It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 61



"Kamu tetap di sini, ajari mereka jika ada yang tidak mereka ketahui" Ucap Noval pada gadis yang membawa makanan tadi.


Gadis itu adalah asisten baru Noval yang sengaja dia rekrut untuk sekertaris Rian nantinya. Dia adalah Diana, seorang gadis jenius yang cantik dan lembut.


"Baik pak" Jawab Diana.


Noval mengangguk lalu dia berjalan keluar dari ruangannya karena dia sudah ada janji makan malam bersama sang istri tercinta. Noval sengaja memberi pekerjaan untuk Rian yang srdikit sulit karena dia harus melatih Rian untuk memecahkan masalah di perusahaan. Noval sudah putuskan untuk memilih Rian sebagai penggantinya di perusahaannya itu.


"Yan, makan dulu bro" Ucap Erwin.


"Iya nanti, lo saja dulu" Ucap Rian.


Di saat bersamaan ponsel Rian berdering. Dia tersenyum melihat nama yang muncul di layar ponselnya.


"Halo Key" Jawab Rian.


"Gue bawa motor lo ya, gue lagi pingin naik motor nih" Ucap Key.


"Pakai saja, tapi lo harus hati hati. Kalau sampai malam gue belum pulang, berarti gue lembur ya di perusahaan papah" Ucap Rian.


"Siap bos ku. Cari cuan yang banyak ya, pacar lo ini parsit yang cukup boros" Ucap Key tertawa.


"Gue akan serahkan sekuanya ke lo Key, tapi lo harus jadi istri gue dulu" Ucap Rian.


"Ok, siapa takut" Jawab Key.


"Sekolah dulu yang bener, kalau sudah lulus baru nikah" Ucap Rian.


"Iya deh serah lo deh. Ya sudah selamat bekerja sayang gue. Gue mau main dulu ya" Ucap Key.


"Iya, hati hati lo" Ucap Rian.


"Siap pak bos" Jawab Key.


Rian menaruh kembali ponselnya di atas meja. Tanpa sengaja tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata Diana. Diana tersenyum manis pada Rian dan Rian pun membalasnya singkat.


Erwin yang baru selesai makan mendapat pesan di ponselnya. Dia langsung bangkit dan menghampiri Rian.


"Ck, gue tau apa yang akan lo lakuin sekarang" Ucap Rian.


"Boleh ya Yan? Cewek gue udah di depan nih" Ucap Erwin.


"Terus kerjaan lo gimana?" Tanya Rian.


"Tolong lo deh yang urus, sama tuh cewek bisa kok bantuin lo" Ucap Erwin.


"Ya sudah sana pergi lo. Bukannya bantuin malah buat rusuh lo" Ucap Rian.


"Thanks man, gue belikan cewek lo boba deh besuk" Ucap Erwin.


"Serah lo" Sahut Rian.


Erwin yang sudah mendapat persetujuan Rian pun segera berlari keluar dari ruangan Noval. Dia yang sudah di tunggu kekasihnya pun tamoak bahagia dengan wajah yang sumringah.


Diana bangkit dari duduknya, dia menghampiri Rian dan menarik kursi agar duduk di depan meja kerja Rian.


"Hai, saya Diana" Ucapnya tersenyum manis.


"Kalau lo gak ada niatan buat bantu gue, mending lo duduk di sofa saja sana" Ucap Rian dingin.


"Karena aku kau bantu, makanya duduk di sini. Mana yang kamu gak ngerti, aku coba bantu" Ucap Diana.


Rian menatap Diana yang tampak berpengalaman. Dia pun menyerahkan berkas yang sejak tadi membuat kepalanya pusing. Akhirnya Diana dan Rian pun mengerjakan pekerjaan yang di berikan Noval pada Rian.


Di sisi lain, Key yang tadi di antar Luna ke apartemen. Kini sudah kembali ke markas dengan motor Rian.


"Wih, keren nih motor" Ucap Theo menghampiri Key yang baru saja melepas helmnya.


"Motor pacar gue nih. Motor ini menjadi saksi atas berdirinya Death Devil pertama kali" Ucap Key bangga.


"Pantesan keren. Anak orang kaya memang beda ya" Ucap Theo.


"Lo juga anak orang kaya. Amnesia lo" Ucap Ikbal memukul kepala belakang Theo.


"Iya juga ya" Ucap Theo tertawa cekikikan.


"Melody mana?" Tanya Key.


"Katanya mau main sama Yuki." Jawab Theo.


"Mereka gak nyaman sama anak anak yang cowok semua" Sahut Kennet.


"Dari mananya lo ceweknya? Lo itu cowok yang terperangkap di tubuh cewek" Ucap Theo.


"Ck, kakak sialan lo" Ucap Key.


"Sudah ayo masuk, kita bahas soal balapan malam ini" Ucap Ikbal.


Mereka berempat pun segera masuk ke dalam markas. Seperti biasa, Key yang selalu di ratukan oleh anggota inti Death Devil itu kini tengah berada di punggung Theo seperti anak kola yang selalu menempel pada induknya.


"Semuanya sudah kumpul kan?" Tanya Ikbal.


"Sudah bos" Jawab anggota Death Devil serentak.


"Ken, bahas sekarang" Ucap Ikbal yang di jawab anggukan kepala oleh Kennet.


"Ok, lawan kita malam ini dari Bandung. Mereka geng motor yang terkenal kejam dan tak pandang bulu siapa lawan mereka. Seperti biasa, walaupun kita ke sana untuk balapan. Tapi tidak menutup kemungkinan, akan ada tawuran. Jadi kita harus tetap siap dan siaga. Priaoritas utama seperti biasa, Key." Ucap Kennet.


"Walaupun Key panglima perang kita tapi jika dia tumbang lebih dulu, maka kita akan terpecah konsetrasinya. Jadi tetap Key prioritas utama kita" Sahut Theo.


"Kalian siap?" Tanya Ikbal.


"Siap bos" Jawab mereka semua serentak.


"Seperti biasanya, 25 orang dari kalian harus tetap di markas untuk menjaga markas. Yang lainya ke tempat balapan" Ucap Kennet.


"Siap"


"Bersiap lah" Ucap Ikbal.


Semua anghota Death Devil segera keluar dari ruangan markas. Kini hanya ada Key, Ikbal, Kennet dan Theo yang ada di dalam markas.


"Key, lo mau turun gak?" Tanya Kennet.


"Turun lah" Jawab Key.


"Tapi mereka terkenal curang Key" Ucap Theo khawatir.


"Kan ada kalian bertiga yang selalu jagain gue. Gue sih gak perduli kalau mereka curang. Gue habisi saja mereka sekalian" Ucap Key.


"Lo boleh turun Key, tapi lo harus tetap waspada sama mereka. Lo gak boleh lengah" Ucap Ikbal.


"Wah lo benar benar kakak gue yang paling pengertian Bal" Ucap Key yang akan memeluk Ikbal.


"Ekhem, nomor Rian nih" Ucap Luna yang baru saja masuk ke dalam markas.


Kennet dan Theo seketika tertawa saat melihat Key yang memanyunkan bibirnya karena gagal bermanja manja dengan Ikbal karena pawang Ikbal yang sudah berdiri garang di depan pintu markas.


Key berjalan kaluar markas sambil menghentak hentakkan kakinya. Dia mengibaskan rambutnya di depan wajah Luna. Luna menggelengkan kepalanya karena ulah Key yang selalu absurd.


"Kita tunggu di luar" Ucap Kennet. Kennet dan Theo segera keluar dari markas. Mereka memberikan waktu untuk Luna dan Ikbal bicara.


Ikbal merentangkan kedua tangannya saat para sahabatnya itu sudah keluar. Luna tersenyum lalu berlari dan menghamburkan tubuhnya ke dalam pelukan Luna.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏