It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 41



"Ehkem. Nino sini lo" Panggil Rian.


"Iya bang, ada apa?" Tanya Nino.


Nino adalah salah satu anak buah Rian yang bekerja di kafe itu. Bahkan Nino termasuk orang yang di percaya oleh Rian. Nino lebih muda satu tahun dari Rian.


"Lo ikut dia." Ucap Rian pada Key. "Dia anak baru di sini" Ucap Rian pada Nino.


"Ok bang" Jawab Nino.


Kennet melepaskan tangan Key yang ada di lengannya. Dia merasa risih dengan pandangan mata Rian yang sejak tadi menatap ke arah pelukan Key pada lengannya.


"Sudah sana lo kerja dulu" Bisik Kennet.


"Ok" Jawab Key singkat.


Setelah kepergian Key, Rian meminta Kennet dan Theo duduk di meja yang sama dengan mereka. Rian ingin tau soal Death Devil saat ini. Tentu saja Kennet menjelaskan semuanya ke Rian tanpa ada yang di tutup tutupi.


Soal Erwin, dia sudah tau kalau sahabatnya itu bukan orang sembarangan. Bahkan dia sudah tau siaoa Rian saat pertamakali bertemu dengan Rian. Walaupun Erwin tidak ikut dalam geng gengan saat sekolah SMA dulu. Tapi dia tau siapa Rianoval, ketua geng Death Devil yang mengetuai beberapa SMA dan SMK di ibu kota.


"Jadi rencananya kalian mau mambuat tour?" Tanya Rian.


"Iya bang, kita tinggal bayar iuran saja untuk keperluan yang lainnya." Jawab Kennet.


"Lo mau jadi sponsor nggak Win?" Tanya Rian yang beralih ke Erwin.


"Kalau lo ikut turun langsung, ok ok saja buat gue" Jawab Erwin.


"Bang, sorry nih gue potong. Lo DJ yang ada di club malam kan?" Tanya Theo yang sejak tadi tidak merasa asing pada Erwin.


"Heh bocil, lo suka ke club ya? Kok lo sampai tau fue segala?" Ucap Erwin tersenyum.


"Gue nggak bocil bang, gue sudah lunya SIM sama KTP asal lo tau saja" Ucap Theo.


"Hahahaha, lucu juga lo" Ucap Erwin tertawa lepas.


Erwin mengambil dompetnya yang ada di tasnya. Dia memberikan beberapa kembar uang pada wanitayang sejak tadi bergelayut manja di sebelahnya. "Pulang, gue masih ada urusan sama mereka" Ucap Erwin singkat. Walaupun berat, wanita itu tetap mengikuti ucapan Erwin. Dia mengambil uamg dari Erwin lalu segera keluardari kade milik Rian.


"Lo nggak antar dulu tuh cewek?" Tanya Rian.


"Ogah, bekas orang juga. Malas gue" Jawab Erwin santai.


Theo dan Kennet yang tau arah pembicaraan Erwin dan Rian pun hanya saling pandang tanpa mau ikut ke dalam pembicaraan itu.


Tak lama Ikbal datang di kafe. Dia melepas helmnya lalu berjalan masuk ke dalam kafe. Di saat bersamaan, dia melihat Key yang tengah membersihkan meja.


"Key" Mendengar namanya di panggil, membuat Key menoleh. Dia tersenyum lalu melempar kain lap yang ia pegang. Dia segera berlari ke arah Ikbal dan melompat ke arah Ikbal. Dengan sigap Ikbal menangkap tubuh mungil Key.


Yang saat ini di lakukan Ikbal dan Key tak lepas dari pandangan mata Rian dan Erwin. Wajah Rian tampak menyeramkan saat ini. Entah apa yang ia rasakan, namun ekspresi wajah Rian terlihat jelas di mata Erwin.


"Kayaknya lo sudah kalah sebelum berjuang bro" Bisik Erwin pada Rian.


"Ck, nggak jelas lo" Ucap Rian membuang muka.


"Hahahahaha, muna lo" Ucap Erwin santai.


Rian memainkan ponselnya namun dia tetap mencuri curi pandang ke arah Key dan Ikbal. "Dasar murahan" Batinya.


Ikbal menurunkan tubuh Key, dia mengusap lembut pucuk kepala Key penuh kelembutan. "Gue ke bang Rian dulu" Pamit Ikbal.


"Ok" Jawab Key membentuk huruf O dengan jari jempol dan telunjuknya.


Ikbal berjalan ke arah meja Rian. Dia duduk di sebelah Erwin dan Kennet. "Tuh bocil pacar siapa sebenarnya? Atau jangan jangan kalian berdua pacarannya?" Tanya Erwin.


"Enggak kok bang, gue sudah punya pacar" Jawab Ikbal.


"Kita hanya anggap dia sebagai adik saja bang, karena hanya dia satu satunya anggota Death Devil yang cewek" Jelas Kennet.


"Oh begitu. Berarti masih banyak peluang dong" Ucap Erwin yang sengaja menunggikan suaranya agar Rian mendengarnya.


"Kalau cuma buat main main, lebih baik jangan deh bang. Seujung kuku pun dia terkula, maka seluruh anggota Death Devil yang akan menyerang" Ucap Ikbal tegas. Ikbal mengatakan hal itu karena dia sudah tau siapa Erwin. Ikbal yang sering kekuar masuk club malam tentu saja tau siapa Erwin sebenarnya seperti apa. Hanya saja dia tidak menyangka kalau Rian berteman baik dengan Erwin.


Cukup lama mereka nongkrong di kafe Rian. Namun pandangan ketiga pria geng inti Death Devil itu tak jauh jauh dari gadis yang sudah mereka anggap adiknya itu. Mereka terus mengawasi mereka dengan sesekali berbincang dengan Rian dan Erwin.


"Sorry bang, kita harus balik nih. Soalnya anak anak sudah kumpul di camp" Ucap Kennet.


"Iya" Jawab Rian singkat.


"Gue titip Key bang" Ucap Ikbal.


"Nggak bakal ilang juga tuh bocil. Kalian tenang saja" Sahut Erwin.


"Makasih bang" Ucap Ikbal.


Ikbal, Kennet dan Theo berjalan ke arah Key. Mereka berbincang sebentar untuk berpamitan lalu mereka bertiga berjalan keluardari kafe.


"Lo kapan mau balik?" Tanya Rian.


"Lo ngusi gue?" Tanya Erwin balik.


"Iya, bayar tuh bon kalau mau pulang" Ucap Rian bangkit dari duduknya meninggalkan Erwin.


"Sahabat laknat lo" Umpat Erwin. Rian mengangkat jari tengahnya ke udara tanpa menatap ke arah Erwin. Dan hal itu membuat Erwin semakin emosi.


"Untung sahabat gue lo, kalau nggak sudah gue bakar juga nih kafe" Ucap Erwin.


"Nino, gue mau bayar" Teriak Erwin.


***


Beberapa bulan telah berlalu.


Sudah beberapa bulan juga Noval, papah Rian menikah dengan Dara, mamah Vito. Vito ikut tinggal di rumah Noval. Namun Rian tetap di Apartemennya. Dia masih belum mau tinggal di rumahnya. Dia pulang ke rumah hanya saat mamah tirinya itu meminta dirinya untuk pulang.


Seperti malam ini, Dara meminta Rian untuk pulang dan makan malam bersama. Tanpa kata penolakan, Rian langsung pulang. Rian keluar dari ruang kerjanya untuk segera pulang, sebelum Noval marah karena istrinya yang terus menunggu putra kurang ajarnya itu.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏


Selamat menunaikan ibadah Puasa


MARHABAN YA RAMADHAN


1444 H / 2023 M


Mohon Maaf Lahir Batin 🙏