaian. Dia masih mengenakan seragam osis sekolah SMA Rajawali.


Tak butuh waktu lama, Rian saat ini sudah siap dengan celana jins yang sobek di bagian lututnya, dengan kaos putih polos yang ia padukan dengan jaket kulit berlambangkan geng Death Devil di bagian punggungnya.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu di kamarnya, membuat Rian yang sedang menyisir rambutnya menghentikan aktivitasnya. Dia berjalan ke arah pintu lalu membuka pintu kamarnya. Dia melihat Ria, mamahnya, yang tengah menangis dan membawa koper di bagian belakang tubuhnya.


"Rian, mamah mau minta maaf sama kamu. Mamah harus pergi sekarang. Pernikahan kami tidak bisa kami pertahankan lagi. Maafkan mamah nak" Ucap Ria menangis.


Rian tidak menajwab ucapan mamahnya. Kecewa, tentu saja. Perhatian dan keharmonisan selama ini yang kedua orang tuanya berikan hanya sebuah kebohongan. Terutama mamahnya. Mamah yang selalu ia percaya namun sudah menusuk papahnya dari belakang karena berani berselingkuh dengan rekan kerja papahnya sendiri.


"Mamah pergi ya Rian, jaga diri kamu. Semoga kamu bahagia sayang, maafkan mamah" Ucap Ria mengusap lembut wajah Rian.


Rian tidak mampu bicara apapun. Dia hanya melihat punggung Ria yang menuruni anak tangga dengan membawa koper besar. Jujur, Rian tidak ingin keluarganga hancur, tapi dia juga tidak bisa memaksakan kehendaknya. Dia sadar jika ia egois maka yang akan semakin terluka adalah kedua orang tuanya.


"Semoga mamah pun bahagia dengan kebahagian yang mamah pilih" Gumannya dalam hati.


Di ruang tamu, Noval duduk dengan kedua tanganya yang mengepal erat. Apa lagi saat melihat Ria yang berjalan menghampirinya dengan koper yang ada di belakang tubuhnya, membuat wajah Noval memerah karena menahan emosinya.


"Aku pergi mas" Pamit Ria lirih.


"Apa kamu tidak bisa jika lebih memilih ku Ria? Apa kurangnya aku untuk kamu? Kenapa kamu harus rela meningglakan semua kemewahanyang aku berikan ke kamu dan lebih memilih orang itu?" Ucap Noval tanpa menatap ke arah Ria.


Ria berjalan keluar dari rumah. Di luar gerbang, sudah ada sebuah mobil yang menunggu Ria di sana. Noval tentu saja tau siapa pemilik mobil itu. Dia yang masih mencintai Ria hanya ingin memberikan kesemapatan terakhir pada Ria. Namun jawaban Ria membuatnya hancur. Rasa percaya dan rasa cintanya pada Ria hancur seketika karena Ria lebih memilih orang lain dari pada dirinya yang sudah belasan tahun hidup dengannya.


Setelah kepergian Ria, Noval menundukkan kepalanya. Dia menangis dalam diam karena hatinya benar benar hancur sekarang. Dia sangat kecewa pada Ria yang tega meninggalkan dirinya. Cinta, Noval sangat mencintai Ria. Bahkan dia rela pergi dari rumahnya kala itu karena dia dan Ria yang tidak di restui oleh kedua orang tua Noval. Namun yang Noval saat ini terima adalah kekecewaan dan penghianatan dari Ria.


"Pah" Panggil Rian lirih. Noval segera menghapus air matanya dan tersenyum paksa pada Rian. Dia tidak ingin Rian semakin sedih kala melihatnya menangis.


"Papah nggak perlu malu saat menangis. Wajar jika papah menangis karena papah kecewa. Tapi Rian harap, ini terakhir kalinya papah menangis, karena Rian akan selalu bersama papah." Ucap Rian lembut.


Mendengar ucapan Rian membuat Noval sadar dan kembali bersemangat. Dia tidak ingin berlarut dalam kehancuran karena masih ada Rian, sang putra yang harus ia bahagiakan.


"Papah janji tidak akan menangis lagi." Jawab Noval tersenyum. "Kamu mau keluar?" Tanya Noval.


"Iya pah" Jawab Rian tertunduk sedih. Noval mengangguk dan bangkit dari duduknya. Dia menepuk bahu Rian dengan lembut karena dia tau Rian butuh pengalihan pikiran saat ini. "Pergi lah, jangan pulang terlalu larut" Ucap Noval.


"Iya pah" Jawab Rian singkat.


Noval berjalan menuju ke kamar tamu. Dia memilih ke kamar tamu karena kamarnya yang masih berantakan akibat pertengkarannya dengan Ria tadi. Di tambah banyak kenangan bersama Ria di dalam kamar itu.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏


Selamat menunaikan ibadah Puasa


MARHABAN YA RAMADHAN


1444 H / 2023 M


Mohon Maaf Lahir Batin 🙏