It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 89 TAMAT



"Tapi hati gue juga sakit Key. Gue juga sakit" Ucap Rian menangis.


Key membalikkan tubuh Rian agar berhadapan dengan dirinya. Dia menangkup wajah Rian dengan lembut.


"Lepaskan semua rasa sakit lo Rian. Coba lah untuk membuang semua kekecawaan lo. Gue yakin di lubuk hati lo yang paling dalam, lo sangat merindukan mamah Ria. Lo ingin memeluknya, iya kan?" Ucap Key yang di jawab anggukan kepala oleh Rian.


"Masih ada waktu untuk lo menemui mamah. Ayo, gue akan ikut lo untuk menemui mamah Ria" Ucap Key.


"Iya, gue mau menemui mamah" Jawab Rian.


Key tersenyum lebar dengan jawaban Rian barusan. Dia pun segera mengganti pakaian untuk pergi ke bandara.


Rian sudah memesan taksi di depan hotel. Namun saat mereka berdua sampai di depan hotel, mereka melihat jalanan yang sangat padat.


"Kalau macet begini, kita bisa terlambat" Ucap Key.


"Hubungi anak anak Death Devil. Minta mereka ke sini" Ucap Rian.


Key pun mengangguk dan dia segera menghubungi Ikbal. Tak butuh waktu lama segerombolan motor masuk ke area hotel.


"Gue pinjam motor lo, yang lain tolong buka jalan untuk ke bandara" Ucap Rian pada Ikbal dan anak anak Death Devil yang lain.


"Siap bang" Jawab mereka serentak.


Ikbal menyerahkan motornya pada Rian. Namun saat Key akan naik ke atas motor, Rian mencegahnya.


"Jangan naik" Ucap Rian.


"Hah? Kenapa?" Tanya Key bingung.


"Lo hamil Key, lo ikut gue" Ucap Kennet.


Key yang paham kekhawatiran Rian pun beralih ke motor Kennet.


"Gue titip Key, jangan sampai di kenapa kenapa" Ucap Rian.


"Siap bang, gue akan menjaga dia. Dan gue akan antar dia ke bandara dengan selamat" Jawab Kennet.


"Lo ikut gue" Ucap Rian pada Ikbal.


"Ok bang" Jawab Ikbal.


Rian melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Sebagian anak anak Death Devil sudah membuka jalan, sedangkan yang lain mengawal Kennet dan Key menuju ke bandara.


Sepanjang perjalanan menuju ke bandara, Rian terus berguman sendiri.


"Tunggu Rian mah, Rian mohon jangan pergi tanpa bertemu Rian mah" Guman Rian.


Di bandara.


Ria tengah duduk di kursi tunggu dengan sang suami. Dia tampak sedih sejak kepulangannya dari acara pernikahan Rian. Suami Ria hanya bisa terus menggenggam erat tangan Ria untuk menguatkannya.


"Sudah waktunya kita masuk ke pesawat" Ucap suami Ria. Ria mengangguk dan mereka berdua pun bangkit.


Di sisi lain, Rian baru saja sampai di depan pintu bandara. Dia turun dari motor dan langsung berlari terus menerus masuk ke bandara mencari keberadaan mamahnya.


Dia yang sudah mencari cari namun tidak juga menemukan pun merasa frustasi. Dengan nafas yang terengah engah, dia mengusap rambutnya kasar.


"Arght" Teriak Rian frustasi.


"Mamah di mana sih mah?" Ucap Rian frustasi.


"Enggak, gue gak boleh nyerah, gue harus secepatnya menemukan mamah" Ucap Rian.


Rian kembali berlari menyusuri bandara yang sangat besar itu. Dia tanpa ragu menghampiri orang orang yang mirip dengan mamahnya saat dari belakang. Hingga Rian sampai di depan tempat Check-In. Dia menghentikan larinya dan mulai berjalan perlahan mendekati seorang wanita yang sangat ia rindu rindukan.


"Sudah semua kan?" Tanya suami Ria.


"Sudah" Jawab Ria.


"Ayo masuk ke pesawat" Ucap suami Ria. Mereka mulai bergandengan tangan. Sikap lembut dan perhatian suaminya saat ini lah yang tidak penah ia dapatkan dari Noval. Mungkin karena perniakahan mereka yang melalui perjodohan itu lah yang membuat ada rasa canggung di antara keduanya.


"Apa anda akan pergi begitu saja tanpa berpamitan dengan saya?" Ucap Rian yang mampu menghentikan langkah Ria. Ria berbalik dan seketika itu air matanya jatuh membasahi wajah keriputnya namun masih tampak cantik.


Rian berjalan mendekati Ria. Dia meraih tubuh mamahnya itu dan memeluknya erat. Tangisan Ria semakin pecah kala berada di dalam pelukan putranya itu.


"Maafin aku mah, maafin aku" Ucap Rian.


"Kamu gak ada salah apapun sama mamah Rian, mamah yang harusnya minta maaf ke kamu. Maafkan mamah sayang, maaf" Ucap Ria.


Key, Ikbal dan Kennet baru saja masuk ke bandara. Ikbal menunggu Kennet dan Key dulu tadi di depan pintu bandara. Key tersenyum saat melihat Rian sudah bertemu dengan mamah Ria.


"Sana samperin" Ucap Ikbal.


"Iya" Jawab Key tersenyum.


Cukup lama mereka berpelukan. Kini Rian sudah bisa mengontrol perasaanya. Dia sudah bisa tersenyum begitu pula dengan Ria. Ria meraih kedua tangan Key karena ia yakin Rian datang menemuinya smeua karena bujukan Key.


"Terima kasih sayang" Ucap Ria.


"Mamah tidak perlu berterima kasih sama Key, Key hanya ingin suami dan mamah mertua Key bahagia" Ucap Key.


Ria menganggukkan kepalanya. Kini di beralih menggenggam tangan Rian.


"Maaf sudah mengecewakan kamu sayang. Mamah memang bukan ibu yang sempurna , tapui kasih sayang mamah ke kamu tidak akan pernah pudar selamanya" Ucap Ria.


"Iya mah, Rian tau akan hal itu. Maaf karena tadi Rian bicara kasar ke mamah. Tapi Rian sangat menyayangi mamah" Ucap Rian.


"Terima kasih sayang" Ucap Ria.


"Kita harus pergi sekarang" Ucap suami Ria lembut.


"Selamat tinggal anak anak mamah, mamah sayang sama kalian" Ucap Ria.


"Kami juga sayang sama mamah" Ucap Rian dan Key bersamaan.


"Kami pergi dulu" Pamit suami Ria.


"Tolong jaga dan sayangi mamah saya" Ucap Rian.


"Pasti, pasti akan saya lakukan karena dia lah hidup saya" Jawab suami Ria. Rian menganggukkan kepalanya.


Ria dan sumainya pun pergi masuk ke dalam pesawat. Rian merangkul bahu Key sambil melambaikan tangan ke arah mamahnya.


Setelah sang mamah sudah tidak terlihat, Rian mencium kening Key dengan penuh kasih.


"Terima kasih sayang, gue sangat bersyukur memiliki istri sebaik lo" Ucap Rian.


"Gue juga beruntung memiliki suami kaya raya seperti lo" Jawab Key tersenyum.


Rian yang gemas dengan sikap istrinya itu pun mengusap kepala Key hingga rambut Key berantakan.


Duack


"Aduh" Teriak Rian kesakitan saat dadanya di pukul oleh Key.


"Rasain tuh. Makanya jangan usil" Ucap Key merasa puas.


"Gue gak akan usil di sini Key. Gue akan usil nanti saja di kamar hotel" Bisik Rian ke telinga Key. Melihat wajah Key yang memerah menahan marah, Rian pun berlari pergi.


"Rian, awas ya lo" Teriak Key melempar sepatunya ke arah punggung Rian. Rian tertawa lepas karena lemparan Key meleset jauh.


TAMAT


❤❤❤❤


Terima kasih sudah setia menunggu lanjutan novel It's Me Rianoval.


Novel kali ini sudah Tamat ya kak. Tapi jangan khawatir karena masih ada beberapa Ekstra Part yang akan menutup novel ini.


Sekali lagi terima kasih banyak.


❤ untuk para pembaca setia 😁


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏