
"Kenapa hati gue sakit gini sih? Ini juga kenapa air mata gue kok nggak bisa berhenti?"
"Gue ini kenapa sih?" Ucap Key menangis sesegukan.
Cukup lama Key menangis di depan pintu. Setelah perasaanya sedikit membaik, dia pun bangkit dan dia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya.
"Apa lo belum bisa membuka hati buat gue Rian? Lalu kenapa lo minta gue untuk jadi kekasih lo jika lo hanya membuat gue sakit begini?" Ucapnya lirih.
Mengingat Rian yang memanggil manggil nama wanita lain di dalam tidurnya, Key kembali menangis. Dia meremas selimutnya untuk sedikit meredakan rasa sakit hatinya. Namun tentu saja hal itu tidak akan mampu mengurangi rasa sakitnya. Key kembali menangis dalam diam.
Malam harinya Rian baru saja bisa datang ke kontrakan Key jarena tadi suasana kafe yang cukup ramai. Dia harus membantu anak buahnya karena sempat kekurangan tenaga.
"Kenapa kontrakannya gelap begitu? Apa dia belum pulang?" Guman Rian.
Rian pun berjalan menuju ke pintu kontrakan Key. Dia mencoba menghubungi ponsel Key dan di saat itu pula dia mendengar dering ponsel yang berada di dalam kontrakan.
"Dia di dalam ?" Ucapnya lagi.
Rian pun mulai mengetuk pintu kontrakan Key sambil memanggil manggil nama Key.
Tok tok tok
"Key, buka pintunya. Ayo kita bicara" Ucap Rian.
Tak lama lampu kontrakan pun menyela. Rian tersenyum saat mendengar suara langkah kaki yang mengarah ke pintu.
Ceklek
Key membuka pintu kontrakannya dengan wajah bantalnya. Tampak jelas mata Key yang sembab akibat kebanyakan menangis.
"Muka lo nggak banget deh Key" Ucap Rian.
Awalnya Key tidak sadar jika yang datang Rian karena dia masih mengantuk. Dia pun mengusap matanya dan terbelalak saat melihat Rian yang berdiri di hadapannya.
"Rian, kok lo di sini?" Tanya Key terkejut. Bukannya menjawab, Rian malah tersenyum menatap keadaan Key.
Key yang sadar dengan penampilannya pun segera berlari masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Rian, dia masuk ke dalam kontrakan Key dan duduk di pinggiran ranjang Key.
"Nggak usah terburu buru Key, gue bakal nunggu lo kok" Ucap Rian.
"Berisik lo. Bilang kek kalau mau kesini. Tau gitu gue bisa siap siap" Ucap Key dari dalam kamar mandi.
"Lihat ponsel lo nanti, berapa kali sudah gue hubungi lo" Jawab Rian.
"Namanya juga orang tidur, ya maklum lah kalau nggak dengar ada telfon masuk" Ucap Key.
Tak lama Key keluar kamar mandi dengan wajah yang basah. Bahkan dia mengikat asal rambut panjangnya yang bergelombang.
Melihat Key yang sedang mengeringkan wajahnya dengan handuk pun merasa gemas. Dia bangkit dan memeluk Key dari belakang.
"Sorry Key, gue sudah melukai perasaan lo" Ucap Rian lirih. Mendengar ucapan Rian membuat Key menghantikan aktivitasnya.
"Apa lo masih mencintai dia?" Tanya Key takut.
"Gue nggak bisa membohongi perasaan gue sendiri Key. Walaupun sudah ada lo yang juga ada di hati gue. Tapi cinta gue ke dia lebih besar. Sorry Key" Ucap Rian.
"Kenapa lo nggak mempertahankan dia jika lo masih mencintai dia" Ucap Key yang lagi lagi meremas handuk yang ia gunakan tadi.
"Karema Tuhan lebih sayang sama dia Key. Gue yang manisa biasa tentu tidak akan mempu mengalahkanNya" Ucap Rian tersenyum paksa di belakang Key yang masih ia peluk.
Key langsung melepas tangan Rian yang memeluknya. Dia berbalik dan menatap kedua mata Rian yang terpancar kesedihan di sana.
"Dia sudah meninggal?" Tanya Key takut.
"Iya, dia sudah tiada 4 tahun yang lalu" Jawab Rian.
"Maaf, maaf karena gue sikap kekanakan gue. Maafin gue" Ucap Key memeluk erat tubuh Rian. Rian pun membalas pelukan Key, dia mencium leher Key.
"Gue sayang sama lo Kay, tapi maaf gue nggak akan bisa melupakan dia dari hidup gue. Dia sangat sangat berarti untuk gue. Maaf" Ucap Rian.
"Enggak Yan, lo nggak salah. Gue saja yang belum dewasa. Lo jangan salahkan diri lo sendiri" Ucap Key.
"Makasih ya Key, gue beruntung bisa memiliki lo" Ucap Rian tersenyum.
"Gue cinta sama lo Rian" Ucap Key.
Ada perasaan lega dalam diri Rian karena permasalahannya dengan Key sudah berakhir. Walaupun dia belum bisa membalas cinta Key, tapi dia tau pasti bahwa dirinya sayang pada gadis kecil yang kini ada di dalam pelukannya.
Kruyuuuk
Key meremas baju Rian saat suara perutnya yang terdengar sangat keras. Malu? Tentu saja. Siapa yabg nggak malu sih. Di saat lagi asik bermanja malah perut keroncongan berbunyi nyaring.
Rian pun tersenyum saat merasakan cengkraman Key. Dia gemas karena sikap Key.
"Lapar?" Tanya Rian saat melepas pelukannya dari Key.
"Lapar lah, memangnya lo pikir nangis nggak pakai tenaga apa" Ucap Key cemberut.
"Ya sudah ayo cari makan" Ucap Rian.
"Tapi gue ya yang pilih tempat makannya" Ucap Key.
"Iya terserah lo. Sudah sana siap siap dulu" Ucap Rian yang merebahkan tubuhnya di atas ranjang Key.
Key berjalan ke arah almari bajunya. Dia mengambil jaket hoodienya yang bertuliskan Death Devil.
"Malam ini gue mau tidur di sini deh Key" Ucap Rian.
"Mau ngapain lo? Mau mesum lo?" Ucap Key.
"Kalau lo mau gue ayo ayo saja" Jawab Rian tersenyum dengan memiringkan tubuhnya menatap Key.
"Kalau gue hamil, lo harus nikahin gue" Ucap Key yang malah menantang Rian.
"Mau gue nikah sekarang pun gue jabanin Key. Lo nggak usah takut menderita hidup sama gue. Gue mapan, gue capek, gue juga pinter. Bibi tunggul nih buat calon anak lo" Ucap Rian membanggakan diri.
"Iya, tapi lo belum lepas dari masa lalu lo." Ucap Key.
"Kok lo bahas itu kagi sih Key, kita baru saja baikan loh" Ucap Rian kembali merebahkan dirinya.
"Sudah ah, ayo jadi makan nggak nih. Gue laper banget nih dari tadi siang belum makan" Ucap Key menarik tangan Rian agar Rian bangun.
"Ya sudah ayo" Jawab Rian bangun lalu berjalan keluar dari kontrakan Key.
Saat mereka berdua akan masuk ke dalam mobil Rian, mereka mendengar deru suara motor. Key menoleh dan tersenyum saat melihat Ikbal, Kennet dan Theo yang berhenti di depan rumah Luna.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Selamat menunaikan ibadah Puasa
MARHABAN YA RAMADHAN
1444 H / 2023 M
Mohon Maaf Lahir Batin 🙏