It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 75



Key berjalan masuk ke arah dapur. Dia membuka lemari pendingin dan mengambil satu toples kecil yang berisi selai kacang.


Brack


Key melempar toples itu telat di depan Rian hingga pecah ke mana mana. Riang seketika langsung bangkit dari duduknya karena terkejut.


"Hanya karena ini lo membentak gue Rianoval. Asal lo tau, yang suka dengan selai kacang bukan hanya cewek masa lalu lo saja. Gue juga suka Rian. Gue juga suka makan selai kacang." Ucap Key yang kini sudah mulai menangis.


"Sekarang gue tanya sama lo Rian" Ucap Key sambil menghapus air matanya.


"Apa pernah lo tau apa yang gue suka? Apa pernah lo bertanya tentang kesukaan gue? Enggak Rian. Lo gak pernah tau apa yang gue suka. Yang ada di pikiran lo hanya cewek itu Rian. Sadar dong lo Rian. Dia sudah mati" Teriak Key menangis keras.


"Yang sekarang sama lo oti gue Rian, gue. Gue yang mencintai lo Rian" Ucap Key menangis. Key berjongkok memeluk lututnya sambil menangis merasakan hatinya yang terluka.


"Lo bilang kalau lo juga mencintai gue, tapi itu semua bohong Rian. Lo bohong sama gue. Lo gak pernah mencintai gue" Ucapnya lirih.


Perlahan Rian berjalan menghampiri Key. Dia ikut berjongkok di depan Key. Dia meraih kepala Keu dan membawa Key ke dalam pelukannya.


"Maafin gue Key, maafin gue karena gue gak pernah mengertikan lo. Gue memang egois katena terlalu larut dalam kesedihan gue hingga gue lupa tentang lo yang selalu ada buat gue. Maafin gue Key, gue sungguh menyesal" Ucap Rian.


Key mendorong tubuh Rian hingga Rian terjungkal ke lantai. Key bangkit dan menghapus air matanya dengan cepat.


"Kalau memang lo belum bisa melupakan dia, lebih baik kita selesai Rian. Gue gak mau terus terusan sakit hati seperti ini. Lebih baik kita pisah" Ucap Key.


"Key" Tegur Rian.


"Maaf Rian, tapi keputusan gue sudah bulat. Gue akan pergi dari sini" Ucap Key berjalan masuk ke dalam kamar.


Rian segera bangkit untuk mengajar Key ke kamar. Dia tidak perduli dengan rasa sakit di kakinya karena menginjak pecahan kaca dari toples selai kacang tadi.


Setiap Rian melangah, bercak darah akan tertinggal di lantai. Rian tetap tidak perduli karena yang ada di kepalanya hanya ingin mencegah Key pergi.


"Key, gue mohon maafin gue. Gue janji akan berubah, gue mohon jangan tinggalin gue Key. Gue sayang sama lo key, gue cinta sama lo. Gue memang salah karena sudah tidak memperhatikan lo. Gue mohon jangan pergi Key" Pinta Rian.


"Cukup Rian, gue gak mau sakit terua menerus." Ucap Key.


"Biarkan gue pergi" Pinta Key.


"Enggak Key, lo gak boleh pergi. Lo harus tetap di sini sama gue. Gue gak mau pisah sama lo. Gue cinta sama lo Key" Ucap Rian.


"Sorry Rian, tapi gue harus pergi" Ucap Key. Mendorong tubuh Rian.


Rian yang kakinya sakit langsung jatuh saat di dorong oleh Key. Padahal dorongan Key tidak sekeras tadi namun karena kakinya yabg terluka dia langsung jatuh tersungkur di lantai.


Key yang akan melangkah keluar dari kamar menghentikan langkahnya saat melihat bercak darah di lantai. Dia melihat arah bercak darah itu yang mengarah ke kaki Rian.


"Rian, kaki lo" Ucap Key melempar tasnya lalu berlari menghampiri Rian. Dia melihat kedua kaki Rian yang terkena pecahan kaca bahkan pecahan kaca itu masih menempel di telapak kakinya.


"Lo gila ya, kenapa lo tetap jalan padahal kaki lo terluka seperti ini" Ucap Key khawatir.


"Ini gak sakit Key. Yang sakit di sini karena lo pergi" Ucap Rian memegangi dadanya. Key kembali menangis melihat wajah Rian yang sendu. Dia juga berat meninggalkan Rian karena cintanya pada Rian sudah terlanjur besar.


"Kita ke rumah sakit sekarang" Ucap Key menghapus air matanya.


"Enggak, gue gak mau" Ucap Rian.


"Jangan batu deh lo Rian. Luka lo dalam Rian, bahkan masih ada pecahan kaca di telapak kaki lo" Ucap Key.


"Gue akan pergi tapi lo harus janji gak pergi ninggalin gue" Ucap Rian.


"Kita bicara nanti, sekarang gue bantu lo ke rumah sakit dulu" Ucap Key.


"Enggak Key, gue gak mau. Kalau lo tetap dengan keputusan lo, gue juga akan tetap dengan keputusan gue untuk tidak pergi ke rumah sakit" Ucap Rian.


Namun saat sampai di ruang tengah, dia menjambak rambutnya lalu melempar tasnya lagi. Dia kembali masuk ke dalam kamar menghampiri Rian.


"Gue gak akan pergi, ayo ke rumah sakit" Ucap Key.


"Janji?" Tanya Rian.


"Iya janji. Puas kan lo. Ayo cepetan ke rumah sakit" Ucap Key. Rian menagngguk pelan. Key membantu Rian bangun dan dia memapah Rian keluar dari apartemen.


Key mengendarai mobil Rian untuk menuju ke rumah sakit. Di sampingnya kini Rian tengah bersandar di kursinya sambil menutup mata untuk menahan rasa perih di kakinya.


Melihat Rian yang kesakitan, Key mempercepat laju mobilnya. Dia menginjak pedal gas agar lebih cepat sampai di rumah sakit terdekat.


****


Di rumah sakit.


Kedua kaki Rian kini sudah di obati oleh Dokter. Karena lukanya cukup dalam, Rian mendapatkan beberapa jahitan untuk menutup lukanya.


"Sekarang mas Rian sudah boleh pulang, tapi lukanya jangan terkena air dulu untuk 3 hari ke depan. Perban harus di ganti setiap hari dan obatnya harus di minum teratur. Untuk beberapa bulan ke depan jangan melakukan aktifitas uang berat berat dulu agar luka dalamnya cepat pulih" Jelas Dokter.


"Iya Dok, terima kasih" Ucap Key.


"Sama sama, semoga lekas sembuh" Ucap Dokter.


"Baik Dok, kami permisi" Pamit Key.


"Silahkan" Jawab Dokter ramah.


Key mendorong kursi roda Rian karena Rian tidak bisa berjalan sekarang. Kedua kakinya mendapatkan jahitan di masing masing luka yang terdalam.


"Key, lo jangan pergi ya" Pinta Rian meraih tangan Key yang tengah mendorong kursi rodanya.


"Iya" Jawab Key.


"Key jangan cuek begitu dong, gue gak bisa kalau lo begini" Ucap Rian.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏