
"Gak usah aneh aneh deh lo. Mamah Dara mana?" Tanya Key yang tidak memperdulikan Rian dan malah membawa paketnya itu masuk ke arah dapur.
"Ke bandara, katanya si Vito pulang hari ini" Jawab Rian malas.
"Kenapa gak telepon gue kalau mamah sudah pergi. Tau begitu gue pulang lebih awal tadi" Ucap Key.
"Pulang lebih awal apaan, lo suruh anak buah lo untuk datang ke kampus. Gak mungkin lah lo bisa langsung pulang" Ucap Erwin.
Duack
Key melempar sendok ke arah Erwin.
"Heh cewek gila, lo bisa melukai aset gue" Ucap Erwin marah.
"Gue gak perduli. Mulut lo lemes amat" Ucap Key.
"Anak buah? Death Devil maksud lo?" Tanya Rian pada Erwin.
"Iya lah siapa lagi." Jawab Erwin yang kini hampir mendapat lemparan lagi dari Key. Namun Key mengurungkan niatnya karena kini Rian menatapnya.
"Jelasin ke gue, kenapa lo bawa anak anak ke kampus" Pinta Rian.
"Gue mau mandi, tanya saja sana sama si mulut lemes" Ucap Key melangkah pergi, dia masuk ke dalam kamar.
Kini Rian kembali beralih ke Erwin, dia meminta penjelasan dari Erwin atas apa yang dia ucapkan tadi. Erwin menjelaskan semua yang ia tau pada Rian. Rian yang mendengar penjelasan dari Erwin mulai paham kenapa Key sampai meminta anak anak Death Devil datang ke kampus.
"Dia mau mengutarakan jati dirinya ternyata" Batin Rian.
"Bagus deh, dengan begitu gak akan ada yang berani mengusik dia kedepannya" Guman Rian.
Hari berikutnya, apartemen Rian kedatangan tamu. Namun bukannya senang, wajah Rian cemberut sejak kedatangan tamunya itu.
"Muka lo biasa saja kali" Ucap Vito.
Kemarin saat baru pulang, dia mendengar dari sang mamah jika Rian sedang sakit. Karena ingin menggoda Rian, Vito sengaja datang tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
"Ngapain sih lo ke sini?" Tanya Rian tidak suka.
"Jenguk lo lah" Jawab Vito santai.
"Gue gak butuh di jenguk sama lo. Lagian lo gak sama cewek lo saja sih. Key hari ini ada kelas sore" Ucap Rian.
"Terus kenapa? Yang gue cari lo bulan cewek lo" Jawab Vito.
"Tapi gue mau menghabiskan waktu sama dia. Gara gara lo datang, rencana gue untuk jalan jalan sama dia gagal. Sudah deh, pergi sana" Usir Rian.
"Lo mau jalan jalan ke mana? Bukannya senang, lo malah bikin cewek lo susah. Sadar diri dong dengan keadaan" Ucap Vito.
"Pergi deh lo, merusak suasana tau gak lo" Ucap Rian memutar kursi rodanya untuk menghampiri Key yang ada di dalam kamar. Dia tidak memperdulikan adik tirinya itu yang malah asik menonton TV di ruang tengah.
"Vito sudah pulang?" Tanya Key saat melihat Rian masuk ke dalam kamar.
"Masih di depan" Jawab Rian santai.
"Terus lo ngapain ke sini? Sna temani adik lo" Usur Key.
"Lo kok malah usir gue sih Key. Gue kan mau sama lo" Ucap Rian.
"Sama gue bisa nanti Rian, itu kasihan adik lo sendirian di luar" Ucap Key.
"Biarin saja kenapa sih, lagian gak ada yang mengundang dia juga" Ucap Rian.
Key menaruh ponsel yang ia mainkan tadi lalu membantu Rian naik ke atas ranjang.
"Lo harus berterima kasih sama gue karena gue yang merawat lo. Berani lo berulah lagi, gue potong kedua kaki lo" Ucap Key.
"Kejam banget sih lo Key. Tapi gak papa sih, gue suka sama lo kok" Ucap Rian.
"Aneh lo, gak nyambung" Ucap Key.
Setelah menolong Rian naik ke atas ranjang, Key berjalan ke arah pintu kamar.
"Mau ke mana?" Tanya Rian.
"Masak" Jawab Key singkat.
"Ya elah Key, gue susah payah ke sini juga. Kenapa lo malah keluar" Gerutu Rian yang sudah jelas tidak di dengar Key karena dia sudah keluar kamar.
Ting
Rian mendengar suara pesan masuk di ponsel Key. Rian mengambil ponsel Key dan membuka pesan itu.
π¬Nanti sore gue ada kelas, gue teraktir lo makan deh" Jason
Rian meremas ponsel Key dengan penuh amarah. Rian beralih duduk di kursi rodanya lalu melajukan kursinya keluar dari kamar. Dia menghampiri Key yang tengah masak di dapur.
"Lo berani selingkuh di belakang gue" Ucap Rian saat dirinya sudah berada di dapur.
"Apaan sih Yan, aneh deh lo" Ucap Key yang tidak ambil pusing dengan ucapan Rian barusan.
Brack
Rian melempar ponsel Key ke lantai di bawah kaki Key.
Key yang terkejut segera mengambil ponselnya itu. Dia terkejut melihat ponselnya yang sudah rusak dan layarnya retak semua. Bahkan ponselnya sampai terbelah.
"Rian, lo gila ya" Bentak Key marah.
"Iya memang gue gila. Terus kalau gue gila, lo apa bang***t" Ucap Rian marah.
"Maksud lo apa sih buka buka ponsel gue?" Ucap Key yang berusaha memperbaiki ponselnya yang rusak.
"Memangnya kenapa kalau buka ponsel lo. Lo sembunyikan apa dari gue hingga gue gak boleh buka ponsel lo." Ucap Rian.
Key tetap tidak menggubris ucapan Rian. Dia terus berusaha menyatukam ponselnya yang rusak itu dengan tangan gemetaran.
"Lo selingkuh di belakang gue. Memang apa sih yang kurang dari gue? Gue sudah memberikan segalanya buat lo. Tapi kenapa lo main gila di belakang gue?" Ucap Rian marah.
"Atau jangan jangan, lo sudah pernah tidur sama selingkuhan lo itu" Ucap Rian yang kini mampu membuat Key menatapnya dengan tajam.
"Kenapa? Apa sesayang itu sama selingkuhan lo itu hingga ponsel itu berusaha lo perbaiki" Ucap Rian menyeringai.
"Lo jahat Rian, lo benar benar jahat" Ucap Key yang kini mulai menitihkan air matanya.
"Lo nangis? Nangis karena ponsel lo rusak. Beli lagi Key beli yang banyak. Bahkan gue sanggup untuk membelikan pabriknya juga" Ucap Rian.
"Ok, belikan kalau begitu." Ucap Key menghapus air matanya.
"Tapi dengan syarat, semua yang ada di dalamnya harus sama seperti semula" Ucap Key.
Riang membelokkan kursi rodanya ke arah ruang TV. Di sana masih ada Vito yang tampak tidak enah hati karena mendengar pertengkaran mereka.
"Jangan emosi Yan, dia cewek lo" Ucap Vito.
"Gak usah ikut campur" Ucap Rian singkat.
π₯π₯π₯
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..π
π Like
β₯οΈ Favorit
π¬ Komen
βββββ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
πππππππ