
"Jadi lo pikir, gue selingkuh dengan mereka?" Ucap Key.
"Kalau enggak memangnya apa?" Ucap Rian marah.
"Ok, kalau itu yang lo pikirkan. Mulai sekarang kita putus dan akan gue pastikan apa yang lo ucapkan barusan akan menjadi kenyataan" Ucap Key tegas.
Key menghapus air matanya cepat. Dia melempar kunci mobil yang ia bawa tadi ke pada Rian. Key masuk ke dalam lift, dia menahan sekuat tenaga air matanya karena saat ini hatinya benar benar hancur. Dia tidak mwngira jika Rian akan berpikir bahwa dirinya selingkuh dengan ketiga sahabatnya. Key sudah lama kenal dengan ketiga sahabatnya itu jauh sebelum dia mengenal Rian.
"Lo memang gak pernah mencintai gue Rian. Gue selama ini hanya mencintai orang secara sepihak" Batin Key menangis.
Key menangis di dalam lift karena dia sudah tidak menahannya lebih lama lagi. Key berjongkok memeluk lututnya sambil menangis.
Ting
Pintu lift terbuka.
Seorang pria yang akan masuk ke dalam lift bingung saat melihat ada gadis yang meringkuk di dalam lift sambil menangis.
Key yang sadar pintu Lift sudah terbuka, dia segera bangun sambil menghapus air matanya.
"Hei tunggu" Ucap pria itu yang mencekal tangan Key.
Key menoleh dan melihat Jason yang ternyata mencekal tangannya.
"Lo kenapa?" Tanya Jason.
"Gak ada" Jawab Key menepis tangan Jason lalu berjalan keluar dari gedung perusahaan.
Jason mengejar Key karena di khawatir dengan keadaan Key. Apa lagi tadi dia tengah menangis di lift.
Saat di luar perusahaan, Jason melihat Key yang berjalan di pinggir jalan raya. Dia segera mengambil motornya lalu mengejar Key lagi.
"Ayo naik" Ucap Jason. Key terdiam dengan tawaran Jason.
"Lama banget sih lo" Ucap Jason menarik tangan Key dan memaksa Key untuk naik ke atas motornya.
Jason mengajak Key ke sebuah taman yang cukup jauh. Taman itu tampak sepi pengunjung sore ini mungkin karena perjalanannya yang cukup jauh di pinggiran kota.
"Ayo turun" Ucap Jason.
Key dan Jason turun dari motor. Jason menggandeng tangan Key menuju ke kursi taman.
"Lo ada masalah?" Tanya Jason.
"Bukan urusan lo" Jawab Key.
"Ok. Tapi kalau lo mau nangis, ya nangis saja. Di sini sepi kok, jadi lo gak akan malu di lihat orang lain" Ucap Jason.
"Tapi lo kan juga orang" Ucap Key sambil menangis.
"Hahaha, lo mewek masih saja melawak. Nangis nangis saja gak usah melawak dulu" Ucap Jason tertawa.
"Lo kok jahat sih. Gue lagi patah hati nih" Ucap Key.
"Iya iya, sudah sana nagis dulu sampai puas. Gue akan temani lo kok" Ucap Jason.
Cukup lama Jason menemani Key yang terus menangis tanpa henti. Karena tidak membawa tisu, Jason merelakan headbandnya untuk menghapus air mata Key.
"Lo gak capek nangis terus? Ingus lo tuh sampai penuh di headband gue" Ucap Jason.
"Kalau lo gak rela, nih gue balikin" Ucap Key.
"Ogah. Jijik banget gue harus bawa pulang ingus lo" Ucap Jason.
"Lo nyebelin banget sih. Tapi makasih ya lo sudah mau menemani gue" Ucap Key tulus.
"Sama sama." Jawab Jason.
"Em, sorry gue bukannya mau ikut campur masalah lo. Tapi kalau masih cinta kenapa harus putus? Lo bisa coba bicara baik baik sama pacar lo itu kan" Ucap Jason.
"Mungkin ini jalan yang harus kita tempuh. Lo kan tau kalau gue bersahaban sama cowok cowok Death Devil. Teman cewek gue hanya 3 orang dan yang lainnya cowok semua. Dia gak tau apa gue salah kalai berteman sama mereka. Memang benar kalau kedekatan gue sama sahabat sahabat gue itu cukup dekat, bahkan bisa melebihi dari kekasih gue. Tapi yang gue cinta itu dia bukan yang lain. Gue hanya bersahabat dengan mereka." Ucap Key.
"Jadi cowok lo cemburu?" Tanya Jason yang di jawab anggukan kepala oleh Key.
"Karena gue gak pernah ada di posisi lo jadi sorry, gue gak bisa kasih solusi buat lo." Ucap Jason.
"Iya. Kalau lo butuh teman, lo bisa hubungi gue kok" Ucap Jason.
"Hubungi lo pakai batu" Ucap Key.
"Ya pakai ponsel lo lah" Ucap Jason.
"Gimana gue mau hubungi lo, nomer lo saja gue gak punya. Lagian ya kita ini musuh, ya kali gue berhubungan sama lo" Ucap Key.
Jason bangkit dari duduknya. Dia berdiri di depan Key.
"Memangnya kita punya masalah apa sampai bermusuhan? Sini ponsel lo" Ucap Jason.
Key menyerahkan ponselnya di tangan Jason.
"Kita musuhan karena lo sudah mengalahkan gue. Bahkan gara gara lo gue hampir baku hantam sama sahabat gue" Ucap Key.
"Itu sih lo sendiri yang punya pikiran seperti itu. Kalau gue sih enggak. Nih gue sudah save nomer gue" Ucap Jason menyerahkan kembali ponsel Key.
"Cih, Jason cakep. Cakep dari mananya" Ucap Key.
"Berisik deh lo. Balik yuk, sudah mau malam nih" Ucap Jason.
"Cari makan dulu lah. Lo sudah bawa anak gadis orang pergi tapi gak di belikan makanan. Benar benar tega sekali anda ini" Ucap Key melipat kedua tangannya di depan dada sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
"Bilang saja laper, banyak drama deh lo. Ayo balik ke motor, terserah lo mau makan di mana pun sesuka lo" Ucap Jason.
"Tapi lo ya yang bayar" Ucap Key berlari mengikuti langkah Jason yang lebar.
"Heem"
"Tau gini gue gak menemani lo deh" Gerutu Jason.
"Kalau gak iklas gak usah" Ucap Key menghentikan langkahnya.
Jason menghela nafas panjangnya.
"Sabar Jason sabar" Ucap Jason. Jason berbalik lalu menarik tangan Key ke arah motornya.
"Iklas gak?" Tanya Key.
"Sangat iklas, puas lo" Jawab Jason. Key tersenyum merekah lalu dia pun segera naik ke atas motor Jason.
Di sisi lain Rian juga merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan Key. Dia juga merasa patah hati karena hubungannya dengan Key yang telah berakhir.
Rian melihat layar ponselnya yang berkedip kedip pertanda pesan masuk. Dia melihat foto Key yang ia gunakan sebagai wallpaper di layar depan ponselnya.
"Kenapa harus seperti ini Key? Gue mencintai lo Key, lo gak cinta sepihak karema gue juga membalas perasaan lo" Ucap Rian mengusap layar ponselnya.
💥💥💥
Hai hai hai...
Gimana seru nggak nih ceritanya.
Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.
Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁
👍 Like
♥️ Favorit
💬 Komen
⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.
Selamat membaca ya kak
Terima kasih banyak
See you next part
😊😊😊🙏🙏🙏🙏