It'S Me Rianoval

It'S Me Rianoval
Eps 19



"Halah, lo juga Jul. Memang kalian cocok kok satu sama lain. Sama sama biang masalah." Ucap Gilang yang langsung membuat Kila dan Rian tertawa. Sedangkan Juli hanya cemberut menatap Gilangyang sering menjadi pengawasnya saat terkena hukuman dari bu Wati.


Kini ganti Juli yang bersalaman dengan Gilang. "Selamat ya kak, tolong jaga sahabat gue dengan baik. Jangan lo sakiti dia. Kalau lo berani buat dia nangis, lo akan dapat balasannya dari gue" Ucap Juli.


"Galak amat sih lo Jul" Ucap Kila


"Harus dong, kan gue sayang sama lo" Ucap Juli yang saat ini berpelukan dengan Kila.


"Jangan lama lama, gue belum dapat jatah peluk hari ini" Ucap Gilang melepaskan pelukan Kila dan Juli paksa.


"Pelit lo kak" Ucap Juli jutek. Juli meraih lengan Rian lalu memeluknya. "Gue juga punya kali, bukan cuma lo doang" Ucap Juli sombong.


"Tapi belum halal, kalau gue kan bebas" Ucap Gilang memeluk bahu Kila.


"Doain saja bro, moga gue cepet nyusul lo berdua" Sahur Rian


"Amin" Jawab Kila dan Gilang bersamaan.


Setelah berfoto dan mengucapkan selamat pada pengantin, Juli dan Rian memilih duduk di taman rumah Kila. "Mau pulang sekarang atau nanti?" Tanya Riang.


"Pulang sekarang saja, gue mau bicara sama lo" Ucap Juli yang langsung bngkit dari duduknya. Dia berjalan lebih dulu ke arah mobil Rian. Sedangkan Rian hanya mengekor di belakang Juli.


***


Di rumah Juli.


Juli berdecak kesal karena saat baru sampai, dia melihat mobil Dimas yang sudah terparkir di depan rumahnya.


"Mobil siapa Yang? Kok kayak nggak asing" Ucap Rian.


"Mobilnya Dimas. Ngapain sih dia ke sini segala" Ucap Juli mengomel sambil turun dari mobil Rian.


Melihat Rian yang masih di dalam mobil, dia pun berbalik lalu berjalan menuju ke pintu mobil di bagian Rian.


Tok tok tok


"Turun, gue mau bicara sama lo" Ucap Juli jutek.


"Iya iya, galak amat cewek gue" Ucap Rian membuka sabuk pengamannya lalu keluar dari mobil.


Setelah keluar dari mobil, Juli langsung menarik tangan Rian dan menarik Rian masuk ke dalam rumahnya.


"Lho kalian dari mana? Tadi ada teman lo yang di sini. Kok malah lo tinggal sih" Ucap Dimas yang tengah asik dengan camilannya.


"Teman siapa?" Tanya Rian.


"Kalau nggak salah namanya Vito" Jawab Dimas.


Mendengar nama Vito membuat Juli seketika terbelalak. Sedangkan Rian langsung melepaskan tangannya dari genggaman tangan Juli.


"Em sorry, Jul. Gue harus pulang sekarang. Gue lupa kalau di minta mamah untuk menemaninya ke salon" Ucap Rian yang akan berbalik ke pintu luar. Dia berjalan menuju ke pintu dengan tangan mengepal. Saat satu langkah lagi ia keluar dari rumah Juli, dia terhenti saat mendengar ucapan Juli.


"Lo berani selangkah lagi keluar dari rumah gue, selamanya gue nggak akan mau melihat lo lagi" Ancam Juli.


Rian seketika terdiam di tempat karena dia takut dengan ucapan Juli. Sedangkan Dimas yang tau jika sepupunya itu sedang ada masalah pun segera bangkit dan menuju ke kamar yang biasa ia pakai saat ia menginap di rumah Juli.


Juli berjalan menghampiri Rian, dia memeluk Rian dari belakang. "Dengarkan penjelasan gue dulu, setelah itu terserah kalau lo mau pergi. Tapi ijinkan gue untuk menjelaskan semuanyake lo" Ucap Juli lembut.


"Jelaskan sekarang. Semuanya, tanpa ada yang lo tutup tutupi dari gue" Ucap Rian dingin.


"Ok" Jawab Juli lembut. Juli melepaskan pelukannya lalu menarik Rian menuju ke arah kamarnya. Mereka butuh tempat tenang untuk berbicara serius saat ini.


Saat sampai di kamar Juli, Juli mulai menceritakan semua yang terjadi pagi tadi. Rian terus mengepalkan genggaman tangannya untuk menahan amarahnya. Siapa yang tidak marah jika kekasihnya di incar oleh orang yang sudah membuat gadisnya itu hancur.


"Maafin gue Rian, gue sudah membuat lo kecewa" Ucap Juli tertunduk sesih.


"Gue nggak marah sama lo kok. Sekarang sudah malam, lo istirahat ya. Gue mau balik" Ucap Rian mengusap lembut kepala Juli.


"Lo bohong Rian, lo marah kan sama gue?" Tanya Juli lirih.


Cup


Rian mencium kening Juli lembut lalu dia segera keluar dari kamar Juli. Dia tidak berpamitan pada Dimas yang asik merokok di teras rumah Juli.


"Rian" Teriak Juli menuruni tangga dan terus berlari keluar dari rumah. Namun dia terlambat karena mobil Rian sudah melesat keluar dari area rumahnya.


"Lo bertengkar?" Tanya Dimas heran.


"Bukan urusan lo" Ucap Juli berjalan masuk ke dalam rumah lagi.


Sedangkan Rian yang saat ini tengah di penuhi dengan amarah pun segera menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Arght, sialan" Teriak Rian frustasi.


"Mau tuh anak apa sih? Dia yang sudah membuang Juli, tapi kenapa sekarang dia yang mengejar Juli. Apa dia nggak punya otak" Ucap Rian marah.


Tring tring tring


Ponsel Rian berdering. Dia mengambil ponselnya dan melihat nama Ical yang tertera di layar ponselnya.


"Ada apa?" Tanya Rian datar.


"Buset galak amat lo Yan, ini anak anak SMK 23 ngajakin balapan. Kita sudah di tempat, lo mau turun nggak nih? Ada si Vito juga sih di sini" Ucap Ical.


Mendengar nama Vito membuat Rian kembali teringat kejadian tadi pagi. Dia mencengkram kuat setir mobilnya dengan rahangnya yang mengeras.


"Gue ke sana sekarang" Jawab Rian singkat. Rian mematikan ponselnya tanpa menunggu jawaban dari Ical, dia segera melajukan mobilnya menuju area balapan yang biasa mereka pakai untuk balap liar.


Hanya butuh waktu 30 menit Rian sudah sampai di tempat balapan. Dia turun dari mobil lalu berjalan menuju Ical dan anak buah Death Devil yang lain.


"Baru datang lo bos"


"Mata lo buta" Sahut Rian.


"Kenapa lo? Galak amat?" Tanya Yoga yang menepuk bahu Rian.


"Bukan urusan lo" Jawab Rian dengan terus menatap ke arah Vito dengan tatapan tajamnya.


Vito tanpa sengaja melihat ke arah Rian juga. Dia menyeringai melihat Rian yang menatapnya tajam. Yoga yang tau tatapan Rian pun mulai paham dengan apa yang saat ini Rian alami. Rian ingin melangkah menghampiri Vito, namun dengan cepat Yoga mencekal lengannya.


"Jangan membuat perpecahan Yan, di sini banyak yang nggak suka sama kita. Dengan lo samperin dia, mereka akan lebih mudah menghancurkan kita" Ucap Yoga.


💥💥💥


Hai hai hai...


Gimana seru nggak nih ceritanya.


Maaf ya jika masih ada typo. Nanti aku usahakan untuk lebih teliti lagi.


Tips untuk jajan Authornya kakak, jangan lupa ya..😁


👍 Like


♥️ Favorit


💬 Komen


⭐⭐⭐⭐⭐ bintang 5 juga.


Selamat membaca ya kak


Terima kasih banyak


See you next part


😊😊😊🙏🙏🙏🙏