It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 58



"Key, gue awalnya memang nggak ada perasaan sama lo. Tapi semakin gue dekat sama lo, semakin gue kenal sama lo, semakin besar juga perasaan yang tumbuh di hati gue buat lo. Gue semakin cinta sama lo Key. Dan gue nggak mau kehilangan lo seperti gue kehilangan Juli."


"Jadi gue mohon Key, jangan pernah lo pergi begitu saja dari gue. Gue nggak sanggup kehilangan lo" Ucap Rian lembut.


"Iya, maafin gue Rian" Ucap Key menangis sambil memeluk tubuh Rian. Rian tersneyum sambil mengusap lembut pucuk kepala Key. Bahkan dia juga mencium kepala Key penuh kasih sayang.


"Gue cinta sama lo Key" Ucap Rian tersenyum.


"Iya, gue juga cinta sama lo" Jawab Key tersenyum.


Di sisi lain Cia mengajak ketemuan dengan Dimas di kafe. Dia menunggu kedatangan Dimas dengan cemas karena takut jika Dimas tidak mau menemuinya.


Namun saat melihat Dimas yang masuk ke dalam kafe, Cia tersenyum senang.


"Dimas" Panggil Cia melambaikan tangannya ke arah Dimas. Dimas berjalan ke arah meja Cia lalu duduk berhadapan dengan Cia.


"Ada apa?" Tanya Dimas.


"Em.... gue mau minta tolong ke lo" Ucap Cia menundukkan kepalanya. Dia kembali takut jika Dimas akan menolak permintaanya.


"Minta tolong apa?" Tanya Dimas lagi.


"Tolong antar gue minta maaf ke Rian. Gue...gue merasa bersalah karena sudah menghancurkan hubungan dia sama pacarnya. Dan....kalau bisa, tolong bantu gue untuk mencari tau di mana tempat tinggal atau apapun yang berhubungan dengan pacarnya Rian. Gue mau minta maaf langsung ke dia juga" Ucap Cia.


"Bagus jika lo ada niatan baik seperti itu. Jadi lo nggak akan membuat adik sepupu gue sedih di sana karena sikap egois lo" Ucap Dimas.


Cia yang tau arah pembicaraan Dimas pun mulai merasa sedih. Dia teringat dengan Juli sang sahabat yang telah berpulang.


"Maafin gue Juli, karena sikap egois gue, membuat persahabat ini terpecah" Batin Cia.


Tanpa Cia sadari, kini dirinya mulai menitihkan air matanya. Dimas yang melihat air mata Cia pun merasa tidak tega. Dia segera bangkit dan mulai meraih tubuh Cia ke dalam pelukannya.


"Sudah lah lo nggak usah sedih begini. Lo sudah ada niatan baik dan sekarang lo harus menjalankan niat baik lo itu. Gue yakin kalau Rian pasti akan memaafkan lo kok. Soal kekasih Riqn, biar gue yang cari tau. Lo nggak usah khawatir" Ucap Dimas lembut.


"Makasih ya Mas, lo baik sama gue. Gue sangat berterima kasih sama lo" Ucap Cia sesegukan.


Akhirnya Cia dan Dimas datang ke rumah kekuarga Rian. Namun kata pembantu di rumah Rian, Rian masuk rumah sakit sekarang dan hal itu membuat Cia semakin merasa bersalah. Dia mengira jika Rian masuk rumah sakit karena ulahnya yang sudah membuat hubungan Rian dan kekasihnya berantakan.


"Jangan berpikir macam macam, lebih baik kita ke rumah sakit sekarang" Ucap Dimas. Cia mengangguk pelan untuk jawaban dari ucapan Dimas barusan.


Di rumah sakit Cia dan Dimas saat ini berada. Mereka sudah berdiri di depan pintu ruangan inap Rian namun Cia tidak berani untuk masuk.


"Ada apa?" Tanya Dimas.


"Gue takut Mas, gue takut akan kemarahan Rian" Jawab Cia sedih. Dimas tersenyum lalu meraih tangan Cia. Dia menggenggam erat tangan Cia untuk menguatkannya. "Gue ada di sisi lo, jadi lo nggak usah takut" Ucap Dimas tersenyum.


Cia mengangguk sambil tersenyum. Dengan adanya Dimas di sisinya, dia merasa aman sekarang. Dia kembali menghela nafas panjang lalu dengan perlahan dia membuka pintu ruang inap Rian.


Saat Cia dan Dimas masuk, mereka melihat Rian yang sedang makan siang di suapi oleh Key. Mereka juga melihat kedua orang tua Rian yang duduk di sofa.


"Siang om tante" Sapa Cia.


"Siang Cia, kamu sama siapa ini kok tampan sekali?" Tanya Dara menghampiri Cia.


"Ya pasti pacar Cia lah mah, siapa lagi kalau bukan pacar. Iya kan Cia?" Goda Noval.


"Om bisa saja" Jawab Cia malu.


"Doain saja om" Sahut Dimas yang membuat Cia yang wajahnya semakin memerah.


"Sudah pah jangan di godain terus. Cia om sama tante tinggal dulu ya, om ada rapat di kantor soalnya" Pamit Dara.


"Iya tante" Jawab Cia sopan.


"Key, mamah pergi dulu ya. Nanti biar mamah bawakan baju ganti buat kamu" Ucap Dara.


"Iya mah" Jawab Key tersenyum tipis.


"Ayo pah" Ajak Dara memeluk lengan kekar suaminya.


Setelah kepergian kedua orang tua Rian, Cia dan Dimas berjalan ke arah ranjang Rian. Key yang masih marah debfan sikap Cia kemarin pun hanya diam menatap tidak suka pada Cia. Dan tentu saja Cia tau akan arti tatapan mata Key.


"Hem" Jawab Key bangkit dan beralih duduk disofa.


"Cewek lo kayak bocah" Celetuk Dimas.


"Memang dia masih bocil, lulus SMA saja belum" Jawab Rian santai.


"Muka bonyok tuh" Goda Dimas.


"Hadiah dari dedengkotnya dia tuh" Ucap Rian melirik Key.


"Maksud lo?" Tanya Dimas bingung.


"Sudah lah nggak usah di bahas, ada urusan apa lo ke sini?" Tanya Rian.


"Bicara Ci, jangan kelamaan" Ucap Dimas yang kembali di jawab Cia dengan anggukan kepala.


"Emm... Rian, gue ke sini mau minta maaf sama lo. Karena ulah gue lo bertengkar sama kekasih lo. Gue sadar jika apa yang gue lakukan itu salah. Jadi gue...."


"Sadar juga lo" Celetuk Key.


"Key" Tegur Rian.


"Jadi gue mau minta maaf sama lo Rian" Imbuh Cia tertunduk sedih.


"Ci, gue sudah anggap lo sebagai adik gue sendiri. Gue sayang sama lo karena lo sahabat Juli. Gue menghargai lo juga karena Juli. Walaupun terdengar kejam, tapi memang ini lah kenyataannya." Ucap Rian.


"Iya, gue tau kok" Jawab Cia memaksakan senyumnya.


Kini Cia beralih menghampiri Key. Dia duduk di sebelah Key yang tampak sibuk dengan ponselnya.


"Gue juga mau minta maaf sama lo. Karena sikap egois gue membuat hubungan kalian rusak" Ucap Cia.


"Hubungan gue baik baik saja. Lo nggak usah ngadi ngadi deh" Ucap Key.


"Key" Tegur Rian lagi.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏


Selamat Hari Raya Idul Fitri


MARHABAN YA RAMADHAN


1444 H / 2023 M


Mohon Maaf Lahir Batin 🙏