
Cintia dan kedua temannya itu tertawa lepas mentertawakan keadaan Luna yang basah kuyup dan bau. Luna meremas jemarinya karena candaan Cintia itu sudah keterlaluan. Key yang juga emosi ingin menghampiri Cintia namun tangannya di cekal oleh Luna.
"Biar gue" Ucap Luna penuh penekanan.
Key pun menganggukkan kepalanya, dia memilih untuk menghubungi Ikbal agar datang ke kampusnya untuk mencegah meledaknya amarah Luna.
"Halo Key ada apa?" Tanya Ikbal setelah ia menerima panggilan telepon dari Key.
"Luna ngamuk, cepetan ke sini. Bawa anak anak juga, gue mau memberi pelajaram sama seseorang" ucap Key.
Tanpa menunggu jawaban dari Ikbal, Key langsung mematikan ponselnya.
Luna melempar tasnya ke lantai. Dia menatap tajam ke arah ketiga gadis itu yang masih mentertawakan Luna.
Grep
Luna menjambak rambut Cintia dari belakang.
"Aaaah, lepasin rambut gue. Ini sakit anj***g" Teriak Cintia kesakitan.
Gaby dan Tania yang melihat hal itu pun ingin menyerang Luna. Namun Key segera memotong langkah mereka berdua.
"Jangan suka ikut campur urusan orang lain" Ucap Key santai.
"Banyak bac**t lo" Ucap Gaby yang ingin mendorong Key.
Key mengelak dan akhirnya Gaby jatuh tersungkur ke lantai basah bekas siraman air yang dia lakukan tadi.
"Yaaah, basah deh" Ucap Key mengejek.
Kini ganti Tania yang ingin menjambak rambut Key. Karena fokus ke Gaby, Tania berhasil menjambak rambut Key. Dia menarik rambut Key hingga Key meringis kesakitan.
Key mencengkram tangan Tania yang menjambak rambutnya.
"Aaah, sakit sakit sakit" Ucap Tania. Key mencengkram tangan Tania hingga Tania melepaskan rambut Key. Key memelinting tangan Tania dan mendorong Tania ke arah tembok kelas.
"Berani lo sentuh gue, gue akan buat lo membayar berkali kali lipat" Ucap Key.
Di saat Key akan menjambak rambut Tania, dia mendengar suara dering ponselnya. Salah satu tangannya mengambil ponsel dan melihat nama Ikbal yang tertera di layar ponselnya saat ini.
"Lun, anak anak di luar" Ucap Key.
"Bawa mereka keluar" Ucap Luna penuh amarah.
"Siap bu bos" Jawab Key menyeringai.
Key menjambak rambut Tania dan Gaby bersamaan. Dia menyeret mereka berdua menuju keluar kampus. Begitu pun dengan Luna yang menarik rambut dan tangan Cintia menuju ke luar kampus juga.
Di luar kampus sudah ramai dengan orang orang yang berkerumun. Banyak dari mereka tentu tau siapa yang saat ini tengah berada di depan kampus.
"Mereka kan Death Devil"
"Lo serius mereka Death Devil?"
"Iya lah, itu kan Ikbal ketua mereka"
"Ada apa ya? Kenapa merekadatang ke sini?"
"Mereka mau menyerang kampus kita?"
San masih banyak lagi kata kata yang keluar dari para mahasiswa dan mahasiswi di kampus itu.
"Itu kan anak buah Rian? Mereka ngapain di sini?" Ucap Erwin yang heran dengan kedatangan anggota Death Devil yang ia tau adalah geng yang di buat oleh sahabatnya, Rian.
"Minggir" Teriak Key. Seketika semua orang membuka jalan pada Key yang menjambak rambut Tania dan Gaby.
Setelah melihat Key, Erwin paham kenapa anggota Death Devil datang ke kampusnya itu. Erwin berjalan mendekati Key.
"Mereka kenapa?" Tanya Erwin.
Key mendorong Tania dan Gaby ke depan kaki Ikbal. Luna juga mendorong Cintia ke hadapan anggota Death Devil yang lain.
"Mereka cari gara gara sama gue" Jawab Key.
Cintia dan kedua temannya itu kini audah tampak berantakan. Mereka bangkit sambil menatap benci Luna dan Key.
Ikbal berjalan di hadapan Cintia dan kedua temannya itu. Dia menatap Cintia dari bawah ke atas.
"Kalau iya mamangnya kenapa" Jawab Cintia angkuh.
"Lo gak tau siapa dia hingga lo berani mengusiknya?" Tanya Ikbal lagi.
"Gue gak perduli dia siapa, toh di sini gue yang berkuasa" Jawab Cintia sombong.
"Lagian dia sudah masuk ke daftar hitam milik gue, jadi bilang sama cewek lo itu untuk jaga sikap dia. Gue akan diam saja sekarang, tapi jangan harap gue akan memaafkan dia lagi kalau dia berani melawan gue" Ucap Cintia.
"Ayo cabut" Ucap Cintia.
Ikbal tentu saja marah karena kekasihnya di remehkan oleh orang lain. Dia yang ingin mencekal Cintia, kini tangannya di cegah oleh Key.
"Gak usah. Lo urus Luna saja. Soal tuh cewek biar jadi urusan gue" Ucap Key.
"Ok, gue serahkan ke lo. Tapi kalau dia masih berulah, gue yang akan turun tangan" Ucap Ikbal. Key mengangguk sebagai jawaban untuk Ikbal.
Ikbal membawa Luna pulang. Anak anak lain juga ikut pulang karena Key menyuruh mereka. Kini hanya Erwin dan Key hang ada di depan gerbang kampus. Beberapa satpam yang tadi berjaga, kini sudah kembali ke pos masing masing.
"Ngapain lo masih di sini?" Tanya Key heran melihat sahabat Rian itu masih bersamanya.
"Gue mau nebeng ke apartemen lo." Jawab Erwin.
"Keluarga lo bangkrut?" Tanya Key
"Hey, jangan asal bicada dong lo. Gue masih kaya raya" Jawab Erwin.
"Terus mobil lo ke mana? Lagian kalau lo pulang bareng gue, lo akan kena marah sama Rian. Tuh orang makin hari makin cemburuan" Ucap Key.
"Bodo amat, mana kunci lo, biar gue yang ambil mobil" Ucap Erwin. Key menyerahkan kunci mobilnya pada Erwin. Erwin mengedipkan sebelah matanya lalu dia pergi mengambil mobil Rian yang di pakai Key.
"Bintitan kali ya tuh orang" Guman Key.
Di apartemen.
Key dan Erwin sudah sampai di depan pintu apartemen. Key menekan pin angka untuk membuka pintu apartemennya.
"Sayang" Ucap Rian yang sudah berada di depan pintu apartemen dengan merentangkan kedua tangan. Walaupun duduk di kursi roda, dia ingin bermanja pada kekasihnya itu.
"Sayang pala lo" Ucap Erwin mendorong jidat Rian.
"Kok lo yang datang, Key mana?" Tanya Rian heran.
"Apa?" Ucap Key yang baru masuk dengan kotak paket yang tadi di depan pintu apartemennya.
"Sayang aku kangen" Ucap Rian menja. Dia merentangkan kedua tangannya lebar lebar agar Key menghampirinya dan memeluknya karen dengan kursi roda yang ia gunakan saat ini, menyulitkan dirinya untuk mengikuti Key yang berjalan ke arah dapur.
"Gak usah aneh aneh deh lo. Mamah Dara mana?" Tanya Key yang tidak memperdulikan Rian dan malah membawa paketnya itu masuk ke arah dapur.
"Ke bandara, katanya si Vito pulang hari ini" Jawab Rian malas.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏