
Melihat ketakutan ketiganya, membuat Key tersenyum sambil menggelangkan kepalanya. Dia mulai membersihkan ruang tengah. Membuang botol dan sampah sampah yang berserakan agar ruangan itu kembali bersih.
Setelah ruang tengah kembali rapi, Key mendaratkan dirinya di atas sofa dan mulai bermain ponsel. Kini Ikbal yang kebih dulu kembali ke ruang tengah menghampiri Key.
"Ahhh"
Ikbal menjatuhkan dirinya di sofa dan menjadikan paha Key sebagai bantalannya.
"Pijitin kepala gue dong Key" Pinta Ikbal.
Key mematikan ponselnya lalu mulai memijat mijat pelan kepala Ikbal.
"Makanya gak usah aneh aneh deh lo. Minum sampai sebanyak itu, bahkan kalian sampai gak bisa kembali ke kamar." Ucap Key.
"Jangan ceramah Key, kepala gue semakin sakit nih" Ucap Ikbal.
Di saat bersamaan, Theo dan Kennet juga menghampiri Key di ruang tengah. Kennet ikut menjatuhkan dirinya di sofa dan menjadikan paha Key sebagai bantalannya juga.
"Gue juga pijitin dong Key" Pinta Kennet.
"Berat tau gak, pada pidah deh" Ucap Key.
"Enggak" Ikbal
"Ogah" Kennet
Key akhirnya pasrah dengan kegilaan kedua sahabatnya itu. Sedangkan Theo asik dengan snak yang di bawakan Key tadi.
"Gue lihat lo sering main ke sini Key. Bahkan lo sering pulang malam dari sini. Memangnya cowok lo gak cari?" Tanya Theo.
"Dia lagi sibuk di perusahaan papahnya. Pulangnya saja pasti lebih dari jam 12 malam" Jawab Key.
"Kalau lo kesepian, lo ke sini saja. Jangan di rumah sendiri bahaya" Ucap Kennet.
"Kalau kemalaman nanti biar gue antar lo pulang" Ucap Ikbal.
"Iya" Jawab Key.
Sore harinya Key memilih untuk berpamitan pulang pada ketiga sahabatnya. Dia yang bosan di markas ingin menemui Rian yang ada di perusahaan Papahnya.
"Gue temani lo ya" Ucap Ikbal saat mengantar Key ke mobilnya.
"Gak usah, lagian ini masih sore kok. Gue gak akan kenapa kenapa kok" Jawab Key.
"Ya sudah, lo hati hati bawa mobilnya. Kalau ada apa apa langsung hubungi gue" Ucap Ikbal.
"Siap. Ya sudah, gue pergi dulu ya" Pamit Key yang di jawab anggukan kepala oleh Ikbal. Key mulai melajukan mobilnya pergi dari area markas.
Di perjalanan menuju ke perusahaan, Key melewati kafe yang sering dia datangi bersama Melody. Dia memilih menepikan mobilnya untuk membelikan minuman dan camilan untuk Rian.
"Mbak boba originalnya 2 ya sama Mile Crepe Slicenya 2 " Ucap Key.
"Ada yang mau di tambah lagi kak?" Tanya pelayan kafe.
"Kentang goreng deh mbak 2 juga ya. Take away ya mbak" Ucap Key.
"Baik kak, mohon di tunggu sebentar" Ucap palayan kafe.
Sambil menunggu pesanannya di bungkus, Key membuka ponselnya. Dia melihat ada pesan dari Luna.
π¬Malam ini tidur di rumah gue ya Key. Besuk kita cari kampus sama sama" Luna.
π¬Gue belum tau Lun. Nanti drh gue coba bilang sama Rian dulu" Key.
π¬Ok, hubungi gue saja nanti" Luna.
π¬Sip" Key.
Key mematikan ponselnya dan di saat bersamaan, nama Key di panggil pelayan kafe. Key segera mengambil pesanannya dan dia langsung keluar menuju ke mobilnya.
Perjalanan sore ini cukup padat. Biasanya Key ke perusahaan papah Rian hanya butuh waktu 30 menit namun kali ini dia harus menempuh waktu hampir satu jam karena macet.
"Eh mbak Key. Mau cari pak Rian ya" Ucap satpam perusahaan.
"Iya pak, Riannya ada kan?" Tanya Key.
"Ada kok mbak, masih kerja sepertinya" Jawab satpam.
"Silahkan mbak" Jawab satpam.
Key masuk ke dalam gedung perusahaan. Hampir semua karyawan mengenal Key yang bersetatus dari kekasih Rian. Sebab itu dia lebih gampang keluar masuk perusahaan tanpa harus banyak prosedur.
Key saat ini sudah sampai di lantai teratas perusahaan itu. Key keluar dari lift dan langsung menuju ke ruangan Rian. Namun saat akan membuka pintu ruangan, dia heran karena meja sekertaris yang tidak ada orang. Di kepala Key kini sudah mulai memiliki pikiran yang negatif.
Key membuka pintu ruangan Rian. Doa melihat Rian yang tengah berpelukan dengan Diana. Pelukan Rian tampak jelas sangat perhatian dengan Diana.
Key berjalan cepat menuju ke Rian dan Diana. Dia melempar minuman yang ia beli tadi ke punggung Rian.
Bruck
Rian tentu saja terkejut. Dia semakin terkejut saat melihat Key yang berwajah marah ada di belakangnya.
"Bang***t, baj***n lo Rian" Ucap Key dengan deru nafasyang tersengal sengal.
"Key, lo salah paham Key" Ucap Rian.
Plack
Tamparan keras Key layangkan tepat di pipi Rian. Rian tidak perduli dengan tamparan dari Key. Namun fokusnya kini pada Key yang mulai menitihkan air matanya.
"Jadi ini yang lo lakukan? Lo bilang kalau lo kerja tapi apa sekarang? Lo selingkuh anj***g" Ucap Key.
"Kamu salah paham" Ucap Diana
"Diam lo, gue gak bicara sama lo" Ucap Key.
"Key, gue bisa jelasin sama lo Key." Ucap Rian yang mencoba membujuk Key.
"Sebenarnya lo cinta gak sih Yan sama gue? Atau selama ini hanya gue yang kepedan?" Ucap Key lirih.
"Key..."
"Gue benci sama lo Rian" Ucap Key menangis.
Key berbalik pergi. Dia berlari keluar dari ruangan Rian. Rian tebtu saja mengejar Key dan tidak memperdulikan Diana yang masih ada di ruangannya.
"Key tunggu, lo salah paham Key. Gue bisa jelasin semuanya sama lo Key" Ucap Rian mencekal tangan Key.
"Lepasin gue anj***g. Jangan pernah lo menemui gue lagi. Gue benci sama lo. Gue mau kita putus" Ucap Key tegas. Air matanya terus saja membasahi wajahnya. Dia merasakan hatinya yang terasa sakit karena ini bukan kali pertamanya melihat Rian dan Diana bermesraan.
"Ok kalau itu yang lo mau. Lo selalu berburuk sangka sama gue. Lo selalu menafsirkan sendiri apa yang lo lihat. Lo pikir gue juga gak sakit melihat lo sama mereka bertiga. Lo pikir gue gak cemburu melihat lo yang terus menempel sama mereka. Lo bulang kalau mereka sahabat lo? Bilshit Key. Gak ada persahabatan antara cewek dan cowok" Ucap Rian.
"Jadi lo pikir, gue selingkuh dengan mereka?" Ucap Key.
"Kalau enggak memangnya apa?" Ucap Rian marah.
"Ok, kalau itu yang lo pikirkan. Mulai sekarang kita putus dan akan gue pastikan apa yang lo ucapkan barusan akan menjadi kenyataan" Ucap Key tegas.
π₯π₯π₯
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..π
π Like
β₯οΈ Favorit
π¬ Komen
βββββ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
πππππππ